<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587</id><updated>2012-02-16T16:04:10.955+07:00</updated><title type='text'>arswendo wirawan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-8415154555891113691</id><published>2011-12-26T06:20:00.001+07:00</published><updated>2011-12-26T06:24:06.303+07:00</updated><title type='text'>O-WATER, REAKTOR PENGHASIL AIR BEROZON</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pJuAzG87JLA/TvewXReDXRI/AAAAAAAAAiM/ZfzhEUI4-yU/s1600/1241822621.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pJuAzG87JLA/TvewXReDXRI/AAAAAAAAAiM/ZfzhEUI4-yU/s320/1241822621.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690210568078843154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 26 Desember 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari perkembangan teknologi pengolahan ozon semakin canggih. Salah satunya, zat ini dimanfaatkan pada reaktor penghasil air berozon. Keberadaan jenis air ini semakin dibutuhkan pada sejumlah bidang seperti medis, industri dan pertanian, sebab memberikan banyak keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O-Water&lt;br /&gt;Salah satu contoh reaktor penghasil air berozon adalah O-Water. Reaktor ini diciptakan oleh tim dari Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi (P2KIM), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Anto Tri Sugiarto, M.Eng yang mewakili rekan - rekannya menjelaskan, O-Water bekerja menggunakan teknologi plasma dan metode pelarutan langsung. Prinsip utamanya adalah menciptakan senyawa plasma yang bisa mengubah oksigen menjadi ozon. Sebagai hasilnya, O-Water mampu menambah kadar oksigen dalam air, sehingga lebih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto menambahkan, ozon adalah gas yang tak berbau dan tak berwarna, yang terbentuk dari uraian sinar matahari. Ozon merupakan radikal bebas penangkap polutan, yang bisa digunakan untuk melancarkan aliran darah dalam tubuh, sebab zat ini lebih cepat masuk ke dalam darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, ozon merupakan gas beracun yang berbahaya, sebab mudah bereaksi dengan molekul lain di sekitarnya. Pada konsentrasi 1 ppm (part per million), ozon di udara bebas dapat mengakibatkan seseorang sulit bernafas, dan pada kandungan di atas 50 ppm, bisa menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Baku Air&lt;br /&gt;Lebih lanjut Anto menguraikan, bahan baku O-Water adalah air. Komponen utama reaktor ini merupakan sistem terpadu tanpa pipa penghubung, melainkan menggunakan pipa gas dan pipa air yang dipasang pada satu poros. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O-Water berbentuk kotak berdimensi 40 x 30 x 10 centimeter. Di dalamnya terdapat silinder yang berisi tabung kaca (pyrex) berdiameter 3 centimeter. Tabung ini digunakan untuk menciptakan proses plasma dalam air. Pada tabung kaca dipasangi dua kutub elektroda. Satu kutub diletakkan di dalam, kutub lainnya dililitkan ke sepanjang tabung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada silinder, terdapat tiga lubang yang berfungsi memasukkan oksigen dan air, serta saluran untuk keluarnya air berozon. Setelah air dan oksigen dimasukkan, kemudian listrik bertegangan ribuan volt dinyalakan, sehingga kedua elektroda bereaksi dan menimbulkan lompatan muatan elektron di sepanjang tabung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loncatan elektron itu bentuknya menyerupai petir yang bercabang – cabang. Selanjutnya oksigen dialirkan ke reaktor sehingga terjadi proses ionisasi. Proses ini kemudian menghasilkan air berozon dengan konsentrasi tinggi, sekitar 10 ppm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan dan Mengawetkan&lt;br /&gt;Ozon merupakan spesies aktif dari oksigen yang memiliki oksidasi potensial 2,07 V. Ini artinya, air berozon mampu membunuh virus, bakteri, dan jamur, melalui proses sterilisasi, dekolorisasi, deodorisasi dan dekomposisi. Air ini dapat menghilangkan pestisida, logam berat, dan kaporit pada sayuran, buah dan daging. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan makanan yang dibersihkan menggunakan O-Water akan lebih segar dan tahan lama, namun tak merusak kadar gizinya. Reaktor ini juga tak membuat buah atau sayur menjadi busuk. Dengan kata lain, air yang dihasilkan O-Water juga bisa dimanfaatkan sebagai pengawet yang aman, namun tak bisa digunakan untuk mengawetkan makanan olahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membunuh bakteri, ozon yang diperlukan hanya 0,1 gram. Buah atau sayuran disemprot menggunakan O-Water selama 15 menit. Selanjutnya ozon akan bereaksi mengawetkan, sehingga sayuran bisa segar lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anto, efek air berozon tidaklah membahayakan. Ozon merupakan zat yang sangat aktif dan cepat terurai kembali menjadi oksigen dalam waktu satu jam. Artinya, gas ini tak meninggalkan sisa pada makanan. Sehingga, buah atau daging yang dibersihkan dengan air berozon, aman dikonsumsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini telah dibuktikan pada uji coba pengawetan tomat hasil panen di Balai Penelitian Sayuran Bandung, pada tahun 2006 lalu. Hasilnya, tomat tetap segar sampai 27 hari. Namun Anto menekankan, air berozon yang dihasilkan O-Water tidak untuk diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih luas lagi, teknologi plasma yang dimiliki O-Water juga bisa dimanfaatkan untuk mencuci peralatan medis, peralatan industri pangan, cuci darah, sebagai pemutih kertas dan penghasil air bersih dari limbah industri dan sungai yang tercemar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Massal&lt;br /&gt;Diakui Anto, desain O-Water memang masih sederhana. Ke depannya, Anto berharap bisa memperbaiki teknologinya dan diproduksi massal, sehingga bisa dimanfaatkan dari level rumah tangga hingga industri. Nantinya bisa dikembangkan pula reaktor ozon gas untuk mencuci makanan yang tak bisa menggunakan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada juga reaktor ozon es. Di Jepang, reaktor jenis ini sudah digunakan nelayan setempat untuk membersihkan ikan hasil tangkapan. Balok es yang mengandung ozon diletakkan pada tumpukan ikan. Es yang mencair akan mencuci ikan tersebut, mengawetkannya lebih lama, sehingga tetap segar ketika dikonsumsi masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-8415154555891113691?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/8415154555891113691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/12/o-water-reaktor-penghasil-air-berozon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8415154555891113691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8415154555891113691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/12/o-water-reaktor-penghasil-air-berozon.html' title='O-WATER, REAKTOR PENGHASIL AIR BEROZON'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pJuAzG87JLA/TvewXReDXRI/AAAAAAAAAiM/ZfzhEUI4-yU/s72-c/1241822621.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-7064084585739037815</id><published>2011-12-12T06:31:00.002+07:00</published><updated>2011-12-12T06:37:29.939+07:00</updated><title type='text'>AWIN Kurangi risiko Kecelakaan Udara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2unrbHI9CGE/TuU-k4K3HrI/AAAAAAAAAiA/ezAM4T1DPXU/s1600/63861main_awinn_logo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2unrbHI9CGE/TuU-k4K3HrI/AAAAAAAAAiA/ezAM4T1DPXU/s400/63861main_awinn_logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685018907899272882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 12 Desember 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA bulan terakhir, dunia penerbangan nasional kembali dilanda petaka. Sejumlah pesawat dilaporkan mengalami musibah. Di antaranya  September lalu, pesawat Cassa 212 - 200 milik PT Nusantara Buana Air, jatuh di kawasan hutan Bahorok, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan yang sama, pesawat jenis PK - UCE, milik Yayasan Jasa Aviasi, juga dikabarkan jatuh di Kabupaten Pemekaran Yalimo, Papua. Diduga, keduanya mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruknya cuaca memang menjadi penyebab utama kecelakaan udara. Gangguan seperti badai, hujan es, turbulensi, kilat serta perubahan kecepatan dan arah angin, sangat memengaruhi keselamatan penerbangan. Ditambah lagi, pengetahuan pilot dan kru di darat mengenai kondisi cuaca, juga masih kurang. Akibatnya, pilot kerap mengambil keputusan yang tak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Terkini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali Indonesia bisa mengadopsi teknologi yang dikembangkan National Aeronautics and Space Administration (NASA). Lembaga penerbangan milik pemerintah Amerika Serikat ini telah mengaplikasikan sistem informasi cuaca yang akurat untuk kepentingan transportasi udara. Sistem ini bernama Aviation Weather Information (Awin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang proposalnya disetujui pada Februari 1997 ini, digagas guna mengurangi kecelakaan udara akibat cuaca buruk, yang angkanya telah mencapai level memprihatinkan. Proyek bersama antara pemerintah, kalangan industri dan akademisi ini, bertujuan menciptakan sistem keamanan transportasi udara yang mampu melakukan penginderaan dan peramalan cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tersebut menyajikan informasi cuaca terkini secara real  time, yang dapat diakses oleh pilot selama di udara. Sebelum adanya Awin, data cuaca diberikan kepada pilot sebelum penerbangan dilakukan. Data tersebut masih mentah dan tidak real time. Selanjutnya, selama di udara pilot tak memiliki data terkini mengenai kondisi cuaca di depan. Ini tentunya berbahaya. Awin dirancang agar pilot mendapatkan informasi yang seharusnya mereka miliki di dalam kokpit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengirim Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai pihak yang menerima informasi, oleh sistem Awin, pesawat terbang juga dimungkinkan menjadi sumber informasi kondisi cuaca. Sebab, sistem sensor yang terpasang di pesawat, mampu mendistribusikan data cuaca ke beberapa pesawat lain dan menara pengawas di darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data tersebut diterima dan dikirim dengan bantuan satelit dan stasiun penerima di darat. Proses penerimaan dan pengiriman data, dilakukan menggunakan broadcast data link dan sistem komunikasi dua arah. Data yang disajikan tak berkisar beberapa mil saja, namun mencakup seluruh negeri. Dengan demikian, pilot bisa lebih mudah memonitor kondisi cuaca selama penerbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketika Awin mengirimkan tanda peringatan gangguan cuaca kepada pilot, di saat bersamaan sistem ini juga akan mengarahkan dan memandu pilot menempuh rute alternatif yang lebih cepat dan aman. Panduan ini sangat membantu, sebab selama ini pilot seringkali mengambil kepustusan tak efisien, yaitu menempuh jalur yang lebih jauh, guna menghindari potensi bahaya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi Risiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awin merupakan satu dari beberapa program keselamatan transportasi udara yang dimiliki NASA. Sebelumnya, NASA bekerja sama dengan sektor industri telah mengembangkan Cockpit Weather Information (Cwin) . Proyek ini mengolah dan menyajikan informasi cuaca yang diperoleh dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian simulasi dan uji coba Cwin telah dilakukan pada penerbangan sesungguhnya. Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya kesadaran dan pengetahuan pilot akan kondisi cuaca saat berada di udara. Selain itu, dengan adanya Cwin penerbangan dirasakan lebih efisien dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA kemudian memperluas kerja sama dengan menggandeng Federal Aviation Administration (FAA). Mereka ingin meningkatkan teknologi Cwin dengan merancang infrastruktur jaringan data yang bisa dipasang pada pesawat terbang dan pusat data di darat. Kerja sama itu diwujudkan dalam program Awin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, proyek yang dirancang pada masa pemerintahan presiden Bill Clinton ini merupakan penyempurnaan dari Cwin. Dengan teknologi yang telah diperbaharui, NASA mengklaim Awin mampu mengurangi risiko kecelakaan udara sebesar 50 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awin tak menutup kemungkinan diterapkan di Indonesia. Teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), perusahaan maskapai penerbangan, Kementerian Perhubungan, serta pihakñpihak lain yang berkaitan. Diharapkan mereka bisa saling berbagi informasi cuaca, sehingga dihasilkan keputusan kolaboratif yang tepat, demi keamanan transportasi udara. Sudah saatnya negeri ini memberikan perhatian lebih pada tingginya angka kecelakaan udara akibat cuaca buruk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-7064084585739037815?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/7064084585739037815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/12/awin-kurangi-risiko-kecelakaan-udara_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/7064084585739037815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/7064084585739037815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/12/awin-kurangi-risiko-kecelakaan-udara_12.html' title='AWIN Kurangi risiko Kecelakaan Udara'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2unrbHI9CGE/TuU-k4K3HrI/AAAAAAAAAiA/ezAM4T1DPXU/s72-c/63861main_awinn_logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-4803544289765750153</id><published>2011-12-12T06:31:00.001+07:00</published><updated>2011-12-12T06:31:58.296+07:00</updated><title type='text'>AWIN Kurangi risiko Kecelakaan Udara</title><content type='html'>BEBERAPA bulan terakhir, dunia penerbangan nasional kembali dilanda petaka. Sejumlah pesawat dilaporkan mengalami musibah. Di antaranya  September lalu, pesawat Cassa 212 - 200 milik PT Nusantara Buana Air, jatuh di kawasan hutan Bahorok, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan yang sama, pesawat jenis PK - UCE, milik Yayasan Jasa Aviasi, juga dikabarkan jatuh di Kabupaten Pemekaran Yalimo, Papua. Diduga, keduanya mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruknya cuaca memang menjadi penyebab utama kecelakaan udara. Gangguan seperti badai, hujan es, turbulensi, kilat serta perubahan kecepatan dan arah angin, sangat memengaruhi keselamatan penerbangan. Ditambah lagi, pengetahuan pilot dan kru di darat mengenai kondisi cuaca, juga masih kurang. Akibatnya, pilot kerap mengambil keputusan yang tak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Terkini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali Indonesia bisa mengadopsi teknologi yang dikembangkan National Aeronautics and Space Administration (NASA). Lembaga penerbangan milik pemerintah Amerika Serikat ini telah mengaplikasikan sistem informasi cuaca yang akurat untuk kepentingan transportasi udara. Sistem ini bernama Aviation Weather Information (Awin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang proposalnya disetujui pada Februari 1997 ini, digagas guna mengurangi kecelakaan udara akibat cuaca buruk, yang angkanya telah mencapai level memprihatinkan. Proyek bersama antara pemerintah, kalangan industri dan akademisi ini, bertujuan menciptakan sistem keamanan transportasi udara yang mampu melakukan penginderaan dan peramalan cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tersebut menyajikan informasi cuaca terkini secara real  time, yang dapat diakses oleh pilot selama di udara. Sebelum adanya Awin, data cuaca diberikan kepada pilot sebelum penerbangan dilakukan. Data tersebut masih mentah dan tidak real time. Selanjutnya, selama di udara pilot tak memiliki data terkini mengenai kondisi cuaca di depan. Ini tentunya berbahaya. Awin dirancang agar pilot mendapatkan informasi yang seharusnya mereka miliki di dalam kokpit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengirim Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai pihak yang menerima informasi, oleh sistem Awin, pesawat terbang juga dimungkinkan menjadi sumber informasi kondisi cuaca. Sebab, sistem sensor yang terpasang di pesawat, mampu mendistribusikan data cuaca ke beberapa pesawat lain dan menara pengawas di darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data tersebut diterima dan dikirim dengan bantuan satelit dan stasiun penerima di darat. Proses penerimaan dan pengiriman data, dilakukan menggunakan broadcast data link dan sistem komunikasi dua arah. Data yang disajikan tak berkisar beberapa mil saja, namun mencakup seluruh negeri. Dengan demikian, pilot bisa lebih mudah memonitor kondisi cuaca selama penerbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketika Awin mengirimkan tanda peringatan gangguan cuaca kepada pilot, di saat bersamaan sistem ini juga akan mengarahkan dan memandu pilot menempuh rute alternatif yang lebih cepat dan aman. Panduan ini sangat membantu, sebab selama ini pilot seringkali mengambil kepustusan tak efisien, yaitu menempuh jalur yang lebih jauh, guna menghindari potensi bahaya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi Risiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awin merupakan satu dari beberapa program keselamatan transportasi udara yang dimiliki NASA. Sebelumnya, NASA bekerja sama dengan sektor industri telah mengembangkan Cockpit Weather Information (Cwin) . Proyek ini mengolah dan menyajikan informasi cuaca yang diperoleh dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian simulasi dan uji coba Cwin telah dilakukan pada penerbangan sesungguhnya. Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya kesadaran dan pengetahuan pilot akan kondisi cuaca saat berada di udara. Selain itu, dengan adanya Cwin penerbangan dirasakan lebih efisien dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA kemudian memperluas kerja sama dengan menggandeng Federal Aviation Administration (FAA). Mereka ingin meningkatkan teknologi Cwin dengan merancang infrastruktur jaringan data yang bisa dipasang pada pesawat terbang dan pusat data di darat. Kerja sama itu diwujudkan dalam program Awin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, proyek yang dirancang pada masa pemerintahan presiden Bill Clinton ini merupakan penyempurnaan dari Cwin. Dengan teknologi yang telah diperbaharui, NASA mengklaim Awin mampu mengurangi risiko kecelakaan udara sebesar 50 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awin tak menutup kemungkinan diterapkan di Indonesia. Teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), perusahaan maskapai penerbangan, Kementerian Perhubungan, serta pihakñpihak lain yang berkaitan. Diharapkan mereka bisa saling berbagi informasi cuaca, sehingga dihasilkan keputusan kolaboratif yang tepat, demi keamanan transportasi udara. Sudah saatnya negeri ini memberikan perhatian lebih pada tingginya angka kecelakaan udara akibat cuaca buruk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-4803544289765750153?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/4803544289765750153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/12/awin-kurangi-risiko-kecelakaan-udara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/4803544289765750153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/4803544289765750153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/12/awin-kurangi-risiko-kecelakaan-udara.html' title='AWIN Kurangi risiko Kecelakaan Udara'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-2634805191987198231</id><published>2011-12-12T06:11:00.004+07:00</published><updated>2011-12-12T06:22:22.966+07:00</updated><title type='text'>MEWASPADAI MIE BASAH BERFORMALIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sriboga-flourmill.com/data/product/picC61EA8A1444F44780FF59C57C11F9CF1.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 212px;" src="http://www.sriboga-flourmill.com/data/product/picC61EA8A1444F44780FF59C57C11F9CF1.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;www.sriboga-flourmill.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia dewasa ini banyak mengkonsumsi mie sebagai pangan alternatif, sebagai diversifikasi (penganeka ragaman) pangan. Selain harganya terjangkau, cara penyajian dan keberadaannya pun mudah didapat dan variatif. Karenanya, tak heran bila mie cepat populer dan dapat diterima seluruh lapisan masyarakat. Namun masyarakat perlu mewaspadai mie berformalin yang kembali marak beredar. Untuk itu akan lebih baik bila kita mengetahui ciri-ciri mie berformalin ini, sehingga terhindar dari bahaya mengkonsumsi mie beracun tersebut. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Apa itu Formalin? &lt;br /&gt;Secara ilmiah, formalin (H2CO) adalah senyawa kimia berbentuk cair, gas atau padat yang sangat beracun, aromanya menyengat dan mudah terbakar. Dalam bentuk cair, formalin merupakan larutan tak berwarna yang biasa dijual dengan kadar 37 %. Di alam, formalin dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon. Senyawa kimia ini juga terkandung dalam asap kendaraan, asap tembakau dan kebakaran hutan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Secara awam, masyarakat mengenal formalin sebagai campuran pada industri yang menggunakan bahan kimia, seperti kosmetik, medis, pertanian dan tekstil. Ternyata, oleh pengusaha tidak jujur, zat kimia ini juga digunakan dalam industri pangan secara ilegal, sebagai bahan pengawet, salah satunya untuk mengawetkan mie basah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Bahan kimia ini selalu dipilih karena keuntungan yang diraup dari menjual mie berformalin dirasakan lebih besar. Bagaimana tidak, untuk mendapatkan pengawet ini sangatlah mudah, sebab tersedia di toko bahan kimia. Ditambah pula, harga formalin jauh lebih murah dibanding zat pengawet yang direkomendasikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seperti kalium nitrat, asam propionat dan natrium benzoate. Maka tak heran, kebanyakan pengguna formalin adalah industri kecil. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Para pengusaha tak bertanggung jawab itu, menambahkan formalin ke dalam air yang hendak digunakan untuk merebus mie. Untuk skala industri, banyaknya formalin yang dibutuhkan tergantung besarnya produksi. Semakin besar produksi, semakin banyak pula formalin yang dicampurkan.     &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dampak Bagi Kesehatan &lt;br /&gt;Sebagian masyarakat agaknya tidak tahu atau mengabaikan adanya mie berformalin, sebab efeknya tak langsung dirasakan. Dibutuhkan waktu yang lama bagi racun formalin terakumulasi dalam tubuh, hingga menimbulkan dampak membahayakan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Akibat fatal jika tubuh manusia terus – menerus mengkonsumsi mie basah berformalin adalah, mutasi genetik, kerusakan hati, prostat, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem syaraf pusat serta gagal ginjal. Bahkan, karena sifatnya yang karsinogenik, formalin juga dapat menyebabkan kanker yang berujung kematian. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Tak cukup sampai di situ. Formalin juga memiliki sifat menyerang protein yang ada dalam tubuh manusia. Jika terpapar langsung pada zat ini, dampaknya baru akan terasa bertahun – tahun kemudian, misalnya keracunan kronis dan iritasi pada lambung yang menyebabkan muntah darah, kencing darah, atau diare yang bercampur darah. Jika tak segera diberikan perawatan, iritasi ini bisa mengakibatkan kematian. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sebenarnya pemerintah telah memberikan peringatan dan tindakan tegas lewat beberapa undang - undang, seperti UU No. 7 / 1996 tentang Pangan, UU No. 8 / 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta UU No. 23 / 1992 tentang Kesehatan. Intinya, ketiga peraturan hukum tersebut melarang pemakaian formalin pada makanan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sanksinya pun jelas, pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda sebanyak – banyaknya dua miliar rupiah. Kendati demikian, masih banyak pengusaha kotor yang tak jera, dan tetap mencampurkan formalin ke dalam makanan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Menjual mie basah berformalin memang mendatangkan keuntungan besar, namun itu tak bertahan lama. Sebab, cepat atau lambat, perbuatan ilegal itu akan menjadi senjata makan tuan. Maka, lebih baik menggunakan pengawet yang dianjurkan BPOM. Kendati harganya lebih mahal, namun lebih aman bagi kelangsungan bisnis jangka panjang. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mengenali Ciri – Ciri Mie Basah Berformalin &lt;br /&gt;Supaya keluarga kita aman dari mengkonsumsi mie beracun tersebut, ada baiknya kita mengenai ciri-ciri mie berformalin. Seperti diketahui, mie segar yang tak mengandung formalin, hanya bisa bertahan satu hari. Namun jika dibubuhi zat beracun ini, mie tak akan rusak sampai berhari – hari, walaupun dibiarkan pada suhu kamar (25 derajat Celsius). Pada suhu lemari es (10 derajat Celsius), mie akan bertahan lebih dari 15 hari. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Untuk mendeteksinya, bisa dilihat dari tampilan fisiknya. Mie yang dicampuri zat pengawet ini, terlihat lebih mengkilap seperti berminyak. Teksturnya lebih kental dan tidak lengket, dibanding mie tanpa formalin. Aromanya pun agak menyengat layaknya bahan kimia. Bagi masyarakat yang belum tahu, seperti itulah bau formalin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, tidak semua pengusaha mie basah berlaku curang. Masih banyak pengusaha dan penjual mie yang menjalankan bisnisnya dengan jujur. Cukup dengan mengenali ciri-ciri mie berformalin dan berhati-hati kita masih bisa mengkonsumsi mie seperti biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-2634805191987198231?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/2634805191987198231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/12/mewaspadai-mie-basah-berformalin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2634805191987198231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2634805191987198231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/12/mewaspadai-mie-basah-berformalin.html' title='MEWASPADAI MIE BASAH BERFORMALIN'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-8178540269000566110</id><published>2011-10-17T06:27:00.002+07:00</published><updated>2011-10-17T06:35:04.668+07:00</updated><title type='text'>MEMBELAH LANGIT DENGAN JET PACK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nQqR6cQHZI8/TptqEyESs9I/AAAAAAAAAgs/8vgq3XZmME8/s1600/023rocketman1DM_468x277.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nQqR6cQHZI8/TptqEyESs9I/AAAAAAAAAgs/8vgq3XZmME8/s320/023rocketman1DM_468x277.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664237586740327378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 17 Oktober 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Perang Dunia II, Jerman melakukan eksperimen dengan membuat alat yang bisa membuat tentaranya terbang secara individual, melintasi perairan dan mendekati wilayah musuh tanpa rintangan. Alat itu diberi nama Himmelsturmer, berupa mesin jet ukuran kecil yang diletakkan di punggung dan dilengkapi kontrol pengendali arah. Pada perkembangannya, alat sejenis itu lalu dikenal dengan sebutan jet pack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Jetman&lt;br /&gt;Sejak itu, eksperimen serupa banyak dilakukan negara – negara lain, baik secara institusional, maupun individual. Seperti yang dilakukan Yves Rossy, veteran pilot pesawat tempur Swiss, dan kapten maskapai Swiss International Airlines. Dirinya merancang jet pack seperti Himmelsturmer, namun ditambahi sayap, sehingga bentuknya mirip pesawat tempur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jet pack ini dilengkapi empat mesin Jet-Cat P200 berbahan bakar kerosene. Untuk melindungi tubuhnya dari api dan hawa panas mesin jet, Rossy mengenakan pakaian yang biasa digunakan pembalap mobil profesional atau petugas pemadam kebakaran. Dan untuk perlindungan ekstra, dirinya menambah dengan pelindung panas berbahan fiber karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penerbangan yang dilakukan, pria 51 tahun ini tak bisa langsung terbang dari darat. Rossy harus menaiki pesawat terbang atau helikopter terlebih dahulu, hingga mencapai ketinggian yang diinginkan. Dari pesawat tersebut dirinya melompat ke luar, menghidupkan mesin jet, lalu terbang. Untuk mendarat, Rossy menggunakan parasut yang merupakan bagian dari jet pack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk menyalakan mesin jet, laki – laki yang telah merancang jet pack ini selama 15 tahun, menggunakan sistem starter elektronik. Sistem ini membuat empat mesin jet bekerja secara simultan. Rossy menjelaskan, ketika terbang dirinya harus mengatur pergerakan kepala, lengan dan kakinya, agar posisi tetap stabil dan tak terjadi gerakan yang tak terkontrol. Layaknya pesawat tempur, Rossy juga mampu bermanuver menggunakan tubuhnya, dibantu alat pengendali di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang menyebut dirinya The Jetman ini mengklaim, dia adalah yang pertama kali mampu menjaga kestabilan ketika terbang horizontal. Ini berkat sayap berbahan karbon yang bisa dilipat. Sayap ini juga bisa dilepas ketika dirinya sedang di udara. Dan sayap tersebut tak akan hancur ketika menyentuh tanah, sebab telah dilengkapi parasut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rossy sukses melakukan penerbangan pertama kali dengan jet pack yang dia buat, pada 24 Juni 2004 di Jenewa, Swiss. Hingga kini, laki – laki yang juga dijuluki Rocketman ini telah melakukan puluhan penerbangan. Yang terbaru, pada 7 Mei 2011 lalu, dirinya terbang di atas Grand Canyon selama delapan menit, dengan kecepatan mencapai 305 kilometer per jam. Ini adalah penerbangannya yang pertama di wilayah Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gryphon&lt;br /&gt;Pada September 2007 lalu, tim ilmuwan dari ESG Elektroniksystem und Logistik Jerman, melakukan uji coba jet pack individual yang serupa dengan milik Yves Rossy. Jet pack ini diberi nama Gryphon. Bisa dikatakan, Gryphon merupakan eksperimen lanjutan dari Himmelsturmer, sebab aplikasinya lebih dikhususkan untuk kepentingan militer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari rancangan Rossy, Gryphon dilengkapi tabung oksigen, serta helm dengan teknologi heads up display yang umum dikenakan pilot pesawat tempur. Jet pack ini juga memiliki ruang penyimpanan dengan kapasitas sebesar 22 kilogram. Tim ilmuwan ESG menuturkan, nantinya Gryphon akan ditambah pula dengan sistem kendali arah berbasis komputer, sehingga tak lagi manual seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gryphon mampu melesat dengan kecepatan mencapai 217 kilometer per jam. Perbedaan lain dengan jet pack buatan Rossy, berkat sistem parasut yang telah diperbaharui, pilot yang mengenakan Gryphon bisa berada di udara selama yang dibutuhkan, sebab tak ada batasan waktu untuk segera mendarat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut tim ilmuwan ESG menerangkan, pada sebuah operasi militer, Gryphon bisa digunakan oleh Unit Pasukan Khusus untuk terjun dari tempat yang tinggi, lalu terbang menuju target yang jaraknya puluhan kilometer. Sehingga, helikopter atau pesawat pengangkut tak perlu berada di zona berbahaya untuk menerjunkan pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga Besar&lt;br /&gt;Namun, seperti halnya jet pack ciptaan Yves Rossy, Gryphon juga tak bisa terbang langsung dari darat. Tom Benson dari NASA memaparkan, agar pesawat terangkat ke udara, dibutuhkan tenaga yang sangat besar. Itu sebabnya, di lintasan terlebih dahulu pesawat harus meluncur dengan kecepatan tinggi sebelum terbang. Kecepatan itu menyebabkan terjadinya ’dorongan aerodinamik’, sehingga pesawat bisa terangkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, supaya jet pack bisa terbang dari darat, sang pilot harus berlari dengan kecepatan sangat tinggi, agar diperoleh kondisi dorongan aerodinamik. Atau, bisa juga menggunakan mesin jet dengan tenaga yang luar biasa besarnya, sehingga mampu mengangkat jet pack ke udara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-8178540269000566110?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/8178540269000566110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/10/membelah-langit-dengan-jet-pack.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8178540269000566110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8178540269000566110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/10/membelah-langit-dengan-jet-pack.html' title='MEMBELAH LANGIT DENGAN JET PACK'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nQqR6cQHZI8/TptqEyESs9I/AAAAAAAAAgs/8vgq3XZmME8/s72-c/023rocketman1DM_468x277.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-2783020601773493287</id><published>2011-10-13T11:16:00.001+07:00</published><updated>2011-10-13T11:19:29.282+07:00</updated><title type='text'>SRIBOGA CUSTOMER CENTER, UPAYA LEBIH DEKAT DENGAN KONSUMEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-eahtjSfslEY/TpZmsl7XSOI/AAAAAAAAAgU/Y55K7dIITIg/s1600/IMG_0797.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-eahtjSfslEY/TpZmsl7XSOI/AAAAAAAAAgU/Y55K7dIITIg/s320/IMG_0797.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662826497746356450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;www.sriboga-flourmill.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin terbukti, di usianya yang masih 13 tahun, Sriboga Raturaya semakin tajam menancapkan kukunya di kancah industri terigu nasional. Menjadi yang terdepan dalam inovasi produk terigu, tak membuat Sriboga berpuas diri. Sebab, untuk menghadapi persaingan bisnis, tak cukup hanya mengandalkan produk berkualitas. Kesetiaan konsumen juga perlu dipelihara, lewat hubungan baik yang selalu terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sriboga Customer Center&lt;br /&gt;Sriboga sadar betul makna konsumen, karena mereka merupakan bagian penting dari keluarga besar perusahaan ini. Tanpa konsumen, Sriboga tak mungkin tumbuh menjadi besar dan bergengsi. Tanpa konsumen, terigu produksi Sriboga tak mungkin dicintai masyarakat luas, seperti yang sekarang terjadi. Maka, sudah wajib hukumnya bagi Sriboga menjaga hubungan baik dengan para konsumennya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kepentingan itu, Sriboga merasa perlu menyediakan wadah bagi para konsumen untuk mendapatkan segala informasi dan jawaban yang dibutuhkan, berkenaan dengan produk dan program kemitraan Sriboga. Maka dibentuklah Sriboga Customer Center (SCC), sebagai sarana komunikasi dan informasi antara Sriboga dengan semua konsumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCC diharapkan bisa menjadi tempat yang ramai disambangi para konsumen yang ingin bertanya, berkeluh kesah, atau mengadukan ketidakpuasan kepada Sriboga. Sebab, SCC dibentuk memang untuk melayani kebutuhan konsumen. Dari komunikasi yang terjalin baik, tentunya akan semakin menumbuhkan kedekatan di antara kedua pihak. Hal tersebut disampaikan Bapak Didi Nugrahadi sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran PT. Sriboga Raturaya, saat acara peresmian kantor SCC Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCC Semarang&lt;br /&gt;Pada 24 September 2011 kemarin, Sriboga menggelar acara peresmian SCC Semarang. Kantor yang terletak di jalan Gajah Mada No. 19 ini merupakan lokasi ke tiga. Sebelumnya, SCC telah dibuka di Yogyakarta dan Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peresmian SCC Semarang dihadiri para pelaku Usaha Kreatif Mandiri (UKM) Mitra Sriboga, distributor dan konsumen premium seperti Pizza Hut dan Nissin. Ketika ditanya, apa kesan dan pesan mereka dengan dibukanya kantor ini, umumnya mereka menghimbau agar Sriboga bisa lebih dekat dengan konsumen, sehingga semakin dicintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga berharap bisa mendapatkan keterangan, mengenai apa saja manfaat SCC bagi konsumen, khususnya bagi UKM yang jauh dari Semarang dan belum tersentuh media informasi modern. Pada kesempatan yang sama, perwakilan UKM juga menghaturkan rasa terima kasih yang mendalam, sebab selama ini merasa dihargai oleh Sriboga, lewat pelayanan yang ramah dan bimbingan yang bersifat kekeluargaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Bapak Alwin Arifin selaku Direktur Utama PT. Sriboga Raturaya menuturkan, dengan kehadiran SCC Semarang ini, hendaknya permasalahan yang berhubungan dengan ketidakpuasan bisa diselesaikan lebih cepat. Sehingga jumlah konsumen yang mengajukan keluhan bisa lebih ditekan. Beliau juga memberikan instruksi, Departemen Penjualan dan Pemasaran sebagai pengelola SCC, harus mampu menerobos pasar baru yang belum pernah dijamah pesaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baking Clinic&lt;br /&gt;Masih di acara yang sama, para undangan yang hadir berkesempatan meninjau ruangan dan fasilitas yang dimiliki kantor SCC Semarang. Diawali pengguntingan pita oleh Ibu Cut Sjahrain Arifin. Ketika memasuki kantor ini, terlihat ruang tunggu yang sejuk dan bersih. Para Mitra Sriboga yang nantinya mengunjungi kantor ini, pasti akan merasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai dua, terdapat beberapa ruangan, salah satunya adalah ruang pelatihan memasak (baking clinic). Di ruangan ini, para undangan berkenan menyaksikan kegiatan pelatihan yang tengah diikuti beberapa UKM Mitra Sriboga. Ibu Aswita Hasril, yang menjabat Direktur Sumber Daya Manusia dan Budaya Perusahaan PT. Sriboga Raturaya, didaulat membuka secara simbolis kegiatan baking clinic pertama yang diadakan di kantor ini. Dalam pelatihan itu, Bapak Alwin tampak antusias memperhatikan demonstrasi yang ditampilkan para peserta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ruang baking clinic, para undangan kemudian diajak melihat ruangan manajemen di lantai tiga, yang menjadi akhir tinjauan singkat ini. Dengan dikenalkannya fasilitas SCC kepada para undangan, diharapkan para Mitra Sriboga merasa ikut memiliki kantor ini. Sehingga tak perlu ragu jika sewaktu – waktu ingin berkunjung dan menyampaikan sesuatu, atau membutuhkan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi, sekiranya Sriboga bisa membantu. Dengan demikian, tujuan utama dibentuknya Sriboga Customer Center, bisa benar – benar terwujud.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-2783020601773493287?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/2783020601773493287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/10/sriboga-customer-center-upaya-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2783020601773493287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2783020601773493287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/10/sriboga-customer-center-upaya-lebih.html' title='SRIBOGA CUSTOMER CENTER, UPAYA LEBIH DEKAT DENGAN KONSUMEN'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eahtjSfslEY/TpZmsl7XSOI/AAAAAAAAAgU/Y55K7dIITIg/s72-c/IMG_0797.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-360228555644179888</id><published>2011-10-03T06:40:00.002+07:00</published><updated>2011-10-03T06:43:36.202+07:00</updated><title type='text'>SELUBUNG AJAIB, TANK TEMPUR PUN TAK TERLIHAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-slEQwGhSd1w/Toj3Ger9cvI/AAAAAAAAAgM/U6fTy1PfFvU/s1600/invisibility-tank-technology-future.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-slEQwGhSd1w/Toj3Ger9cvI/AAAAAAAAAgM/U6fTy1PfFvU/s320/invisibility-tank-technology-future.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659044622479749874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian Suara Merdeka, 3 Oktober 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI sebagian orang, menjadi tak terlihat adalah sebuah fantasi. Sebab, apa pun yang diinginkan bisa dilakukan. Bagi negara - negara yang sedang berkonflik, kendaraan tempur yang tak terlihat bisa sangat efektif memporakñporandakan pertahanan lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, hal seperti ini hanyalah bualan tak berarti. Namun tak berapa lama lagi, teknologi yang membuat benda ñ benda menjadi tak terlihat, akan segera terwujud.&lt;br /&gt;Secara umum, teknologi seperti itu diberi nama invisibility cloak, atau selubung yang menyebabkan benda menjadi tak terlihat. Teknologi ini bekerja menggunakan prinsip optik, yaitu membelokkan / memutar cahaya mengelilingi objek, sehingga mata manusia tertipu, tak bisa melihat apa pun kecuali lingkungan di sekitar objek itu berada. Sebagai contoh, jika sebuah gelas di atas meja ditutupi invisibility cloak, maka kita hanya bisa melihat meja kosong, dan tak bisa melihat gelas yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selubung yang dimaksud, merupakan sebuah materi buatan bernama ’’metamaterial’’, yang merupakan inti dari teknologi ini. Metamaterial memiliki indeks refraksi negatif, sehingga memicu terjadinya birefringence atau refraksi ganda. Pada panjang gelombang cahaya tertentu, birefringence membuat objek seolah tertutup selubung, sehingga menjadi tak terlihat.&lt;br /&gt;Hukum dasar fisika mengatakan, sebuah benda akan terlihat jika cahaya yang mengenainya dipantulkan ke mata. Namun dalam invisibility cloak, cahaya yang jatuh pada objek akan dibelokkan oleh metamaterial, sehingga objek menjadi tak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gelombang cahaya bergerak dari indeks medium rendah ke indeks yang lebih tinggi, gelombang tersebut berbelok menuju garis perpendikular ke permukaan. Namun pada metamaterial, cahaya yang memasuki material berindeks negatif, gelombangnya berbelok ke arah berlawanan, seolah dipantulkan di luar garis perpendikular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-Camouflage&lt;br /&gt;Contoh aplikasi invisibility cloak adalah yang dikembangkan Departemen Pertahanan Inggris. Teknologi itu bernama e-Camouflage. Dalam uji coba yang dilakukan beberapa tahun lalu, kamera dan proyektor yang digunakan mampu membuat sebuah tank tempur menjadi tak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera dipasang pada tank dan berfungsi mengambil gambar lingkungan di sekitarnya. Lalu, gambar dikirim secara real time kepada proyektor, yang kemudian diproyeksikan pada tank yang sudah ditutupi invisibility cloak , sehingga pengamat hanya melihat gambar lingkungan di sekitar tank, tanpa bisa melihat wujud tank yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Masih dengan konsep kamera dan proyektor, ilmuwan dari Tokyo University bernama Profesor Susumu Tachi, juga pernah melakukan uji coba invisibility cloak.&lt;br /&gt;Dengan kamera yang diletakkan di belakang seorang model, jubah yang dikenakannya tampak tembus pandang, sehingga orang bisa melihat apa pun yang ada di belakang tubuh model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kedua uji coba tersebut, Sir John Pendry dari Imperial College London, menyayangkan teknologi invisibility cloak yang ada saat ini. Sebab masih tergantung pada kehadiran kamera dan proyektor. Namun dirinya optimistis, di masa yang akan datang, fungsi kamera dan proyektor tak lagi diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selubung Karpet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian invisibility cloak yang lebih terkini adalah yang dilakukan Profesor Jingjing Zhang bersama timnya dari tiga perguruan tinggi, yaitu Denmark Technical University, University of Birmingham dan Imperial College London. Penelitian itu diberi nama ’’selubung karpet’’ (carpet cloak).&lt;br /&gt;Penelitian yang dirilis dalam jurnal Optics Express pada April 2011 ini, merupakan upaya penyempurnaan. Teknologi invisibility cloak yang telah ada sebelumnya, masih memiliki kendala. Ukuran selubung harus jauh lebih besar dari objek yang ditutupi. Permasalahan ini dipecahkan Profesor Zhang menggunakan bahan bernama silicon on insulator (SOI).&lt;br /&gt;Bahan ini bersifat anisotropik, yaitu tiap sudut memiliki karakter fisik yang berbeda. Satu hal penting dalam pembuatan selubung karpet adalah, pemasangan silikon pada lapisan paling atas SOI. Silikon yang digunakan harus sesuai ukuran dan strukturnya. Pemasangan yang benar akan menentukan panjang gelombang cahaya, yang nantinya berpengaruh pada proses penyelubungan (cloaking). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOI menjadikan selubung karpet memiliki ukuran yang hanya sedikit lebih besar dari benda yang ditutupi. Ini lebih sederhana dibanding teknologi terdahulu. Layaknya benda yang ditutup karpet, maka akan terlihat adanya tonjolan di atasnya. Dalam penelitian ini, Profesor Zhang bersama timnya berhasil menciptakan ilusi, yaitu menyembunyikan tonjolan tersebut, sehingga terlihat seperti bidang datar. Itu sebabnya, teknologi ini disebut selubung karpet.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-360228555644179888?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/360228555644179888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/10/selubung-ajaib-tank-tempur-pun-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/360228555644179888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/360228555644179888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/10/selubung-ajaib-tank-tempur-pun-tak.html' title='SELUBUNG AJAIB, TANK TEMPUR PUN TAK TERLIHAT'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-slEQwGhSd1w/Toj3Ger9cvI/AAAAAAAAAgM/U6fTy1PfFvU/s72-c/invisibility-tank-technology-future.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-7403275697267464046</id><published>2011-09-19T06:46:00.001+07:00</published><updated>2011-09-19T06:49:35.977+07:00</updated><title type='text'>TERBANG DENGAN KERETA MAGLEV</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3HgzCXKtzUc/TnaDc2qOHTI/AAAAAAAAAgE/cTlMSC-hQVg/s1600/800px-Twinshin.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3HgzCXKtzUc/TnaDc2qOHTI/AAAAAAAAAgE/cTlMSC-hQVg/s320/800px-Twinshin.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653850913942412594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 14 September 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta api merupakan moda transportasi massal yang favorit di negara mana pun, termasuk di Indonesia. Di masa liburan seperti Lebaran, kursi kereta selalu penuh diserbu pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa negara maju, seperti Jepang, Jerman, dan Amerika, kebutuhan akan moda ini memaksa mereka menciptakan inovasi, berupa kereta yang mampu melaju dengan kecepatan seperti jet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta super cepat seperti itu dikenal dengan Magnetically Levitated (Maglev), yaitu kereta yang bergerak melayang akibat gaya magnet. Kereta ini melayang karena gerbongnya tak menempel pada rel. Proses terbang disebabkan oleh gaya tolak magnet pada rel, sehingga kereta terangkat sekitar 10 milimeter ñ 1 sentimeter.&lt;br /&gt;Kemampuannya melesat hingga 650 kilometer / jam, dihasilkan oleh motor induksi, yaitu tenaga penggerak yang bekerja berdasarkan induksi elektromagnet. Pergerakan kereta merupakan hasil interaksi antara rel yang mengandung magnet dengan mesin induksi, yang juga menghasilkan medan magnet pada kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta Maglev dirasakan lebih hemat dalam perawatan, sebab tak memiliki roda yang perlu diganti secara berkala, seperti pada kereta konvensional. Rel Maglev juga tak mengalami aus, dikarenakan pergerakan kereta tak menimbulkan gesekan. Tak adanya gesekan juga menjadikan kereta ini tak mengeluarkan suara yang mengganggu.&lt;br /&gt;Namun kereta jenis ini juga tak lepas dari kekurangan. Dikarenakan melaju dengan kecepatan yang sedemikian tinggi, potensi kecelakaan bisa terjadi jika terdapat gangguan pada sistem induksi magnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Angkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya angkat pada kereta Maglev menggunakan prinsip gaya tarik dan tolak kutub magnet. Magnet pada dinding yang memagari rel, dihasilkan oleh induksi elektromagnet akibat gerakan kereta. Ketika posisi kereta beberapa sentimeter di bawah pusat magnet dinding ini, maka kutub selatan dinding akan menarik kereta ke atas, dan kutub utaranya juga mendorong kereta ke atas. Gaya tarik dan dorong ini menyebabkan kereta melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding rel tak hanya berfungsi menggerakkan dan mengangkat kereta. Namun juga sebagai pengendali arah, agar kereta tak keluar jalur (anjlok).&lt;br /&gt;Ketika kereta oleng ke kiri, kumparan kawat dinding kiri dan kanan berubah menjadi magnet. Magnet pada kedua sisi dinding memiliki kutub yang sama.&lt;br /&gt;Misal gerbong yang berhadapan dengan dinding kiri memiliki kutub utara, dan gerbong yang berhadapan dengan dinding kanan memiliki kutub selatan. Pada sisi kiri akan terjadi tolak - menolak antara kutub utara dinding dan kutub utara gerbong. Sementara pada sisi kanan terjadi tarik menarik antara kutub utara dinding dan kutub selatan kereta. Gaya ini akan mengembalikan kereta pada posisi stabil di tengah rel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya angkat Maglev menyebabkan kereta sama sekali tak menyentuh rel, sehingga tak terjadi gesekan. Akibatnya, keareta meluncur dengan kecepatan tinggi tanpa resistensi (hambatan) gesekan. Yang tersisa adalah resistensi udara, dan untuk mengatasinya dibuatlah rancangan kereta yang bagian depannya berbentuk moncong pesawat terbang.&lt;br /&gt;Untuk membuat kereta bergerak, juga menggunakan gaya magnet. Barisan magnet yang tersebar di sepanjang dinding rel, dihasilkan oleh arus listrik bolak - balik dari beberapa stasiun terdekat. Kutub utara di gerbong paling depan, ditarik oleh kutub selatan dan ditolak oleh kutub utara dinding rel. Hal serupa juga terjadi pada sisi lain kereta. Gaya tarik dan tolak yang bekerja bersamaan ini, membuat kereta bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi dasar motor induksi, pertama kali dipatenkan Eric Laithwaite pada tahun 1948, dengan nama Electromagnetic Levitation. Sementara paten untuk kereta Maglev dikeluarkan pada tahun 1969 di Amerika Serikat. Kendati demikian, Jepang dan Jerman merupakan negara yang rajin melakukan pengembangan teknologi Maglev. Disebabkan besarnya investasi moda transportasi ini, di tahun 2005 hanya ada dua jalur Maglev di dunia yang dibuka untuk umum, yaitu di China dan Jepang.  &lt;br /&gt;Di Jerman, peristiwa kecelakaan yang disebabkan kereta Maglev pernah terjadi pada 22 September 2006. Kereta ini menabrak sebuah gerbong pemeliharaan, sehingga memakan 23 korban jiwa dan sepuluh orang luka ñ luka. Insiden lain juga terjadi di China pada 11 Agustus 2006. Sebuah kereta Maglev terbakar sesaat setelah meninggalkan stasiun Longyang di trayek komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, di sisi lain, Maglev juga menawarkan kenyamanan bertransportasi. Interior kereta ini dibuat apik setingkat kelas bisnis pada pesawat terbang. Kereta ini juga dilengkapi pemanas dan pendingin udara, serta piranti antigetar, sehingga penumpang merasa nyaman, sambil menikmati indahnya pemandangan di luar kereta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-7403275697267464046?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/7403275697267464046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/09/terbang-dengan-kereta-maglev.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/7403275697267464046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/7403275697267464046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/09/terbang-dengan-kereta-maglev.html' title='TERBANG DENGAN KERETA MAGLEV'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3HgzCXKtzUc/TnaDc2qOHTI/AAAAAAAAAgE/cTlMSC-hQVg/s72-c/800px-Twinshin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-8185371446798187865</id><published>2011-08-05T09:21:00.001+07:00</published><updated>2011-08-05T09:23:27.731+07:00</updated><title type='text'>BERAWAL COBA – COBA, HASILNYA LUAR BIASA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XM-Xx8Fccyo/TjtUFL0B8zI/AAAAAAAAAf8/gczqF6XMqGY/s1600/28%2Bmei%2B-%2Bvivi%2Bsetyowati%2B-%2Bbakpia%2B72.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XM-Xx8Fccyo/TjtUFL0B8zI/AAAAAAAAAf8/gczqF6XMqGY/s320/28%2Bmei%2B-%2Bvivi%2Bsetyowati%2B-%2Bbakpia%2B72.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637191806631408434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;www.sriboga-flourmill.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran adalah salah satu syarat yang harus dipatuhi oleh pengusaha yang baru saja mengawali bisnis. Apalagi jika yang digeluti adalah makanan. Sebab usaha di bidang ini, yang dijual utamanya adalah rasa. Dan untuk mendapatkan rasa yang istimewa, dibutuhkan waktu yang tak sebentar mengulik – ulik bahan dan resep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Nol&lt;br /&gt;Itulah yang dilakukan Vivi ketika pertama kali memulai usaha bakpianya di tahun 1989. Sebelum berani menjual ke pasaran, dia harus memastikan bahwa rasa bakpia yang dia buat benar – benar meyakinkan. Untuk itu, dirinya dengan telaten mengolah bahan – bahan, hingga diperoleh komposisi yang pas. Kala itu, tepung terigu yang digunakan pun tak lebih dari 5 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali berjualan, dirinya merangkak dari nol, dengan modal yang minim dan peralatan seadanya. Walaupun begitu, Vivi tak berkecil hati. Dirinya tetap semangat, apalagi saat itu belum banyak orang yang berjualan bakpia. Perempuan bernama lengkap Vivi Setyowati ini, kala itu juga tak memiliki karyawan, sebab belum tersedia anggaran untuk itu. Namun Vivi beruntung karena sang suami tercinta selalu setia menemani dan membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan pemasaran, dirinya pun melakukannya sendirian. Dengan bersepeda, Vivi menawarkan bakpia buatannya ke beberapa pasar, warung serta toko di dekat rumahnya. Setelah lima tahun berjalan, usahanya mulai memberikan keuntungan, sehingga dirinya memiliki tambahan modal untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dilakukan Vivi kemudian adalah mengganti kendaraan operasional, dari sepeda menjadi sepeda motor. Vivi beralasan, selain lebih praktis, dengan sepeda motor, bakpia yang dia produksi akan lebih cepat sampai ke tujuan.  Sehingga konsumen tak perlu lama - lama menunggu, untuk menikmati bakpia pesanan mereka. Selain motor, dirinya juga menambah beberapa peralatan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen Terjaring&lt;br /&gt;Pada akhirnya Vivi memutuskan mengangkat karyawan ketika resep coba – coba yang dia miliki, telah membuat geger jagad Yogyakarta. Orang – orang mulai gelisah, ingin tahu di mana tempat usaha Vivi. Mereka tak mau ketinggalan ingin mencicipi kelezatan bakpia buatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari perkembangan bisnisnya yang menggembirakan, Vivi pun tak ingin mengecewakan konsumennya. Maka, dari keuntungan yang telah diraih, dirinya mulai menambah beberapa karyawan, untuk membantunya memenuhi pesanan yang mulai membanjir. Selain itu, supaya pelanggan baru juga bisa terjaring dan ikut merasakan bakpia yang dia buat.           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empuk dan Gurih&lt;br /&gt;Kesuksesan usaha yang telah dijalani Vivi dan suami selama 22 tahun, tentunya sangat dipengaruhi oleh satu hal vital, yaitu bahan baku tepung terigu. Jika bahan baku tak berkualitas, mustahil rasanya sebuah bisnis makanan yang berbasis terigu, bisa bertahan hingga puluhan tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Vivi kesengsem pada tepung terigu produksi Sriboga Raturaya. Menurutnya, bakpia yang dibuat menggunakan terigu Sriboga hasilnya lebih enak, empuk dan gurih. Imbasnya, orang – orang semakin banyak yang tertarik, sehingga bisnisnya semakin berkembang. Pemasaran pun melebar hingga ke luar kota Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsumsi terigu sekitar dua sak per hari, Vivi mendapatkan omzet yang besar. Sehingga kini dirinya mampu menambah karyawan menjadi sebelas orang. Vivi pun bisa menambah kendaraan operasional menjadi tiga sepeda motor dan satu mobil. Dirinya berharap, pesona Sriboga akan terus menemani bisnis bakpianya, sehingga semakin maju dan berkembang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-8185371446798187865?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/8185371446798187865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/08/berawal-coba-coba-hasilnya-luar-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8185371446798187865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8185371446798187865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/08/berawal-coba-coba-hasilnya-luar-biasa.html' title='BERAWAL COBA – COBA, HASILNYA LUAR BIASA'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XM-Xx8Fccyo/TjtUFL0B8zI/AAAAAAAAAf8/gczqF6XMqGY/s72-c/28%2Bmei%2B-%2Bvivi%2Bsetyowati%2B-%2Bbakpia%2B72.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-1961924225760778748</id><published>2011-07-20T09:17:00.001+07:00</published><updated>2011-07-20T09:27:51.031+07:00</updated><title type='text'>MENJADI RAJA DI USIA BELIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-t3ZwRc4zA_k/TiY8uHCDNZI/AAAAAAAAAf0/2GK4BiH2YZk/s1600/IMG_0685.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-t3ZwRc4zA_k/TiY8uHCDNZI/AAAAAAAAAf0/2GK4BiH2YZk/s320/IMG_0685.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631255146932680082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;www.sriboga-flourmill.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia belia bukanlah halangan bagi PT. Sriboga Raturaya untuk lebih menunjukkan eksistensinya. Terbukti pada 13 tahun perjalanan usahanya, Sriboga telah menorehkan berbagai prestasi serta produk terigu berkualitas prima, yang bisa dinikmati mulai konsumen setingkat rumah tangga, UKM, hingga premium class.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gebyar 13 Tahun&lt;br /&gt;Puncak perayaan ulang tahun Sriboga ke 13 diselenggarakan pada 16 Juli 2011, berpusat di alun – alun utara Yogyakarta. Sejak pagi serangkaian acara telah dilangsungkan, diawali Kongres Koperasi yang diikuti para pengurus koperasi Mitra Sriboga di seluruh area Jawa Tengah dan DIY, bertempat di Hotel Ruba Graha, Yogyakarta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya, digelar Bazaar UKM berbasis terigu, diikuti 25 koperasi Mitra Sriboga.  Mereka menawarkan keunikan produk andalan masing – masing, yang cukup menarik perhatian pengunjung untuk mencicipi. Selain stan UKM, Sriboga sebagai penyelenggara juga menempati beberapa stan yang ramai disambangi. Salah satunya adalah stan Donat Fiesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donat Fiesta&lt;br /&gt;Ini merupakan kegiatan lomba menghias donat bagi kaum ibu dan anak – anak. Mereka tampak antusias dengan acara ini, terutama anak – anak. Sebab, mereka bisa mengekspresikan kreasinya masing – masing. Pemenangnya mendapatkan hadiah kaos, dan peserta yang kalah tak kemudian menjadi sedih, sebab mereka masih bisa  menikmati donat yang telah mereka hias sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di stan Sriboga lainnya, suasana juga tak kalah ramai. Rupanya sedang berlangsung pengundian hadiah hiburan Gebyar 13 Tahun Sriboga Raturaya, bagi pengunjung yang telah membeli produk terigu Sriboga sebelumnya. Namun, hadiah utamanya masih akan diumumkan nanti di panggung utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas Wayang&lt;br /&gt;Acara berikutnya beralih ke panggung utama, sebagai puncak acara digelar pementasan wayang kulit dengan lakon Wahyu Makuto Romo, yang dibawakan dalang kondang Ki Djoko ’Edan’ Hadiwijoyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelumnya, Bapak Alwin Arifin selaku Direktur Utama PT. Sriboga Raturaya, berkenan menyampaikan sambutannya. Di hadapan segenap jajaran direksi dan manajemen Sriboga, serta tamu undangan yang hadir, Bapak Alwin menuturkan, pementasan wayang kulit penting diadakan pada setiap perayaan ulang tahun Sriboga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, wayang adalah kesenian yang kental dengan budaya Jawa. Sementara Sriboga berlokasi di kota Semarang, dengan basis konsumen di regional Jateng dan DIY. Jadi, pementasan wayang merupakan cara Sriboga menghargai dan menghormati budaya Jawa, sebagai rumah tempat tinggalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;Acara dilanjutkan dengan pemberian beasiswa belajar di Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) Bandung, periode tahun 2011. Beasiswa ini diberikan kepada sepuluh putra – putri anggota koperasi Mitra Sriboga. Dilanjutkan lagi dengan pemberian penghargaan stan terbaik pada Bazaar UKM, yang tahun ini diraih Koperasi Sumekar Yogyakarta, dan berhak atas hadiah uang sebesar 3,5 juta rupiah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk hadiah utama Gebyar 13 Tahun Sriboga, Panitia telah menyiapkan tiga sepeda motor, yaitu Honda Supra Fit yang akhirnya dimenangkan Suwarti, warga Gamping Sleman. Mumun Mulyawan yang bertempat tinggal di Kuningan, Jawa Barat berhasil merebut motor ke dua, Honda Vario. Dan terakhir adalah Honda Megapro, yang berhasil diboyong pulang Maria Santajaya ke Purworejo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangan Produksi Sehat&lt;br /&gt;Penghargaan Pangan Produksi Sehat, untuk kategori UKM mie dan non mie, dimana penghargaan ini dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Jateng Timur, Jateng Barat dan Jateng DIY. Untuk kategori mie, pemenang di masing – masing wilayah mendapatkan hadiah satu unit gerobak dan uang pembinaan sebesar 7,5 juta rupiah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kategori non mie, pemenangnya mendapatkan hadiah satu unit mixer dan uang pembinaan sebesar 7,5 juta rupiah. Sementara pemenang ke dua untuk masing – masing kategori, memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk area Jateng Timur, pada kategori mie, pemenang pertama diraih Mie Bu Winarni dari Koperasi IWABI, Boyolali. Pemenang ke dua jatuh pada Mie Pak Toman dari Koperasi Koppemi Makmur, Semarang. Sementara kategori non mie, juara pertama jatuh pada Roti Dahlia (Tomi Rukmana), Klaten. Dan juara ke dua diraih Roti Alvian (H. Muslikhan) dari Koperasi Karya Mandiri, Kudus.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wilayah Jateng Barat, pada kategori mie, tempat pertama diraih Mie Pak Sahroni dari Koperasi Karya Mulya, Pemalang. Tempat ke dua jatuh pada Mie Pak Sartiman, juga dari Koperasi Karya Mulya. Sedangkan kategori non mie, pemenang pertama direbut Bahari Bakery (Bahrudin) dari Koperasi Karomi Jaya, Tegal. Pemenang ke dua jatuh pada Adios Bakery (Sukamto Adi) dari Koperasi Kobami, Kendal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bustanil Arifin Award&lt;br /&gt;Acara kemudian tiba pada penghargaan Bustanil Arifin Award, yang dibacakan Ibu Aswita Hasril, Direktur SDM dan Budaya Perusahaan PT. Sriboga Raturaya. Dalam sambutannya, Ibu Aswita menyampaikan amanah almarhum Bapak Bustanil Arifin, yang selalu berjuang demi perkembangan koperasi Indonesia. Bapak Bustanil menginginkan  perjuangan itu terus dilanjutkan oleh Sriboga Raturaya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, amanah itu diwujudkan dalam Bustanil Arifin Award. Penghargaan ini pertama kali diberikan saat ulang tahun Sriboga ke 11 tahun 2009 lalu. Dan tahun ini, Bustanil Arifin Award diberikan kepada Koperasi Karya Boga, Welahan  Jepara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Makuto Romo&lt;br /&gt;Puncak acara, yaitu pementasan wayang kulit, ditandai penyerahan Gunungan oleh Bapak Alwin Arifin kepada dalang Ki Djoko ’Edan’ Hadiwijoyo.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Makuto Romo merupakan lakon yang bersumber dari kisah Ramayana, berisi nasihat Sri Rama kepada Bharata adik tirinya, tentang delapan pedoman (Astabrata) yang harus dilakukan agar menjadi raja yang bijaksana. Ajaran inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan Wahyu Makuto Romo (Wejangan Mahkota Rama).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wejangan ini tentunya telah diadaptasi Sriboga dalam keseharian kinerjanya. Sebab, di usianya yang masih remaja, kini Sriboga telah menjadi raja dan panutan di percaturan industri terigu nasional. Masyarakat Jateng dan DIY khususnya, berharap Sriboga akan terus menjadi yang terbaik, dengan kualitas, layanan serta program kemitraan yang selalu terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun Sriboga…. !.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-1961924225760778748?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/1961924225760778748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/07/menjadi-raja-di-usia-belia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/1961924225760778748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/1961924225760778748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/07/menjadi-raja-di-usia-belia.html' title='MENJADI RAJA DI USIA BELIA'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-t3ZwRc4zA_k/TiY8uHCDNZI/AAAAAAAAAf0/2GK4BiH2YZk/s72-c/IMG_0685.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-139473142210153629</id><published>2011-07-19T10:29:00.001+07:00</published><updated>2011-07-19T10:34:10.634+07:00</updated><title type='text'>BERSYUKUR DAN POSITIVE THINKING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Unz_x566Wd0/TiT7Im9GSVI/AAAAAAAAAfs/_JsUVQv9jwI/s1600/28%2Bmei%2B-%2Bsandy%2Bbanawi%252C%2Banaknya%2Bsuhandoyo%2Bbanawi%2B-%2Bmie%2Bikan%2Bpaus.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Unz_x566Wd0/TiT7Im9GSVI/AAAAAAAAAfs/_JsUVQv9jwI/s320/28%2Bmei%2B-%2Bsandy%2Bbanawi%252C%2Banaknya%2Bsuhandoyo%2Bbanawi%2B-%2Bmie%2Bikan%2Bpaus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630901559434299730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;www.sriboga-flourmill.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung sekali rasanya ketika baru membuka bisnis, ternyata persaingan tak begitu ketat. Hal ini dialami Suhandoyo ketika merintis usaha mie kering di tahun 1989. Walaupun begitu, bukan berarti dirinya tak menghadapi permasalahan, terutama di awal tahun. Sebagai contoh, pasokan sepuluh sak tepung terigu per hari pada saat pertama kali berbisnis, didapatnya dari berhutang.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran Luas&lt;br /&gt;Pria bernama lengkap Suhandoyo Banawi ini, mendapatkan resep mie keringnya dari warisan turun - temurun. Resep itu kemudian dia ajarkan kepada sepuluh karyawannya kala itu. Dalam membuat mie, dirinya tak menggunakan mesin, melainkan tangan, namun mengeringkannya memakai oven. Inilah yang menjadi keunikan produk buatan Suhandoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemasaran pun dirinya menyasar langsung pada pasar tradisional, bukan distributor. Ini dia lakukan agar produk yang menggunakan merek ”Mie Ikan Paus” ini bisa mencakup segmen yang lebih luas. Wilayah pemasarannya pun tak cukup di seputaran pulau Jawa, namun meluas hingga Banjarmasin dan Balikpapan.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur&lt;br /&gt;Setiap bisnis pasti akan menemui permasalahan yang beragam. Suhandoyo selalu memberikan perhatian pada hal – hal kecil yang seringkali diremehkan dan dengan mudah diabaikan. Padahal, perkara – perkara sepele itu bagaikan mata pisau. Mereka memiliki potensi membawa bisnis menjadi sukses, namun bisa juga sebaliknya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk yang menyangkut karyawan. Suhandoyo adalah contoh pengusaha yang peduli pada karyawannya. Ketika kinerja seorang karyawan menurun dan mempengaruhi produktivitas usaha secara umum, maka dirinya tak sungkan – sungkan menanyakan langsung apa penyebabnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan lain yang umum ditemui adalah kenaikan harga bahan baku tepung terigu. Ini pun dirasakan Suhandoyo. Namun dirinya menyikapi itu dengan tetap berpikiran positif dan bersabar. Sebab setiap bisnis pasti akan mengalami pasang surut. Dirinya tetap optimis harga terigu akan kembali normal sehingga bisnisnya bisa kembali berjalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang juga tak pernah dilupakannya adalah selalu bersyukur atas apapun yang terjadi. Artinya, ketika bisnis berjalan lancar, dia bersyukur. Dan ketika didera permasalahan pun dirinya tetap bersyukur, sebab syukur adalah ungkapan bahwa manusia tak ada apa – apanya di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi persaingan pun Suhandoyo punya cara tersendiri. Dia tetap mengolah produk mie nya dengan cara jujur, tak ingin melakukan hal – hal yang kurang berkenan, seperti mencampur bahan ini dengan bahan itu. Sebab, cara – cara seperti itu hanya akan merusak citra produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misoa&lt;br /&gt;Bisnis Suhandoyo semakin berkembang ketika dirinya menambah produk misoa kering pada tahun 2003. Untuk yang satu ini, dirinya memberikan kepercayaan kepada putranya yang bernama Sandy Banawi, untuk menangani. Jumlah karyawannya pun kini bertambah menjadi 50 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhandoyo adalah teman baik Sriboga Raturaya. Bagaimana tidak, dirinya telah menggunakan semua produk selain Pita Merah, sejak Sriboga pertama kali beroperasi penuh di tahun 1998. Produk – produk itu misalnya Tali Kuning, Naga Merah, Naga Hijau, Naga Biru, Tali Emas dan Beruang Biru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan kebutuhan terigu sebanyak 250 sak per hari, bisa dibayangkan berapa omzet yang dihasilkan per minggunya. Selama berteman dengan Sriboga, dirinya juga telah beberapa kali diajak berpartisipasi dalam acara Mega Jateng Fair, Pasar Semawis dan Jateng Fair 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-139473142210153629?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/139473142210153629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/07/bersyukur-dan-positive-thinking.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/139473142210153629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/139473142210153629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/07/bersyukur-dan-positive-thinking.html' title='BERSYUKUR DAN POSITIVE THINKING'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Unz_x566Wd0/TiT7Im9GSVI/AAAAAAAAAfs/_JsUVQv9jwI/s72-c/28%2Bmei%2B-%2Bsandy%2Bbanawi%252C%2Banaknya%2Bsuhandoyo%2Bbanawi%2B-%2Bmie%2Bikan%2Bpaus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-4676356575368665346</id><published>2011-07-13T09:09:00.001+07:00</published><updated>2011-07-13T09:13:11.482+07:00</updated><title type='text'>BANGGA JAWA TENGAHKU, BANGGA SRIBOGAKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-5FVplmH7n30/Thz_EWUBg0I/AAAAAAAAAfk/BQeOHbcPKtU/s1600/IMG_0584.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5FVplmH7n30/Thz_EWUBg0I/AAAAAAAAAfk/BQeOHbcPKtU/s320/IMG_0584.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5628654084480402242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;www.sriboga-flourmill.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jateng Fair merupakan ajang tahunan yang digelar Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, sebagai sarana promosi produk dan hasil pembangunan dari seluruh kabupaten di Propinsi ini. Selain itu, acara yang dahulu bernama Pekan Raya Promosi Pembangunan ini, juga dimeriahkan berbagai arena hiburan keluarga dan panggung seni. Tahun ini, perhelatan Jateng Fair diikuti kurang lebih 280 stan, dengan pengunjung mencapai 225 ribu orang dan nilai transaksi hingga 40.2 miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 17 Juni 2011 lalu, Jateng Fair 2011 dibuka resmi oleh Gubernur, ditandai pemukulan gong. Dalam sambutannya, Bapak Bibit Waluyo berharap ajang ini bisa memberi kesempatan bagi para pelaku usaha di Jawa Tengah, untuk lebih berkembang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajang Jateng Fair ini tentunya tak disia – siakan Sriboga Raturaya, untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat Jawa Tengah, lewat promosi produk – produk berkualitas tinggi. Tahun ini, Sriboga tampil dengan dekorasi stan yang indah nan memikat. Susunan lampu gantung serta latar belakang yang dominan berwarna kuning, memberikan kesan cerah nan meriah. Stan juga dilengkapi kursi – kursi bagi pengunjung yang menyempatkan diri mampir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stan ini diisi sekitar 16 Mitra Sriboga yang secara bergantian memamerkan produk andalan mereka. Mitra - mitra ini merupakan para pelaku UMKM yang telah membuktikan kehebatan tepung terigu produksi Sriboga, sehingga mendulang kesuksesan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya memajang produk, tiap akhir pekan, mereka juga mendemonstrasikan cara pembuatan produk yang mereka jual. Demo ini cukup menarik perhatian pengunjung yang sedang melintas. Contohnya saat Bakpia Pathuk 72 mempertontonkan cara pembuatan bakpia dengan berbagai macam isian. Pengunjung terlihat antusias dengan mengajukan banyak pertanyaan seputar jenis terigu Sriboga yang digunakan, serta kelebihannya. Tak cukup menyaksikan demonstrasi, pengunjung juga berkesempatan mencicipi bakpia yang telah diracik tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme ini terus berlanjut pada mitra – mitra lain tiap minggunya. Hingga akhir perhelatan Jateng Fair 10 Juli 2011 lalu, stan Sriboga selalu ramai disambangi pengunjung. Misalnya ketika Lumpia Pak Edy juga berkesempatan mempertunjukkan pembuatan kulit lumpia. Selama ini orang hanya sebatas menikmati camilan khas Semarang ini, namun ketika seorang karyawan Pak Edy memulai aksinya, para pengunjung pun berduyun – duyun ingin menyaksikan langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ajang Jateng Fair 2011 ini, Sriboga Raturaya tak hanya mempromosikan tepung terigu dan produk makanan yang dihasilkan darinya. Dalam rangka menggugah minat masyarakat untuk ikut berwirausaha, Sriboga juga berbagi kisah sukses sejumlah pelaku UMKM berbasis terigu, yang telah bertahun – tahun menjadi Mitra Sriboga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah – kisah tersebut tertuang dalam sebuah buklet. Di dalamnya para Mitra Sriboga menceritakan perjalanan usaha yang diawali dengan susah payah dan air mata, namun tetap ditekuni dengan sabar, hingga akhirnya menuai kesuksesan yang membuat hidup lebih bahagia. Mereka memiliki kisah uniknya masing – masing, yang saling berbeda satu sama lain.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung bagi pengunjung stan Sriboga yang telah mendapatkan buklet ini secara gratis, sebab cerita – cerita di dalamnya mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat luas, untuk memulai sebuah usaha dan menjadi mitra Sriboga berikutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stan Terfavorit&lt;br /&gt;Dekorasi stan yang cantik dan strategi jitu lewat kegiatan demo yang interaktif, terbukti mengundang perhatian banyak pengunjung. Apalagi ketika mereka yang melintas diberi kesempatan mencicipi gratis produk makanan dari para Mitra Sriboga, membuat stan ini menjadi tujuan utama yang harus disambangi. Maka tak heran jika pada penutupan Jateng Fair 2011 kemarin, Sriboga Raturaya mendapatkan penghargaan sebagai Stan Terfavorit peringkat pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhelatan Jateng Fair 2011 mengusung tema ’Bangga Jawa Tengahku’. Demikian pula halnya dengan Sriboga Raturaya, yang telah menjadi kebanggaan mitra – mitranya, dan masyarakat Jawa Tengah khususnya. Sebab, dengan kualitas produk, layanan serta program kemitraan yang mumpuni, Sriboga menjadi perusahaan yang diperhitungkan dalam meningkatkan dan memajukan kehidupan ekonomi Jawa Tengah, sehingga tumbuh menjadi propinsi yang membanggakan bagi masyarakatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-4676356575368665346?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/4676356575368665346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/07/bangga-jawa-tengahku-bangga-sribogaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/4676356575368665346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/4676356575368665346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/07/bangga-jawa-tengahku-bangga-sribogaku.html' title='BANGGA JAWA TENGAHKU, BANGGA SRIBOGAKU'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5FVplmH7n30/Thz_EWUBg0I/AAAAAAAAAfk/BQeOHbcPKtU/s72-c/IMG_0584.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-7935729983639504345</id><published>2011-07-03T07:45:00.001+07:00</published><updated>2011-07-03T07:48:37.751+07:00</updated><title type='text'>BERANI DAN MODAL NEKAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-qjrOYqn45ss/Tg-8SnTMpSI/AAAAAAAAAfc/-wJNiZSWp6o/s1600/28%2Bmei%2B-%2Bsodikin%2B-%2Bmartabak%2Bbang%2Bsodik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-qjrOYqn45ss/Tg-8SnTMpSI/AAAAAAAAAfc/-wJNiZSWp6o/s320/28%2Bmei%2B-%2Bsodikin%2B-%2Bmartabak%2Bbang%2Bsodik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624921487582209314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;www.sriboga-flourmill.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan orang yang ingin keluar dari hidup yang serba terbatas, Sodikin pun rela meninggalkan kampungnya tercinta, untuk mengadu nasib di tempat lain. Dan yang menjadi pilihannya adalah kota Semarang, yang menjanjikan masa depan bagi orang – orang di sekitar Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menderita Di Awal Tahun&lt;br /&gt;Sodikin pun hijrah ke Semarang dan bekerja di bagian food court pada sebuah perusahaan. Setelah beberapa tahun bekerja di sana, Sodikin merasa tak mungkin bisa jadi orang sukses jika terus – terusan jadi karyawan. Dia sadar harus maju, harus berubah. Sodikin pun mulai berpikir membuka usaha sendiri. Dan yang jadi pilihannya adalah martabak, sebab menurutnya cara membuatnya mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibantu Sunarti sang istri, Sodikin mengawali usaha pada tahun 1993 dengan berjualan secara kaki lima. Bukan hanya martabak, dirinya juga menambah dengan tahu petis. Namun, kenyataan memang tak seindah harapan. Karena perantau, dirinya sama sekali tak punya teman di Semarang. Sehingga tak tahu strategi apa yang harus dijalankan agar sukses berjualan di kota ini. Akibatnya, di awal tahun usahanya tak memberikan hasil maksimal. Sehari dia hanya mendapatkan keuntungan Rp. 11.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodikin lalu berpikir, dia harus melakukan sesuatu untuk menghidupi keluarganya. Dirinya lalu mencoba berjualan durian. Tapi ternyata itu pun tak berhasil, sebab Sodikin tak memperoleh keuntungan apapun. Hal itu memaksanya kembali berpikir keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian dia memutuskan menarik becak di siang hari, dan malamnya berjualan martabak, dengan kondisi badan yang sudah lelah setelah menarik becak. Sodikin menuturkan, setidaknya selama kurang lebih delapan tahun dirinya belum bisa menikmati hasil dari perjuangan yang dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secercah Harapan&lt;br /&gt;Walaupun lelah, Sodikin tetap menjalaninya dengan sabar. Dirinya sadar harus terus bergerak. Hingga kemudian bisnisnya menunjukkan secercah harapan di tahun 1998, ketika dirinya punya keinginan membuka kantin sekolah. Berkat informasi dari teman, Sodikin lalu menemui seorang kepala sekolah walaupun tidak kenal, untuk mengutarakan niatnya. Dirinya melakukan itu hanya dengan modal nekad dan keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Sodikin pun akhirnya diberi kesempatan membuka kantin di sekolah tersebut. Lalu, dengan modal nekad dan keberanian pula, dirinya berinisiatif bergabung dengan Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI). Ini dia lakukan agar wawasan dan pergaulannya semakin luas, yang nantinya akan bermanfaat bagi kemajuan usahanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan usaha berlabel ”Martabak Bang Sodik” usahanya mulai banyak dikenal dan memiliki dua cabang. Apalagi ketika seorang ajudan Walikota Semarang memesan martabak yang dia buat, untuk menjamu tamu dalam sebuah acara. Berkat rekomendasi sang ajudan, Walikota Semarang pun termasuk dalam daftar pelanggan setianya. Sodikin kini juga melayani pesanan untuk pesta pernikahan. Tak tanggung – tanggung, dirinya mampu memenuhi permintaan hingga sepuluh gedung di hari Sabtu dan Minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal Nekad&lt;br /&gt;Sodikin menuturkan, kunci kesuksesannya adalah berani dan modal nekad serta optimis. Dan yang tak kalah penting, untuk perantau seperti dirinya, harus segera punya teman, sebab itu sangat membantu kelancaran usaha. Dan dari berteman dengan Sriboga Raturaya, dirinya menemukan bahan baku yang tinggi kualitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Sodikin dan istri juga merasa dihargai, sebab mendapatkan bimbingan usaha lewat sarana Koperasi Mitra Sriboga. Selain itu, dia juga diajak mengunjungi sentra industri kecil lain untuk studi banding. Setelah belasan tahun berbisnis martabak, Sodikin sudah mendapatkan hasil yang semakin melebarkan senyumnya. Omzet usahanya mencapai 30 juta per minggu, dengan konsumsi empat sak Beruang Biru dan Tali Emas per minggunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-7935729983639504345?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/7935729983639504345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/07/berani-dan-modal-nekad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/7935729983639504345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/7935729983639504345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/07/berani-dan-modal-nekad.html' title='BERANI DAN MODAL NEKAD'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qjrOYqn45ss/Tg-8SnTMpSI/AAAAAAAAAfc/-wJNiZSWp6o/s72-c/28%2Bmei%2B-%2Bsodikin%2B-%2Bmartabak%2Bbang%2Bsodik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-2371373680628455969</id><published>2011-06-06T09:16:00.003+07:00</published><updated>2011-06-06T09:23:41.435+07:00</updated><title type='text'>TELEPORTASI BUKAN LAGI TONTONAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6K9dT_Mws8s/Tew57a_K7VI/AAAAAAAAAfU/R7UHwE8nO_Q/s1600/teleport-278.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6K9dT_Mws8s/Tew57a_K7VI/AAAAAAAAAfU/R7UHwE8nO_Q/s320/teleport-278.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614926528443510098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 6 Juni 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1980an, ketika menonton serial Star Trek, kita dibuat terpana dengan adegan perpindahan seseorang dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya puluhan ribu kilometer, dengan secepat kilat. Sejak itu, kita mulai akrab dengan istilah ’Teleportasi’. Lalu, di tahun 1990an, kita kembali terpesona dengan aksi teleportasi yang disuguhkan serial Quantum Leap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di era modern ini, teleportasi bukan lagi sekedar tontonan. April 2011 lalu, sebuah tim yang terdiri atas gabungan ilmuwan Australia dan Jepang berhasil melakukan uji coba teleportasi paket gelombang berupa cahaya, ke lokasi yang berbeda menggunakan mesin bernama Teleporter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleportasi Kuantum&lt;br /&gt;Teleportasi merupakan istilah yang diciptakan oleh para penulis cerita sains fiksi di masa lalu, untuk mendefinisikan proses pemindahan obyek ke lokasi lain yang jaraknya sangat jauh, dengan kecepatan luar biasa. Sedangkan kuantum didefinisikan sebagai loncatan elektron pada partikel akibat proses pemanasan, getaran atau pemancaran. Proses ini menyebabkan perubahan pada struktur atomik partikel, yang disertai transfer energi elektromagnetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bisa dikatakan, teleportasi kuantum adalah pemindahan obyek dengan bantuan energi elektromagnetik. Dalam prosesnya, obyek teleportasi terlebih dahulu dilebur hingga tingkat atomik / kuanta, kemudian dikirim lewat sinyal elektromagnetik. Di lokasi tujuan, obyek terbentuk kembali sesuai wujud semula beserta sifat aslinya, dalam waktu yang begitu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan ilmuwan Jepang dan Australia baru – baru ini, bukanlah yang pertama kali. Tahun 1997, Charles H. Bennet dari International Business Machines (IBM) mengkonfirmasi, teleportasi kuantum adalah mungkin jika obyek asli dihancurkan. Dalam eksperimennya, Bennet bersama tim di University of Innsbruck Austria, berhasil menteleportasikan sebuah foton (partikel energi yang membawa cahaya). Di tempat tujuan, didapatkan replika foton dengan fisik dan sifat yang serupa aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1998, para fisikawan dari California Institute of Technology (Caltech) juga berhasil melakukan teleportasi foton. Mereka mampu membaca struktur atomik foton, mengirimkannya melalui kabel jenis coaxial sejauh 1 meter, dan menciptakan replika foton tersebut. Sesuai prediksi, foton di lokasi asal hilang ketika replikanya terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2002, para peneliti di Australian National University (ANU) berhasil menteleportasikan sinar laser. Eksperimen berikutnya yang juga sukses adalah yang dilakukan Dr. Eugene Polzik dan timnya dari Niels Bohr Institute di Copenhagen, 4 Oktober 2006 lalu. Mereka berhasil menteleportasikan informasi berupa sinar laser di dalam suatu awan atom. Polzik menjelaskan, ini merupakan teleportasi dua objek berbeda (cahaya dan materi), yang satu sebagai pembawa informasi dan yang lain sebagai media penyimpanan. Polzik menambahkan, ini merupakan yang pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaru&lt;br /&gt;Dan yang terbaru adalah eksperimen menggunakan Teleporter di laboratorium Profesor Akira Furusawa, di Departemen Fisika Terapan Universitas Tokyo, April 2011 lalu. Ini adalah uji coba pertama di dunia, yang menteleportasikan informasi kuantum kompleks. Berawal dari sini, nantinya akan dimungkinkan teleportasi informasi bervolume besar, dengan kecepatan dan ketelitian tinggi melalui jaringan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleportasi Manusia ?&lt;br /&gt;Untuk menteleportasikan manusia, harus dibangun mesin yang bisa mengidentifikasi dan menganalisis informasi berupa satu triliun lebih atom yang menyusun tubuh manusia. Kemudian, mesin itu juga harus bisa mengirim informasi tersebut ke tempat lain, di mana tubuh asli harus direkonstruksi dengan presisi penuh. Bahkan, molekul tak boleh bergeser satu milimeter pun dari posisi aslinya. Jika tak seperti itu, di lokasi tujuan orang tersebut akan muncul dengan cacat fisik atau saraf yang parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mesin seperti itu berhasil dibuat, tubuh asli takkan mungkin benar - benar dipindahkan. Mesin tersebut akan bekerja seperti mesin faks, namun dengan presisi yang jauh lebih tinggi. Tubuh yang diteleportasi akan dibuat di mesin penerima. Lalu apa yang terjadi dengan tubuh asli ?. Ada satu teori yang menyatakan, teleportasi nantinya akan menggabungkan kloning genetik dengan proses digital (kloning biodigital).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kloning biodigital, tubuh yang dipindahkan akan tewas. Pikiran dan tubuh asli akan hilang. Sebagai gantinya, struktur atom tubuh akan dicipta ulang di lokasi lain, dan proses digital akan mencipta ulang memori, emosi, harapan dan impian. Sehingga orang tersebut akan tetap ada, tapi dalam tubuh yang baru, dengan struktur atom yang sama dengan tubuh asli, dan diprogram dengan informasi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas Tinggi&lt;br /&gt;Dari keterangan tersebut, maka dibutuhkan mesin yang sanggup merekam seluruh detil tiga dimensi tubuh manusia. Mesin itu juga harus dilengkapi teknologi berkapasitas 10 gigabit atau setara dengan 10 CD ROM. Dibutuhkan pula teknologi pemecah sandi (enkriptografi), peralatan NMR (Nuclear Magnetic Resonance) dan ESR (Electron Spin Resonance), untuk memindai atom atau nukleus tubuh manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga dibutuhkan transmiter via satelit yang sanggup mengirim ribuan gigabit data hingga ke tempat terpencil, seperti yang sekarang dimiliki teknologi internet. Dengan kata lain, mesin ini harus mampu membaca perilaku unit zat yang paling kecil, yakni kuantum energi, berikut partikel sub atomnya seperti elektron, proton, dan quark.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-2371373680628455969?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/2371373680628455969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/06/dimuat-di-harian-suara-merdeka-6-juni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2371373680628455969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2371373680628455969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/06/dimuat-di-harian-suara-merdeka-6-juni.html' title='TELEPORTASI BUKAN LAGI TONTONAN'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6K9dT_Mws8s/Tew57a_K7VI/AAAAAAAAAfU/R7UHwE8nO_Q/s72-c/teleport-278.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-8090818925599524856</id><published>2011-06-04T18:16:00.003+07:00</published><updated>2011-06-04T18:25:13.608+07:00</updated><title type='text'>BERINOVASI DAN BERBEDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.aptindo.or.id/images/srr.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 183px;" src="http://www.aptindo.or.id/images/srr.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(www.sriboga-flourmill.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mungkin didebat lagi, seorang pelaku usaha harus selalu berjuang mencurahkan segenap potensi yang dimilikinya. Utamanya, ia harus memaksimalkan kinerja otak memikirkan kelanggengan bisnisnya. Ia harus selalu mencari strategi baru agar konsumen tetap setia dan tak mundur teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan main aman, banyak pelaku usaha yang mengekor kesuksesan sebuah produk. Akibatnya terjadi kejenuhan di pasar. Konsumen pun hanya bisa pasrah sebab tak  memiliki pilihan lain. Namun banyak pula konsumen yang akhirnya beralih pada produk pengganti.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi&lt;br /&gt;Pelaku usaha harus jeli menangkap peluang ini. Karenanya, perlu dilakukan inovasi terhadap produk bisnisnya. Seorang pelaku usaha bakery harus selalu berusaha menciptakan varian baru, sesuatu yang berbeda dan segar, sehingga konsumen tak jenuh. Maka tak heran jika kita menemui berbagai jenis roti tawar, dengan variasi rasa dan tampilan berbeda. Ada roti tawar bentuk kotak, ada yang tak berkulit, ada pula roti tawar gurih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi tak sekedar untuk menyaingi produk lain. Namun juga harus bertujuan membangun pasar baru yang belum pernah dipikirkan orang, dan mencari celah ketidakpuasan konsumen terhadap produk yang sudah ada. Inovasi harus mampu membangun kekuatan merek dan membuat konsumen setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Different&lt;br /&gt;Inovasi akan efektif jika disertai diferensiasi. Jadilah orang yang berbeda, sebab itu akan menjadikan Anda unik dan mudah dikenali. Sebisa mungkin menyuguhkan produk yang berbeda, baru dan belum ada pesaingnya. Berikan sentuhan agar produk memiliki daya tarik khusus, agar berkesan mendalam di hati konsumen.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Produk yang unik akan selalu diingat dan dicari. Imbasnya, Anda bisa menaikkan harga jual. Selain itu, sebuah produk unik, jika diluncurkan pada momen tertentu, juga akan memberikan kesan khusus pada konsumen. Misalnya, donat berbentuk ketupat saat Idul Fitri, atau roti rasa kurma saat Ramadhan. Ditambah embel – embel limited edition, konsumen dengan senang hati akan membayar lebih demi menikmati keunikan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukan Hanya Produk&lt;br /&gt;Diferensiasi hendaknya tak hanya dilakukan pada produk, namun pada bidang lain. Sebagai contoh, Sriboga Raturaya merupakan satu – satunya perusahaan tepung terigu di Indonesia yang memiliki komitmen memajukan UKM berbasis terigu, dengan konsep koperasi. Lewat komitmen ini, Sriboga berusaha membangun kemesraan yang romantis dengan konsumennya, yang pada akhirnya akan menguntungkan kedua pihak juga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsitensi yang dilakukan sungguh – sungguh selama bertahun – tahun, hingga terbentuk kesan yang kuat, juga merupakan diferensiasi. Kita sering melihat  bagaimana sebuah gerai makanan Jepang yang dengan teguhnya menolak permintaan pembeli yang ingin merubah isi paket, pada menu yang tersedia. Itulah ciri khas mereka, yang menjadikannya berbeda dari yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelaku usaha bakery, harus mampu bersaing dengan segala level usaha, baik UKM maupun pemain besar. Di tengah persaingan yang seperti itu, guna menarik perhatian konsumen, pelaku usaha mesti melakukan strategi yang intinya memberikan kepuasan kepada konsumen. Misalnya, menyediakan layanan pesan antar untuk jumlah tertentu, tanpa biaya tambahan. Atau jika memungkinkan, menambah jumlah gerai agar konsumen lebih mudah mendapatkan produk roti Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didukung Kreativitas&lt;br /&gt;Pada dasanya, strategi diferensiasi dilakukan bukan hanya untuk menarik perhatian, lebih dari itu, juga untuk meraih kesetiaan konsumen. Namun, diferensiasi tak akan memuaskan jika produk standar yang sudah ada, telah memenuhi kebutuhan konsumen. Dan jika pesaing bisa meniru dengan cepat strategi yang Anda lakukan, maka diferensiasi pun menjadi tak berarti. Diferensiasi akan efektif jika produk yang ditawarkan bersifat tahan lama dan sulit ditiru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko lainnya adalah jika keunikan yang ditampilkan ternyata dianggap biasa oleh konsumen. Jika ini terjadi, maka pesaing yang menawarkan produk standar dengan harga yang lebih rendah, akan dengan mudah merebut pasar. Diferensiasi harus didukung kekuatan pemasaran, kreativitas, bakat, riset pasar dan distribusi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-8090818925599524856?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/8090818925599524856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/06/berinovasi-dan-berbeda_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8090818925599524856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8090818925599524856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/06/berinovasi-dan-berbeda_04.html' title='BERINOVASI DAN BERBEDA'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-7458649788395188282</id><published>2011-05-23T06:47:00.002+07:00</published><updated>2011-05-23T06:52:54.667+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT DATANG, TELEVISI HOLOGRAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1bXa3qvjJAI/TdmhvMo46FI/AAAAAAAAAfI/KD6xwPecdYM/s1600/porltandadfed.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1bXa3qvjJAI/TdmhvMo46FI/AAAAAAAAAfI/KD6xwPecdYM/s320/porltandadfed.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609692643085314130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 16 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya Anda masih ingat pada film Star Wars yang melegenda. Ada satu adegan yang menampilkan karakter Obi-Wan Kenobi sedang berbicara dengan Putri Leia Amidala dalam tampilan hologram. Teknologi yang pada era 80-an tersebut hanyalah sebuah sains-fiksi, tak lama lagi akan menjadi sains-fakta, yang akan menghadirkan aksi Angelina Jolie, Lady Gaga atau Valentino Rossi di ruang keluarga Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi 3 dimensi (3D) belum lagi mencapai euforianya, namun kini banyak perusahaan berlomba – lomba mengembangkan televisi hologram, yang menampilkan gambar solid (bukan transparan) yang bergerak, dalam wujud 3 dimensi yang nyata. Dan yang paling penting, tak perlu mengenakan kaca mata 3D atau peralatan khusus lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek 3D &lt;br /&gt;Pada televisi 3D yang ada selama ini, gambar dipancarkan pada mata pemirsa melalui layar, sehingga pemirsa diharuskan duduk di depan televisi agar dapat menangkap gambar yang ditampilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek 3 dimensi itu dihasilkan dengan cara menyaring cahaya dari layar televisi, melalui lengkungan film berukuran piksel yang akan merefraksikan cahaya tersebut pada mata pemirsa. Refraksi itu memberikan tampilan saling berbeda pada mata kanan dan kiri (binocular disparity), dari gambar yang sama. Sehingga otak direkayasa untuk menginterpretasikan gambar dalam wujud 3D, dengan bantuan kaca mata khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Holografis&lt;br /&gt;Pada televisi hologram nantinya, kamera stereoskopis akan merekam pantulan cahaya dari gambar, yang selanjutnya dipancarkan pada mata kanan dan kiri pemirsa, pada dua sudut yang berbeda. Sistem holografis akan menghasilkan pola lingkaran difraksi, yaitu pola terang dan gelap di sekitar obyek. Pola difraksi yang bergerak - gerak ke arah yang berbeda akan menghasilkan gambar 3 dimensi yang nyata, sehingga kaca mata 3D tak lagi dibutuhkan. Sistem ini disebut 3D Auto Stereoscopic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pseudo-holographic Image&lt;br /&gt;Akhir 2010 lalu, perusahaan Apple mendaftarkan paten untuk teknologi televisi hologram. Namun mereka tak menjelaskan lebih lanjut kapan produk tersebut akan diluncurkan. Apple mengusung sistem Pseudo-holographic Image, yang mampu mendeteksi respon pergerakan bola mata pemirsa. Tampilan 3 dimensi akan disesuaikan dengan respon tersebut, sehingga dihasilkan gambar hologram yang nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterangannya, Apple akan mengkombinasikan teknologi lengkungan film dengan pemindai 3D, agar televisi bisa mendeteksi dan memancarkan gambar langsung pada mata pemirsa. Sehingga nantinya, ketika misalnya gambar rumah sedang diproyeksikan, pemirsa yang berada di belakang gambar proyeksi tersebut akan melihat tampilan bagian belakang rumah itu secara real time dan terus - menerus. Ini mengindikasikan, televisi hologram nantinya bisa disaksikan dari segala sisi (360 derajat).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Apple&lt;br /&gt;Upaya pengembangan televisi hologram telah lama dilakukan. Jauh sebelum Apple mengumumkan patennya, perusahaan UberCool Home telah memproduksi televisi semi-hologram bernama UberCool Home Uber-Graph. Televisi ini tidak benar – benar hologram, sebab efek 3 dimensi dihasilkan dari proyeksi cahaya yang menembus layar transparan berbahan kaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula Claro Holographic TV yang mirip dengan UberCoolHome Uber-Graph. Televisi ini juga tidak sungguh - sungguh hologram kendatipun berlabel holographic TV. Teknologi Holoscreen yang disematkan padanya memberikan efek 3D yang diproyeksikan pada layar transparan, yang menggelantung di antara sepasang speaker berbahan kaca. Televisi ini mengharuskan pemirsa berada di depan layar agar bisa menyaksikan tampilan gambar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling Representatif&lt;br /&gt;Tahun 2004 perusahaan viZoo di Denmark meluncurkan Cheoptics360. Teknologi yang dianutnya dianggap paling representatif di antara yang ada, sebab memenuhi kriteria gambar hologram dengan efek 3 dimensi yang nyata. Dan tampilan gambarnya bisa disaksikan dari segala arah (360 derajat). Cheoptics360 juga disebut – sebut sebagai pionir era televisi hologram yang sesungguhnya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diluncurkan, Cheoptics360 memang bukan diperkenalkan sebagai televisi, melainkan alat bantu promosi, seperti penjualan, peluncuran produk dan sejenisnya. Namun tak ada bantahan bahwa viZoo yang dipimpin Peter Simonsen ini, juga sedang mengembangkannya untuk aplikasi televisi hologram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar holografis pada Cheoptics360 dihasilkan dari proses refleksi dan pencerminan permukaan. Bagian berbentuk piramida terbalik berfungsi layaknya prisma yang memproduksi cahaya proyeksi, yang kemudian diinterpretasikan menjadi gambar solid, bergerak dan mengambang di udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mual, Sakit Mata dan Pusing&lt;br /&gt;Namun, kecanggihan teknologi selalu memiliki efek samping. Berdasarkan survei yang dilakukan Hudson Square Research pada Juni 2010 lalu, menyaksikan televisi 3D dalam jangka waktu tertentu bisa menyebabkan mual, sakit mata, pusing, dan beresiko bagi ibu hamil. Hal itu disebabkan televisi ini menggunakan lensa lentikular yang menyebabkan tampilan berbeda pada mata kanan dan kiri (binocular disparity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan ini dijawab oleh Provision. Perusahaan media yang fokus pada teknologi 3 dimensi ini memproduksi layar hologram tanpa menggunakan lensa lentikular. Provision hanya menggunakan satu sistem optik, sehingga mata kanan dan kiri akan menerima tampilan gambar yang sama. Perubahan posisi pemirsa (motion parallax) diklaim tidak akan menyebabkan gangguan seperti mual, sakit mata dan pusing. Provision juga sedang mengembangkan layar ini untuk televisi hologram.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-7458649788395188282?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/7458649788395188282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/05/selamat-datang-televisi-hologram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/7458649788395188282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/7458649788395188282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/05/selamat-datang-televisi-hologram.html' title='SELAMAT DATANG, TELEVISI HOLOGRAM'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1bXa3qvjJAI/TdmhvMo46FI/AAAAAAAAAfI/KD6xwPecdYM/s72-c/porltandadfed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-5206214422455753544</id><published>2011-05-11T12:22:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T12:37:26.509+07:00</updated><title type='text'>MENINGKATKAN NILAI JUAL DENGAN MEREK DAN KEMASAN MENARIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://w29.indonetwork.co.id/pdimage/65/2492765_bb1kg.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 176px;" src="http://w29.indonetwork.co.id/pdimage/65/2492765_bb1kg.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(www.sriboga-flourmill.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini berbagai jenis roti bisa kita temui di mana - mana. Masing – masing memiliki rasa dan bentuk yang beraneka macam. Namun yang benar - benar membuat berbeda adalah nama merek, yang didukung tampilan menarik kemasannya. Pelaku usaha harus menyadari, kemasan juga memiliki kekuatan menjelaskan karakter sebuah produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasan bisa membuat konsumen secara tak sadar tertarik dan membeli suatu produk. Kemasan merupakan faktor penting dalam menciptakan image produk, sebab dia bisa mengatakan banyak hal. Kemasan juga merupakan elemen penting pemasaran, disebabkan sifatnya yang komunikatif. Kemasan yang memiliki nilai jual, hendaknya unik dan menarik, yang belum pernah dipakai pesaing. Misalnya, pembungkus roti yang ramah lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan Merek &lt;br /&gt;Merek dianggap sebagai alah satu strategi penjualan yang efektif. Selain sebagai identitas, merek juga akan membuat konsumen percaya dan setia pada produk. Ada ikatan emosi yang membuat konsumen terkesan dengan produk yang bersangkutan. Ikatan ini yang membuat konsumen tak mempertimbangkan merek lain, walaupun harganya lebih murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kesetiaan konsumen tentu tak hanya berasal dari merek, tetapi juga kualitas produk, pelayanan yang memuaskan, dan harga yang masuk akal. Semakin banyak konsumen yang puas dengan kualitas produk, maka semakin tinggi nilai jual sebuah merek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek yang diciptakan hendaknya simpel, mudah diingat, mudah diucapkan (tak lebih dari tiga suku kata), memiliki makna dan cerita tertentu. Sebagai perbandingan, Anda juga perlu memperhatikan nama apa yang dimiliki produk saingan. Logo yang sesuai juga perlu diciptakan. Sebab logo bisa membuat merek terkesan lebih istimewa. Logo juga bisa menjadi media komunikasi yang mudah diingat, tanpa batasan bahasa. Logo inilah yang akan menjadi identitas sebuah produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek yang telah diciptakan, tentu harus dijaga dan diperhatikan penggunaannya. Selalu sediakan kartu nama, baik di toko maupun dompet, karena sewaktu - waktu akan dibutuhkan. Perhatikan juga hal kecil yang bisa berdampak besar, seperti kebersihan dan kenyamanan toko. Lakukan promosi gencar, dan selalu menjalin hubungan baik dengan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target Konsumen&lt;br /&gt;Hal lain yang tak kalah penting adalah menentukan target konsumen. Pelaku usaha bakery kecil pun memiliki kesempaan memasarkan produknya ke tingkat menengah atas. Namun, kesan yang dibentuk haruslah sebuah produk dengan merek, penampilan dan kemasan yang mewah. Seringkali mereka bingung menentukan target sasaran, sebab ingin memuaskan klien kelas atas, sekaligus menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kedua pasar ini sulit digabungkan. Solusinya, ciptakan dua merek roti yang berbeda untuk kedua target pasar. Ketika ingin mengejar pasar kelas atas, gunakan merek yang berkesan mewah, dan pasanglah harga tinggi, tentunya dengan kualitas roti yang prima. Sebaliknya, jika ingin mengejar konsumen yang menginginkan harga murah, maka harga dan kualitas bisa diturunkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berusaha berada di antara keduanya, justru akan menyusahkan. Konsumen kelas atas, umumnya enggan membeli barang murah. Sementara konsumen menengah ke bawah, cenderung tidak melihat merek, asalkan harganya murah. Maka, proses menentukan pasar sangatlah penting. Dari sana akan lebih mudah melakukan promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi Tepat Sasaran&lt;br /&gt;Setiap pelaku usaha bakery menginginkan produk rotinya menjadi pembicaraan dan dipuji banyak orang. Tetapi, bagaimana jika tak seorang pun mengenali produknya ?. Maka, yang harus dilakukan adalah promosi yang tepat sasaran. Caranya, cari orang yang berpengaruh dalam sebuah komunitas, dan ajak dia mencicipi roti yang Anda produksi. Jika dia suka, maka roti tersebut akan mudah dikenal luas. Selain itu, perlu juga menggelar acara khusus untuk memperkenalkan merek roti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku usaha bakery hendaknya juga mengembangkan pergaulan ke lingkungan yang lebih luas, seperti pejabat pemerintah, politisi serta orang – orang yang bekerja di dunia media seperti surat kabar, televisi, dan radio. Sebab, salah satu cara agar sebuah produk dilirik konsumen adalah, bagaimana caranya roti Anda dikonsumsi oleh mereka, saat pesta atau acara sosial tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, apa yang dikonsumsi orang terkenal biasanya segera menjadi perhatian banyak orang. Inilah kesempatan memperkenalkan merek, sekaligus membentuk brand image. Ini bahkan lebih efektif dari sekadar memajang produk di etalase toko.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-5206214422455753544?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/5206214422455753544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/05/meningkatkan-nilai-jual-dengan-merek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/5206214422455753544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/5206214422455753544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/05/meningkatkan-nilai-jual-dengan-merek.html' title='MENINGKATKAN NILAI JUAL DENGAN MEREK DAN KEMASAN MENARIK'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-4719960781985576297</id><published>2011-05-11T12:08:00.002+07:00</published><updated>2011-05-11T12:20:11.585+07:00</updated><title type='text'>‘BERUANG BIRU’ LEBIH HEMAT DAN MUDAH DIOLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mQoGg3PMArY/Tcob-dGJtxI/AAAAAAAAAfA/arJvQeHBRGo/s1600/IMG_0783.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mQoGg3PMArY/Tcob-dGJtxI/AAAAAAAAAfA/arJvQeHBRGo/s320/IMG_0783.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605323445992273682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(www.sriboga-flourmill.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, dalam acara sillaturrahmi dengan para penjual martabak di Semarang, Sriboga mendatangkan penjual martabak dari Bandung bernama Sofyan Muslikhun. Sejak tiga bulan terakhir Sofyan telah membuktikan bahwa cerita miring tentang terigu ‘Beruang Biru’ adalah salah. Dalam acara itu, dirinya berkesempatan memperagakan pembuatan martabak manis menggunakan terigu berjulukan ‘Si Beru’ ini, disaksikan langsung para penjual martabak yang hadir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya sungguh memuaskan. Adonan mengembang sebagaimana mestinya. Dari segi rasa dan kerenyahan, tidak berbeda dengan terigu merk lain. Menurut Sofyan, persoalan rasa dan tampilan sifatnya relatif, tergantung kreativitas pembuat. “Yang paling terasa adalah efisiensi, karena Beruang Biru lebih hemat. Dalam demo tadi, 1 kg terigu menghasilkan 10 loyang lebih. Penggunaan air lebih banyak, sehingga produksi lebih besar. Tekstur Beruang Biru lebih halus, sehingga mudah diolah dan hemat gas, karena menggunakan api kecil. Pemakaian gula dan garam pun bisa ditekan 25 – 30 %”. Dengan Beruang Biru, Sofyan mengaku mampu menghasilkan omzet 900 ribu – 1 juta per hari.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenalan dengan Sriboga&lt;br /&gt;Awal 2010 Sofyan menghadiri sillaturrahmi yang konsisten digagas Sriboga, dengan agenda memperkenalkan koperasi untuk meraih sukses jangka panjang. Dan pada Maret 2010, dirinya bersama beberapa penjual martabak membentuk Koperasi Martabak Mitra Sriboga (KOMMISI), dengan bimbingan penuh Sriboga Raturaya. Dirinya mengaku kini hidupnya lebih tenang, sebab tak perlu lagi bingung mencari tambahan modal, dan bisa meminjam di koperasi yang telah mereka bentuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Luas&lt;br /&gt;Sofyan kini bisa menambah cabang usahanya. Pelatihan produksi dari Sriboga mampu meningkatkan keuntungan sebesar 20 %. “Selama 20 tahun lebih, saya belum pernah bertemu produsen terigu yang mau membimbing UKM dari nol hingga berhasil, seperti Sriboga lewat program Koperasi Mitra Sriboga”, kata Sofyan. Sofyan kini mengerti cara mengelola keuangan, menyusun rencana pengembangan usaha, dan strategi pemasaran guna meningkatkan pendapatan. Ditambah bantuan pemerintah berupa penyertaan modal dan sertifikat kesehatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-4719960781985576297?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/4719960781985576297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/05/beruang-biru-lebih-hemat-dan-mudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/4719960781985576297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/4719960781985576297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/05/beruang-biru-lebih-hemat-dan-mudah.html' title='‘BERUANG BIRU’ LEBIH HEMAT DAN MUDAH DIOLAH'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mQoGg3PMArY/Tcob-dGJtxI/AAAAAAAAAfA/arJvQeHBRGo/s72-c/IMG_0783.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-5160298832157039547</id><published>2011-05-11T11:42:00.002+07:00</published><updated>2011-05-11T11:58:46.303+07:00</updated><title type='text'>ASAL MAU, APAPUN PASTI BISA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sriboga-flourmill.com/data/kisah/thumb5B5297D10E22116CA81222A4607EDE52.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 85px;" src="http://www.sriboga-flourmill.com/data/kisah/thumb5B5297D10E22116CA81222A4607EDE52.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(www.sriboga-flourmill.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun manusia di dunia yang bisa menebak nasib hidupnya. Siapa mengira jika seorang Jarot Priyono kini telah menjadi pengusaha muda yang sukses. Usaha roti yang ditekuninya selama ini telah berkembang pesat, dengan omset puluhan juta rupiah per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Usaha&lt;br /&gt;Pria 33 tahun ini memulai bisnisnya pada sekitar tahun 2000an. Saat itu dia masih berstatus karyawan pada sebuah perusahaan. Pergaulannya yang luas membuat dirinya belajar banyak tentang wirausaha. Dan Jarot pun memilih donat sebagai rintisan. Alasannya, karena donat selalu diminati kapan pun juga. Hanya bermodalkan sebuah mixer dan wajan serta kemauan tinggi, dirinya mulai coba – coba membuat donat secara otodidak. Berkali – kali gagal namun Jarot tak patah arang. Dia terus mencoba hingga menemukan komposisi adonan yang pas. Hasilnya dia bagikan ke tetangga, dan dia mendapatkan respon bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal rasa percaya diri, dia mulai menitipkan donat yang dia buat ke beberapa pasar di kota Semarang, seperti pasar Sampangan dan pasar Peterongan. Ketika itu, dia mesti cerdas mensiasati waktu dan tenaganya. Sebab, pagi sampai sore dia bekerja di kantor, dan malamnya dia membuat donat, dibantu Titi Wijayanti, sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar satu tahun menjalani, dan donat titipannya banyak diminati, dirinya kemudian mulai membuka kios di pasar, dia pun memiliki seorang karyawan untuk menjual dagangannya secara keliling. Seiring waktu berjalan, donat yang dia produksi semakin dikenal luas berkat cerita dari mulut ke mulut. Sehingga, tempat usahanya banyak disambangi salesman roti yang ingin memasarkan donat Jarot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarot sempat menghentikan bisnisnya ketika sang istri melahirkan, dan dilanjutkan kembali tahun 2003. Kali ini Jarot memberikan label usahanya dengan nama ‘Dewa Bakery’. ‘Dewa’ diambil dari nama putra semata wayangnya. Nama ini digunakan karena mudah diingat dan dikenal. Di bawah bendera Dewa Bakery, Jarot mulai melakukan pengembangan usaha. Dirinya kini tak lagi hanya fokus pada donat, namun merambah pada berbagai jenis roti, seperti roti tawar, roti vanila, coklat dan jenis lainnya. Dia pun terus memperkaya diri dengan mengikuti berbagai kursus memasak, demi menyempurnakan kualitas roti yang dia produksi. Titi sang istri pun mulai berperan penuh dalam proses produksi dan administrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggannya semakin luas, mulai rumah tangga hingga hotel berbintang. Wilayah pemasarannya pun tak cukup hanya di seputaran kota Semarang, namun melebar hingga Kendal dan Demak. Jarot pun kemudian memutuskan keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, agar lebih fokus mengurus bisnisnya. Kini, Jarot tak hanya bermain di wilayah produksi, namun juga menerima pesanan snack kemasan dus untuk acara – acara besar. Pelanggannya mulai dari instansi pemerintah hingga biro perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan semakin besar diraup, sehingga mampu meningkatkan sisi permodalan. Jarot menambah mesin pemanggang (oven) menjadi dua buah serta alat – alat produksi lainnya. Dirinya juga menambah jumlah karyawan menjadi delapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka Duka&lt;br /&gt;Semua orang yang sukses berwirausaha pasti tak pernah lepas dari cerita suka dan duka. Bagaimana mengawali usaha dengan jatuh bangun dan air mata. Namun dengan kegigihan dan semangat juang yang tinggi, rintangan apapun bisa ditaklukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan Jarot. Pria lulusan Ekonomi Manajemen Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang ini masih ingat bagaimana dulu dia sama sekali tak memiliki modal dan keterampilan membuat roti. Namun itu bukan penghalang baginya. Tekadnya kuat. Dia terus belajar dan belajar. Kegagalan tak menjadikannya lemah dan menyerah. Dia terus bangkit dan kembali berjuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarot juga bercerita bagaimana sedihnya sang istri ketika dagangan mereka dikembalikan karena tak laku terjual hingga 50%. Dan mereka pun mesti berpikir keras memutar otak, bagaimana caranya roti – roti itu tetap habis terjual. Atau ketika roti pesanan yang sudah jadi, tiba – tiba dibatalkan secara mendadak, padahal jumlahnya tak sedikit, sehingga Jarot dan istrinya mesti menderita kerugian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Jarot dan istri mulai menunjukkan hasil setelah 7 tahun berjalan. Dulu, mereka harus tinggal menyatu dengan dapur tempat mereka memproduksi roti. Namun sekarang, mereka boleh bernafas lega karena menempati rumah baru yang tenang, bersama Dewa putra mereka. Selain itu, dari bisnis roti ini Jarot juga telah berhasil membiayai Titi sang istri, menyelesaikan pendidikannya di Akademi Perdagangan Semarang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rahasia Sukses   &lt;br /&gt;Kemauan adalah modal yang dibutuhkan jika seseorang ingin sukses. Hal itu telah dibuktikan oleh Jarot Priyono. Kemauan belajar, kemauan membuka diri terhadap informasi baru, kemauan berinovasi tanpa henti. Terus memutar otak menciptakan kreasi – kreasi baru, agar tak ditinggal lari pelanggan. Menjaga hubungan baik dengan para salesman juga diperlukan demi melanggengkan usaha. Selain itu, juga diperlukan kejelian membaca keinginan pasar dan pola persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling utama tentunya adalah menjaga kualitas roti. Kualitas baik tak akan tercapai jika komponen utamanya tak mendukung. Sejak awal merintis usaha ini, Jarot telah jatuh hati pada tepung terigu Tali Emas produksi Sriboga Raturaya. Menurutnya, kualitas Tali Emas lebih stabil. Serat roti yang dihasilkan lebih halus, dan dengan komposisi yang sama, terigu Tali Emas mampu memberikan volume hasil yang lebih banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarot pernah bereksperimen menggunakan produk merk lain, namun hasilnya mengecewakan. Kini, setiap harinya Jarot menghabiskan kurang lebih 4 sak Tali Emas untuk memenuhi kebutuhan produksi. Jarot dan istrinya telah menemukan Kenyamanan berwirausaha bersama Sriboga dengan Tali Emasnya, dan berharap keuntungna lebih besar akan terus mereka raih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-5160298832157039547?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/5160298832157039547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/05/asal-mau-apapun-pasti-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/5160298832157039547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/5160298832157039547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/05/asal-mau-apapun-pasti-bisa.html' title='ASAL MAU, APAPUN PASTI BISA'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-8215898225861331609</id><published>2011-04-11T10:21:00.003+07:00</published><updated>2011-04-11T10:27:54.507+07:00</updated><title type='text'>XWAVE, TAHU TINGKAT RELAKSASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-QWfsVB9qFG4/TaJ03ON1HRI/AAAAAAAAAdI/oNmAkj2Rgew/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-QWfsVB9qFG4/TaJ03ON1HRI/AAAAAAAAAdI/oNmAkj2Rgew/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594162179205307666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 11 April 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padatnya rutinitas sehari – hari, tak hanya menguras tenaga, namun juga pikiran. Hal itu kemudian membuat stres. Anda pun berusaha menenangkan diri dengan melakukan relaksasi. Selama ini Anda mungkin hanya bisa mengira – ngira, apakah benar – benar telah mencapai tingkat relaksasi yang seharusnya, tanpa bisa melihat langsung grafiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Anda boleh berlega hati, sebab perusahaan PLX Devices di Amerika Serikat, bekerjasama dengan NeuroSky telah mengembangkan XWave, sebuah alat berbahan plastik kualitas tinggi yang dipasang di kepala dan dihubungkan ke ponsel. Alat ini memiliki kemampuan membaca tingkat relaksasi manusia, dan grafiknya akan ditampilkan pada layar ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XWave&lt;br /&gt;Otak manusia adalah organ yang berkomunikasi melalui listrik dengan miliaran sel otak yang disebut Neuron. Dengan kata lain, Neuron merupakan sinyal listrik yang dapat dideteksi melalui permukaan kulit. XWave bekerja dengan cara mendeteksi ritme otak melalui sensor yang disebut NeuroSky eSense Dry Sensor yang diletakkan di dahi. Sensor akan membaca gelombang otak pengguna, kemudian mengkonversi gelombang tersebut menjadi sinyal digital, lalu menampilkannya pada layar ponsel dalam berbagai warna. Ketika otak sedang fokus ataupun santai, gambar tampilan akan berubah - ubah. Sebagai ground gelombang otak, digunakan klip yang dijepitkan pada telinga. Dan untuk sumber tenaga, XWave hanya membutuhkan satu buah baterei AAA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang Otak&lt;br /&gt;Gelombang otak adalah sinyal analog dengan kisaran frekuensi antara 0 – 50 Hz. Kisaran tersebut dibagi menjadi Delta, Theta, Low Alpha, Low Beta, Low Gamma dan Mid Gamma. Gelombang Delta berkisaran frekuensi 0,5 - 2,75 Hz, terjadi pada bayi dan orang dewasa pada saat tidur nyenyak. Gelombang ini mampu memacu pelepasan hormon pertumbuhan dan bermanfaat bagi penyembuhan saat sakit. Inilah alasan mengapa tidur (istirahat) begitu penting selama proses penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang Theta memiliki kisaran 3,5 - 6,75 Hz, terjadi pada anak - anak saat tahap awal tidur, dan orang dewasa ketika mengalami stres. Low Alpha berfrekuensi antara 7,5 -9,5 Hz dan High Alpha antara 10 - 11,75 Hz, terjadi ketika seseorang rileks tapi waspada. Artinya, dia beristirahat tetapi terjaga. Selama tidur, gelombang Alpha digantikan oleh Beta. Gelombang Low Beta (13 -16,75 Hz) dan High Beta (18 - 29,75 Hz), terjadi ketika orang dewasa dalam kondisi waspada atau sedang melakukan kegiatan. Sementara gelombang Low Gamma (31 - 39,75 Hz) dan Mid Gamma (41 - 49,75 Hz), merupakan gelombang yang berhubungan dengan aktivitas mental yang lebih tinggi, termasuk persepsi dan kesadaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Relaksasi dan Konsentrasi &lt;br /&gt;Tingkat relaksasi manusia berasal dari gelombang Alpha, dengan frekuensi antara 7 – 12 Hz. XWave akan menghitung dan menginterpretasikan Gelombang Alpha ini, dan menampilkan tingkat relaksasi dengan perubahan warna layar ponsel. Jadi, ketika Anda sedang menenangkan diri saat stres, perubahan tingkat relaksasi dapat diketahui pada layar ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, XWave juga akan membaca tingkat konsentrasi manusia, yang berasal dari gelombang Beta, dengan frekuensi antara 13 – 30 Hz. XWave akan menghitung dan menginterpretasikan gelombang Beta ini, dan menampilkan tingkat konsentrasi dengan gambar bola. Sebagai contoh, jika pikiran sedang mengambang, maka tampilan layar ponsel akan menunjukkan bola yang mengambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi Ponsel&lt;br /&gt;Anda mungkin pernah berangan – angan bisa mengendalikan ponsel tanpa menggunakan jemari, tapi menggunakan pikiran. Berbahagialah, sebab jalan menuju keinginan itu semakin terbuka lebar. PLX Devices pun sedang mengembangkan teknologi ini, sehingga nantinya XWave dapat membaca pikiran pengguna, lalu menerjemahkan pikiran menjadi perintah operasi ponsel. Anda pun boleh mengucapkan selamat tinggal pada ponsel papan kunci dan layar sentuh. Sebab bermain games, mengirim SMS / MMS, chatting, meng-update status di situs jejaring sosial, serta operasi ponsel lainnya, bisa dilakukan hanya dengan kekuatan pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa depan XWave bahkan juga akan bermanfaat bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik (cacat). Mereka bisa menggunakan gelombang otak sendiri untuk mengendalikan sebuah piranti. PLX Devices mengatakan, nantinya aplikasi XWave juga akan dikembangkan untuk berbagai piranti lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XWave pertama kali diluncurkan pada November 2010, namun masih terbatas untuk jenis iPhone. XWave juga kompatibel untuk iPod Touch dan iPad. Versi nirkabel pun tersedia untuk piranti WiFi dan Bluetooth. Fitur XWave tanpa bayar tersedia dengan cara mengunduh melalui iTunes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aman&lt;br /&gt;Pendiri dan CEO PLX Devices, Paul Lowchareonkul menjelaskan,  XWave sangat aman untuk semua usia. Sebab alat ini hanya membaca gelombang otak manusia, dan tidak mengirim sinyal ke otak. XWave mengadopsi teknologi yang telah digunakan di dunia kedokteran selama bertahun – tahun untuk merawat penderita epilepsi. Paul menambahkan, “Otak manusia adalah hal paling kuat dan kompleks di alam semesta, dan untuk pertama kalinya kami mampu memanfaatkan kekuatan luar biasa ini dengan teknologi sehari - hari". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menyebutkan, pengembangan teknologi seperti ini sangat dimungkinkan di berbagai bidang, bukan sesuatu yang mustahil dan sifatnya tak terbatas. Teknologi berbasis kekuatan otak manusia bisa diaplikasikan untuk berbagai hal, seperti relaksasi dan pelatihan otak, hiburan, permainan, jejaring sosial, olahraga bahkan untuk kebutuhan tidur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-8215898225861331609?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/8215898225861331609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/04/xwave-tahu-tingkat-relaksasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8215898225861331609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8215898225861331609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/04/xwave-tahu-tingkat-relaksasi.html' title='XWAVE, TAHU TINGKAT RELAKSASI'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-QWfsVB9qFG4/TaJ03ON1HRI/AAAAAAAAAdI/oNmAkj2Rgew/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-6236499124901339018</id><published>2011-02-28T08:13:00.002+07:00</published><updated>2011-02-28T08:20:50.813+07:00</updated><title type='text'>MOBIL TANPA PENGEMUDI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XBJBT1Fws1c/TWr4RPQu_WI/AAAAAAAAAdA/mzwJQVzBJQ4/s1600/Stimulasi-Teknologi-MObil-Tanpa-Sopir-dari-Google.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XBJBT1Fws1c/TWr4RPQu_WI/AAAAAAAAAdA/mzwJQVzBJQ4/s320/Stimulasi-Teknologi-MObil-Tanpa-Sopir-dari-Google.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578544063489965410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian Suara Merdeka, 28 februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah anda dengan KITT, mobil cerdas yang dikendarai David Hasselhoff dalam serial Knight Rider ?. Mobil Pontiac Trans Am hitam itu dilengkapi teknologi canggih yang membuatnya bisa berjalan otomatis tanpa dikemudikan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir 2010 lalu, Google, Inc mengumumkan kesuksesan serangkaian uji coba yang telah mereka lakukan terhadap teknologi mobil tanpa pengemudi. Dr. Sebastian Thrun, direktur Stanford Artificial Intelligence Laboratory, sekaligus salah satu pencipta Google Street View memimpin proyek ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Thrun bersama timnya yang berjumlah lima belas ahli, menggunakan Toyota Prius dan Audi TT yang dilengkapi sensor di beberapa titik mobil. Pada salah satu uji coba, mobil melaju dari kampus Google di San Francisco, melewati jalan bebas hambatan hingga lalu lintas perkotaan yang padat, dan berakhir di Los Angeles. Secara keseluruhan, Google telah melakukan uji coba selama beberapa bulan menggunakan enam mobil, menjelajahi berbagai wilayah hingga jarak lebih dari 224.000 kilometer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor Radar&lt;br /&gt;Mobil ini menggunakan peranti lunak kecerdasan buatan yang dapat merasakan apapun di sekitarnya, dan meniru keputusan yang dibuat seorang pengemudi manusia. Dia melaju mengikuti rute yang telah diprogram ke dalam sistem navigasi GPS berakselerasi cepat. Mobil ini juga mampu mengontrol kecepatan pada jenis jalan berbeda (jalan sempit, jalan tol, jalan padat), dan saat berhenti di lampu merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengendalikan mobil, digunakan kamera video yang ditempatkan pada kaca depan. Kamera ini mendeteksi lampu lalu lintas dan pergerakan di sekitar mobil, misalnya pejalan kaki dan pengendara sepeda. Sensor Lidar (Light Detection and Ranging) yang ditempatkan di atas mobil, bergerak ke semua arah dan mampu menghasilkan peta tiga dimensi secara rinci tentang lingkungan di sekitar mobil, hingga jarak 60 meter. Peta terperinci juga dikumpulkan secara manual menggunakan kendaraan berpengemudi untuk keperluan navigasi, dan disimpan di pusat data Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sensor radar dipasang di bagian depan mobil dan satu di belakang, untuk menentukan posisi dan jarak benda di sekitar mobil. Sebuah sensor juga dipasang pada roda kiri belakang, fungsinya mengukur pergerakan kecil mobil dan membantu menentukan posisi mobil di peta secara akurat. Selain itu dipasang pula penjejak jarak laser untuk mendeteksi lalu lintas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama pengujian, mobil ini belum pernah mengalami tabrakan. Satu – satunya human error yang terjadi adalah ketika mobil ditabrak dari belakang oleh seorang pengendara di lampu merah. Untuk menjamin keselamatan, mobil uji ini selalu ditumpangi pengendara terlatih, jika sewaktu – waktu dibutuhkan. Total, Google merekrut lebih dari duabelas pengemudi tanpa cela yang tak pernah tercatat melakukan pelanggaran berkendaraan, untuk berpartisipasi dalam proyek ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ditempatkan juga operator terlatih di kursi penumpang untuk memonitor peranti lunak yang digunakan. Pada dasarnya, peranti tersebut akan ‘belajar’ dari rute dan kondisi jalan yang dilewati, misalnya rambu lalu lintas dan garis marka, sehingga mobil bisa beradaptasi dengan karakteristik jalan yang akan dilewati. Dijamin, mobil ini sangat patuh pada peraturan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi Angka Kecelakaan&lt;br /&gt;Tujuan utama penciptaan teknologi ini adalah untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas akibat kesalahan manusia. Mobil ini bereaksi lebih cepat dari manusia, memiliki persepsi 360 derajat dan tak teralihkan oleh gangguan apapun yang dilakukan manusia seperti mengantuk, mabuk, berkendara sambil menelepon, atau memegang benda lain selain kemudi. Lebih dari 37.000 orang tewas dalam kecelakaan mobil di Amerika Serikat pada tahun 2008. Sedangkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1,2 juta orang tewas di jalan raya di seluruh dunia setiap tahun. Sebagaian besar adalah akibat kesalahan manusia. Google menyebutkan, teknologi mobil tanpa pengemudi memungkinkan berkendara lebih aman, terutama saat jarak antar kendaraan saling berdekatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mobil dirancang dengan bobot lebih ringan, sehingga bisa mengurangi konsumsi bahan bakar. Google berharap teknologi ini mampu mengurangi resiko kecelakaan hingga separuhnya. Juga diharapkan akan mengurangi volume kepadatan lalu lintas, tingkat konsumsi energi dan emisi gas karbon. Namun, teknologi ini masih perlu pengembangan. Menurut Google, setidaknya butuh waktu delapan tahun agar teknologi ini bisa diproduksi massal. Salah satu kendalanya, semua undang - undang lalu lintas saat ini mengasumsikan adanya pengemudi manusia dalam sebuah kendaraan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergelaran TechCrunch 29 September 2010 lalu di San Francisco, CEO Google Eric Schmidt mengatakan, mobil seharusnya bisa melaju sendiri tanpa ada yang mengemudikannya. Ucapan Schmidt itu barangkali sebagai pertanda akan diumumkannya proyek yang sebelumnya dirahasiakan ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kritik selalu muncul terhadap setiap inovasi. Rob Enderle dari Enderle Group di San Jose California menyebutkan, ‘fokus’ adalah kata yang tak pernah dipelajari Google. Sebab proyek - proyek Google berupa distribusi listrik, desain kendaraan, dan kecerdesan buatan, tak sejalan dengan inti bisnis perusahaan. Dan satu hal lagi, sayangnya mobil ini belum bisa bicara seperti KITT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-6236499124901339018?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/6236499124901339018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/02/mobil-tanpa-pengemudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/6236499124901339018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/6236499124901339018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/02/mobil-tanpa-pengemudi.html' title='MOBIL TANPA PENGEMUDI'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XBJBT1Fws1c/TWr4RPQu_WI/AAAAAAAAAdA/mzwJQVzBJQ4/s72-c/Stimulasi-Teknologi-MObil-Tanpa-Sopir-dari-Google.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-8302912736580635730</id><published>2011-01-24T08:31:00.001+07:00</published><updated>2011-01-24T08:43:52.028+07:00</updated><title type='text'>PERINGATAN DINI TSUNAMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.balihotelscollection.com/foto_news/72tsunami-warning%20devices.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 479px;" src="http://www.balihotelscollection.com/foto_news/72tsunami-warning%20devices.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di harian Suara Merdeka, 10 Januari 2011) &lt;br /&gt;Tsunami merupakan gelombang panjang dan stabil, dengan kecepatan tinggi, akibat gerakan lempeng dasar laut yang signifikan. Gerakan lempeng yang tiba – tiba itu mengakibatkan gangguan keseimbangan massa air di atasnya. Air laut bergejolak lalu timbul energi, ketika sampai di pantai membentuk gelombang besar tsunami. Pada beberapa kasus, tsunami juga bisa terjadi karena meletusnya gunung api bawah laut dan jatuhnya meteor ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan ketika tsunami Mentawai 25 Oktober 2010 terjadi, kita dengar beberapa peralatan pendeteksi dini tsunami hilang diambil tangan – tangan jahil tak bertanggung jawab. Sehingga jatuhnya korban jiwa pun tak dapat dielakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsunami Aceh 26 Desember 2004 pun seharusnya bisa dideteksi sebelumnya. Setidaknya, jumlah korban jiwa bisa diminimalkan. Saat itu kita memang belum menguasai pengetahuan dan teknologinya. Namun, setelah bencana itu tejadi, pemerintah segera bergerak cepat merumuskan teknologi Peringatan Dini Tsunami. Tahun 2005 digagaslah Indonesian Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS), bekerja sama dengan Amerika Serikat, Jerman, Cina, Jepang dan Perancis sebagai pendonor. Khusus dengan Jeman, dibentuk German – Indonesian Tsunami Early Warning System (GITEWS). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ina-TEWS &lt;br /&gt;Ina-TEWS merupakan sistem komprehensif, di dalamnya diterapkan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (Decision Support System - DSS). DSS adalah sistem yang mengumpulkan semua informasi dari hasil monitoring gempa, simulasi dan monitoring tsunami, serta deformasi kerak bumi setelah gempa terjadi. Kumpulan informasi ini merupakan faktor - faktor pendukung untuk menyiarkan berita peringatan dini tsunami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, Peringatan Dini Tsunami merupakan sistem yang mendeteksi tsunami, kemudian memberikan peringatan secara real-time kepada masyarakat. Umumnya, gelombang tsunami terbentuk pada kurun waktu tertentu setelah terjadi gempa di dasar laut. Cepat lambatnya tergantung jenis dan kekuatan gempa, dan berpotensi tsunami atau tidak. Biasanya, potensi tsunami terjadi pada gempa berkekuatan lebih dari 6.5 Skala Richter (SR), berpusat di tengah laut dangkal (0 - 30 km), dan pola sesarnya naik atau turun. Jika berpotensi tsunami, maka proses evakuasi penduduk bisa segera dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DSS membantu pengambilan keputusan terhadap hasil pengamatan lapangan dan analisis yang telah dilakukan, agar informasi yang disampaikan pada masyarakat lebih akurat dan tidak membingungkan. Sederhananya, data – data lapangan, seperti data seismik dan data yang telah direkam GPS, Buoy dan Tide Gauge digunakan sebagai input DSS. Selanjutnya dilakukan pemodelan matematis atau simulasi. Pemodelan dilakukan untuk mendapatkan gambaran penjalaran gelombang tsunami, mulai dari pusat gempa (episentrum), pergerakan gelombang di samudra terbuka, hingga datangnya gelombang ke daratan. Hasil akhir DSS berupa Data Geospasial yang menjadi bagian penting keakuratan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Kerja&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, bila terjadi gempa, Seismograf akan mencatat informasi berupa kekuatan, lokasi dan waktu kejadian. Informasi itu selanjutnya dikirim melalui satelit ke Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta. Selanjutnya, BMKG mengeluarkan “INFO GEMPA” yang disampaikan melalui peralatan teknis secara simultan. Data gempa dimasukkan dalam DSS untuk memperhitungkan apakah gempa berpotensi tsunami atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan dilakukan berdasarkan jutaan skenario pemodelan yang sudah dibuat terlebih dahulu. Kemudian, BMKG dapat mengeluarkan “INFO PERINGATAN TSUNAMI”. Data gempa ini juga akan diintegrasikan dengan data dari peralatan sistem peringatan dini lainnya (GPS, Buoy, Ocean Bottom Unit, Tide Gauge) untuk memberikan konfirmasi, apakah gelombang tsunami benar - benar sudah terbentuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tsunami telah terbentuk, segera bisa diprediksi lokasi, waktu kedatangan, dan berapa ketinggian gelombang. Informasi ini disampaikan pada lembaga pemerintah, lembaga lokal manajemen bencana, pihak militer dan media. Masyarakat yang berisiko segera diberi peringatan bahaya, untuk selanjutnya dilakukan evakuasi. Ina-TEWS mampu menyampaikan informasi potensi tsunami, dalam waktu 3 – 5 menit sejak terjadinya gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BMKG juga menyampaikan info peringatan melalui SMS ke pengguna ponsel yang sudah terdaftar dalam basis data BMKG. Cara penyampaian Info Gempa tersebut untuk saat ini adalah melalui SMS, Facsimile, Telepon, Email, RANET (Radio Internet), FM RDS (Radio Data System) dan melalui www.bmg.go.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diresmikan Presiden&lt;br /&gt;Indonesian Early Warning System (Ina-TEWS) diresmikan Presiden RI pada 11 November 2008. Serangkaian uji coba telah dilakukan di beberapa wilayah seperti Padang, Bali, Banten, Gorontalo, dan Bantul. Di Manado uji coba juga dilakukan bertepatan dengan perhelatan  World Oceanic Conference 2009, dan di Aceh pada ajang Indian Oceanic Wave 2009. Ina-TEWS telah menjadi bagian penting Teknologi Peringatan Dini Tsunami dunia, karena data dan informasi yang dihasilkan menjadi acuan kondisi perairan Samudera Hindia dan Pasifik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-8302912736580635730?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/8302912736580635730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/01/peringatan-dini-tsunami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8302912736580635730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8302912736580635730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2011/01/peringatan-dini-tsunami.html' title='PERINGATAN DINI TSUNAMI'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-6847974590249523091</id><published>2010-11-22T06:23:00.004+07:00</published><updated>2011-01-24T08:31:13.983+07:00</updated><title type='text'>PERANTI LUNAK PENDETEKSI DIABETES</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/58/World_Diabetes_Day_logo.svg/292px-World_Diabetes_Day_logo.svg.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 292px; height: 203px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/58/World_Diabetes_Day_logo.svg/292px-World_Diabetes_Day_logo.svg.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 22 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK tahun 2007, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan 14 November sebagai Hari Diabetes Sedunia. Itu menandakan, penyakit tersebut telah menjadi isu global dan makin mengkhawatirkan. Sebab, makin hari penderitanya kian tambah. Diabetes kini tak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga usia muda, akibat pola makan dan gaya hidup tak sehat. Bahkan anak-anak pun bisa mengidap diabetes karena faktor keturunan. Berbagai kampanye, penyuluhan, dan pencegahan dilakukan untuk memberikan kesadaran pada masyarakat tentang bahaya penyakit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penderita diabetes Indonesia terbanyak keempat di dunia, setelah AS, India, dan China. Penyakit itu merupakan penyebab kematian nomor tujuh terbesar di dunia. Diabetes berdampak terhadap komplikasi penyakit dalam, seperti kebutaan, impotensi, depresi, kerusakan ginjal, kerusakan saraf, pembusukan bagian tubuh yang berujung amputasi, pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (aterosa klerosis) yang menyebabkan stroke dan jantung, sehingga berakibat kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menyatakan diabetes dapat diminimalkan dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat. Telah banyak informasi tentang konsumsi makanan dan minuman sehat yang dapat mengurangi risiko penyakit itu. Mulai dari susu, kopi, teh, bayam, brokoli, anggur, kacang, hingga beras pecah kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Healthy Solution Center&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi informasi juga berpengaruh positif terhadap dunia kesehatan, termasuk diabetes. Penyebaran informasi kesehatan lewat internet bermanfaat besar bagi masyarakat. Khusus diabetes, internet bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendeteksi gejala dan panduan pengobatan bagi penderita sehingga bisa diambil langkah yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), misalnya, berhasil merancang perangkat lunak pendeteksi diabetes yang diberi nama Healthy Solution Center (HSC). Selain mendeteksi, peranti lunak itu dapat merancang menu sekaligus melayani pemesanan makanan sehat untuk mencegah dan mengobati penyakit kencing manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua tim Novira Putri mengemukakan perancangan HSC tak memakan waktu lama, hanya sekitar seminggu. Namun penyusunan database membutuhkan waktu lama karena mereka lakukan sangat serius. Agar sesuai dengan Sistem Pakar Gizi, Novira dan kawan-kawan dibimbing Rosi Darmawati SKM, ahli gizi RS Adi Husada, Undaan, Surabaya. Ditambah buku referensi, mereka menyusun rancangan menu makanan berat dan ringan. Mereka juga survei ke beberapa rumah sakit di Surabaya, seperti RS Adi Husada dan Dr Soetomo. Dari survei itu mereka mendapatkan data pendukung untuk keakuratan analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemasaran, kelak, HSC dapat diakses melalui website. Pengguna bisa memilih menjadi anggota tetap atau hanya pengunjung. Salah satu anggota tim HSC, Muhammad Ferbrian Ardiansyah, menuturkan dalam program HSC, pengunjung diberi perintah memasukkan beberapa data yang menjadi kriteria penilaian, seperti berat dan tinggi badan serta kadar gula. Setelah itu program akan mendeteksi tipe diabetes apa yang diperkirakan diderita. Lalu, pengunjung diberi pilihan berupa menu makanan dan minuman sehat atau cemilan yang disarankan. Program juga akan menawarkan paket pemesanan makanan dengan pilihan harga yang ditentukan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melalui website, kelak HSC juga dipasarkan melalui rumah sakit, apotek, dan toko. Dan, informasi mengenai program itu akan disebar melalui brosur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deteksi Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Program Pascasarjana Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta juga merancang perangkat lunak berbasis web yang dapat mendeteksi penyakit diabetes secara dini. Dr Sri Kusumadewi sebagai pengelola mengatakan, program itu melibatkan 50 pasien pengidap diabetes dan lima dokter dari berbagai kota, seperti Solo dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat lunak itu terdiri atas lima modul yang kelak bisa diakses lewat website. Modul pertama adalah deteksi dini risiko diabetes. Modul kedua terapi yang memanfaatkan telemedicine, termasuk teknologi SMS, misalnya berisi pesan pengingat untuk suntik insulin. Modul ketiga rekomendasi menu harian. Itu berbeda dari buku diet diabetisi karena lebih personal, sesuai dengan kondisi penderita, dan variatif. Modul keempat rekomendasi latihan jasmani. Kelima mengenai deteksi kemungkinan komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Kusumadewi menyatakan implementasi perangkat lunak itu baru pada tahap uji coba. Dia akan terus melakukan langkah terintegrasi untuk mengembangkan program itu. Dia berharap kelak ada respons positif dari kalangan medis dan masyarakat luas, sehingga angka pertumbuhan penderita diabetes, khususnya di Indonesia, bisa ditekan sekecil mungkin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-6847974590249523091?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/6847974590249523091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/11/perangkat-lunak-pendeteksi-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/6847974590249523091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/6847974590249523091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/11/perangkat-lunak-pendeteksi-diabetes.html' title='PERANTI LUNAK PENDETEKSI DIABETES'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-5202769679958561598</id><published>2010-11-01T18:18:00.004+07:00</published><updated>2010-12-29T09:36:20.768+07:00</updated><title type='text'>BERAS HASIL RADIASI GAMMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://219.83.122.194/web/images/stories/Padi_Pandanputri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 316px;" src="http://219.83.122.194/web/images/stories/Padi_Pandanputri.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di harian Suara Merdeka, 11 Oktober 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJELANG perayaan ke-30 Hari Pangan Sedunia, putra-putri bangsa ini kembali mempersembahkan karya terbaik mereka. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berhasil menemukan varietas padi yang cocok untuk lahan basah, bersifat aromatik (harum), dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, pandan wangi dikenal sebagai beras asal Cianjur yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan varietas lain. Beras itu disukai karena pulen, putih bersih, dan berbau wangi khas. Itu membuat pandan wangi banyak dicari, padahal harganya mahal. Namun ternyata beras itu memiliki kekurangan, yakni sulit diproduksi dalam jumlah besar karena umur panennya panjang, sekitar delapan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandan wangi juga tak mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lahan. Apalagi hanya lima kecamatan di Cianjur yang bisa menghasilkan varietas itu, yakni Warungkondang, Cibeber, Cilaku, Cugenang, dan Cianjur Kota. Itulah yang menyebabkan pandan wangi masih sulit ditemui di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi Gamma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan itu diatasi oleh Prof Dr Moch Ismachin bersama timnya dari Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) Batan. Mereka melakukan rekayasa genetika terhadap pandan wangi menggunakan teknik radiasi gamma (iradiasi). Dosis yang digunakan adalah 0,2 kilogray (kGy). (Gray adalah penyerapan energi radiasi per kilogram massa. Satuan itu diambil dari nama Louis Harold Gray.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi gamma dilakukan karena bisa mengubah sifat keturunan bila ditembakkan ke bebijian tanaman. Interaksi gamma dan kromosom menyebabkan struktur kromosom rusak, putus, atau berpindah pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang terjadi dapat memengaruhi sifat tanaman yang diradiasi. Sifat baru yang muncul bisa lebih bagus atau sebaliknya. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan tanaman sejak penyemaian, masa pertumbuhan, hingga panen. Pada saat itulah terlihat perubahan. Pengamatan selanjutnya hanya dilakukan terhadap tanaman yang menunjukkan hasil baik sehingga memperoleh sifat yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Pengujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismachin menerangkan, langkah pertama pengujian adalah melakukan iradiasi terhadap biji dengan dosis tertentu. Pada generasi pertama, biasanya tanaman akan rusak. Lalu generasi kedua diseleksi terhadap wereng. Tahap berikutnya kembali dilakukan proses seleksi. Begitu seterusnya sehingga mendapatkan turunan terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi gamma (iradiasi) terhadap pandan wangi dilakukan tahun 2001. Setelah itu dilakukan pengujian sehingga menghasilkan galur mutan harapan. Pada galur mutan itu kemudian dilakukan uji multilokasi di 17 kecamatan di Cianjur, antara tahun 2008 dan 2009. Hasilnya menunjukkan galur mutan itu bisa beradaptasi baik di seluruh wilayah uji. Sifat positif lain adalah masa panen pendek, hanya sekitar empat bulan, tekstur, aroma, dan rasa nasinya tak berubah, tetap sama seperti induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji multilokasi juga dilengkapi uji fisik galur, kandungan protein, amilosa, dan uji rasa. Hasilnya diajukan ke Tim Penilai dan Pelepasan Varietas (P2V) Tanaman. Akhirnya, iradiasi dinyatakan berhasil dan lolos uji pelepasan. Lalu, dengan surat keputusan Menteri Pertanian tertanggal 28 Juni 2010, galur mutan dengan kode PW 67 - a - PsJ itu ditetapkan sebagai varietas unggul dan diberi nama pandan putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandan Putri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir Batan Dr Taswanda Taryo menjelaskan, pandan putri memiliki kualitas, ciri fisik, rasa, dan wangi yang sama dengan pandan wangi, induknya. Namun pandan putri memiliki umur tanam lebih singkat, antara 115 dan 130 hari, sedangkan pandan wangi lebih lama, berkisar 185 hari. Produksi pandan putri juga lebih besar, potensi hasilnya mencapai 8 ton gabah kering giling (GKG) per hektare, sedangkan pandan wangi hanya antara 3 ton dan 4 ton GKG per hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kandungan protein pandan putri 8,3%, lebih tinggi ketimbang pandan wangi yang hanya 7%. Itu menyebabkan nasi pandan putri tak cepat berair. Lalu, kandungan amilosanya hanya 23%, sedangkan pandan wangi 25%. Ditambah lagi, tinggi tanaman padi pandan putri hanya 140 cm, lebih rendah daripada pandan wangi, sehingga tak mudah tumbang dan tahan rontok. Kualitas dan harga pandan wangi cukup tinggi, tetapi terbatas hanya bisa dikembangkan di beberapa kawasan di Cianjur. Adapun pandan putri dengan kualitas sama bisa dikembangkan di kawasan lebih luas, bahkan di luar Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pandan putri ternyata masih memiliki kelemahan. Varietas itu rentan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3 terhadap sundep/beluk dan rentan penyakit tungro. Selain itu, seperti pandan wangi, ukuran malai pandan putri besar sehingga bulir padinya sulit dirontokkan. Akibatnya, butuh mesin khusus untuk merontokkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismachin menyatakan walau hasil radiasi, pandan putri aman dikonsumsi dan tak memiliki efek samping. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur ingin menjadikan pandan putri sebagai komoditas pangan khas unggulan, menggantikan pandan wangi. Pandan putri kini menambah koleksi 15 varietas unggul hasil penelitian Batan sebelumnya. Kehadiran pandan putri diharapkan bisa membuat beras wangi dan pulen menjadi lebih mudah ditemui di pasaran, sehingga masyarakat luas juga bisa menikmati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-5202769679958561598?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/5202769679958561598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/11/beras-hasil-radiasi-gamma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/5202769679958561598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/5202769679958561598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/11/beras-hasil-radiasi-gamma.html' title='BERAS HASIL RADIASI GAMMA'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-8999368646371629706</id><published>2010-09-24T08:38:00.003+07:00</published><updated>2010-09-24T08:52:01.365+07:00</updated><title type='text'>IMAJINASI XELLOPAT HADI ISMANTO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://frenari.com/penerbit/gudang/2009/08/soleidrama1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 370px; height: 517px;" src="http://frenari.com/penerbit/gudang/2009/08/soleidrama1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemenang Hadiah Utama Lomba Resensi Novel 'Soleidrama' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keren !. Itu kesan yang muncul ketika membaca novel ini. Istilah – istilah yang digunakan terasa pas dan menyatu dengan cerita. Xellopat, Sketro, Klismo, Kornoe, Koloset, Dopo Sedo, Tiang Sedo. Entah dari mana datangnya, yang jelas Hadi tentu telah melakukan riset mendalam hingga menemukan inspirasi itu. Berlatar Alas Roban dan kota – kota di Jawa Tengah lain membuktikan, Jakarta tidak selalu menjadi pilihan populer sebagai latar novel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan, Hadi memiliki banyak referensi yang mendukung penyusunan novel ini. “Soleidrama” menyajikan fantasi ketegangan a la serial Heroes, dengan berbagai aksi unjuk kekuatan masing – masing tokohnya. Imajinasinya luas dan Xellopat (tak terbatas). Jalinan antar cerita dan latar saling menyambung alami, sehingga pembaca tidak keteteran mengikuti perjalanan petualangan dan teleportasi Zein, Neya, Bimo, Iren dan Azies. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang cerita mesti berhenti sebelum menampilkan aksi utama, menumpas Tunas dan ‘Duabelas Rantai Pembunuh’. Alle dan Ranti pun belum lagi ditemukan. Pembaca dibuat penasaran agar sabar menunggu terbitnya “Gerbang Kematian”, sekuel “Diary Kematian” ini. Akan lebih baik jika kedua buku digabung, sehingga segalanya tuntas dalam satu buku. Kemasan buku pun tentu akan menjadi lebih menarik. Pengunjung toko lebih tertarik pada buku berukuran tebal, dengan gambar sampul menarik, dibanding buku kecil dan tipis seperti “Soleidrama” ini. Buku yang besar lebih mudah terlihat dan menarik perhatian, dibanding buku kecil. “Soleidrama” patut mendapat kesempatan sukses karena ceritanya tidak mengecewakan dan tidak kalah dengan novel bergenre sama karya penulis asing. Bahkan tidak menutup kemungkinan dibuat filmnya. Namun jika gambar sampul kurang menarik, maka kesempatan itu akan hilang. Gambar sampul sangat menentukan, karena di sanalah perhatian pembaca akan tertuju pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dalam satu bab terlalu panjang sebelum sampai pada bab berikutnya. Agak melelahkan karena tidak ada jeda. Satu hal yang sedikit mengganggu pada penggunaan kata ‘terus’. Seharusnya ditulis “Terus” dengan “T” besar, karena di dalam novel ini, “terus” adalah istilah, untuk menunjukkan matinya seorang Xellopat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-8999368646371629706?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/8999368646371629706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/09/imajinasi-xellopat-hadi-ismanto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8999368646371629706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/8999368646371629706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/09/imajinasi-xellopat-hadi-ismanto.html' title='IMAJINASI XELLOPAT HADI ISMANTO'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-2304330684634045467</id><published>2010-09-06T07:12:00.002+07:00</published><updated>2010-09-06T07:17:16.629+07:00</updated><title type='text'>MARI BERHARAP PADA TELESKOP RUKYAT 2.0</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/TIQy2ft47AI/AAAAAAAAAZo/gj_UJh4fS50/s1600/Rukyah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/TIQy2ft47AI/AAAAAAAAAZo/gj_UJh4fS50/s400/Rukyah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513587755616627714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 6 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKAN hal baru ketika umat muslim di Indonesia sering bingung dengan perbedaan penetapan waktu masuk Ramadan dan Syawal. Perbedaan itu terjadi karena dalam penentuan awal bulan Islam (Hijriah), pemerintah menggunakan metode rukyat. Adapun organisasi kemasyarakatan Islam tertentu menggunakan metode hisab. Keduanya sama-sama bertujuan melihat hilal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilal adalah  penampakan bulan paling awal yang terlihat menghadap ke bumi, setelah bulan mengalami konjungsi. Bulan awal (sabit) itu akan tampak di ufuk barat ketika matahari terbenam. Konjungsi adalah peristiwa saat jarak sudut (elongasi) suatu benda dan benda lain nol derajat. Hilal merupakan kriteria awal bulan. Dalam kalender Hijriah, penentuan awal bulan tergantung pada penampakan hilal atau bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriah bisa berumur 29 atau 30 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukyat berarti mengamati hilal, mengamati bentuk bulan sabit yang kali pertama tampak setelah terjadi konjungsi. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan saat menjelang kali pertama matahari terbenam setelah konjungsi. Pada waktu itu, posisi bulan berada di ufuk barat, dan bulan terbenam sesaat setelah matahari matahari. Bila hilal terlihat, pada petang waktu setempat telah masuk tanggal 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisab berarti perhitungan. Dalam Islam, istilah hisab sering digunakan sebagai metode perhitungan matematis astronomi untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Penentuan posisi matahari menjadi penting karena umat Islam menggunakan posisi matahari sebagai patokan waktu shalat. Adapun penentuan posisi bulan adalah untuk mengetahui terjadi hilal sebagai penanda masuk periode bulan baru dalam kalender Hijriah. Itu penting untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, Zulhijjah, dan Muharram.&lt;br /&gt;Teleskop Rukyat 2.0 Perbedaan yang terjadi selama ini karena organisasi kemasyarakatan tertentu menggunakan metode hisab dan tak merasa perlu melihat hilal. Sementara itu, pemerintah ingin lebih memastikan dengan cara melihat hilal lebih dahulu (metode rukyat). Persoalannya, terkadang hilal tak terlihat ketika cuaca mendung, bahkan hujan. Dan, metode hisab mampu mengeliminasi parameter alam itu dan meyakinkan diri dengan perhitungan matematis yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merespons hal itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan solusi sebagai upaya meminimalisasi disharmoni di masyarakat, yang mungkin terjadi akibat perbedaan tersebut. Mereka merancang Teleskop Rukyat versi 2.0 yang jauh berbeda dari versi 1.0 yang dibuat tahun 1994. Versi baru itu dilengkapi radar, sehingga dapat digunakan untuk melihat hilal dengan tingkat akurasi antara 90% dan 95%, walaupun cuaca buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleskop versi 2.0 bekerja dengan sistem deteksi gelombang radar atau gelombang elektromagnetik yang ditembakkan ke bulan, dan pantulannya diterima kembali oleh unit penerima gelombang di bumi, yang berjarak 400.000 kilometer, atau hampir 1 juta kilometer bolak-balik. Kemudian, hasil deteksi radar diolah dengan sistem image processing menjadi bentuk visual yang bisa dilihat. Hasil visual itulah kemudian yang disebarluaskan melalui satelit televisi, sehingga masyarakat bisa juga melihat hilal yang meliputi data ketinggian, posisi elongasi hilal, dan data lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah menetapkan, syarat hilal terlihat adalah pada ketinggian 2 derajat. Syarat itu ditetapkan berdasar data pengamatan sebelumnya bahwa ketinggian hilal terendah yang berhasil diamati adalah 2 derajat. Teleskop baru itu bsa digunakan untuk melihat hilal di semua sudut di atas 0,5 derajat, jika radar ditempatkan di ketinggian sekitar 300 meter di atas horizon pandangan untuk memperoleh dip of horizon sebesar 0,5 derajat. Radar juga dapat digunakan untuk melihat hilal, meski langit masih berwarna kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009, Badan Hisab Rukyat Nasional (BHRN) melalui Keputusan Temu Kerja Evaluasi Hisab Rukyat menyatakan hasil rukyat dengan teleskop itu tidak bisa dijadikan dasar penetapan awal bulan Hijriah, karena citra yang dihasilkan hanya citra lingkaran bulan, bukan citra hilal. Pada dasarnya BHRN menyambut baik teknologi itu, tetapi masih perlu beberapa penyempurnaan agar memperoleh hasil dan informasi yang memenuhi syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hingga kini belum ada kabar perkembangan terbaru dari pemerintah dan LIPI mengenai kelanjutan rancangan itu. Sebagai umat, tentu kita berharap teknologi teleskop itu segera dikembangkan dan disempurnakan agar bisa segera diterapkan sehingga tak perlu lagi ada perbedaan berlarut-larut. Dan, kehidupan bangsa yang lebih harmonis pun bisa terwujud.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-2304330684634045467?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/2304330684634045467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/09/mari-berharap-pada-teleskop-rukyat-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2304330684634045467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2304330684634045467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/09/mari-berharap-pada-teleskop-rukyat-20.html' title='MARI BERHARAP PADA TELESKOP RUKYAT 2.0'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/TIQy2ft47AI/AAAAAAAAAZo/gj_UJh4fS50/s72-c/Rukyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-3887168935731652835</id><published>2010-09-03T08:22:00.004+07:00</published><updated>2010-09-24T08:53:04.837+07:00</updated><title type='text'>SELASIH, MINUMAN SAAT BERBUKA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/TIBOZJg7x8I/AAAAAAAAAZg/a-N-ve8cCCI/s1600/bunrab.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 377px; height: 344px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/TIBOZJg7x8I/AAAAAAAAAZg/a-N-ve8cCCI/s400/bunrab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512492137859237826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka 3 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BULAN Ramadan selalu identik dengan makanan dan minuman khas berbuka. Mulai dari menu yang tradisional sampai selera internasional. Dari pisang goreng dan arem ñ arem, hingga Samosa dan Nasi Briyani. Untuk minuman, tak ketinggalan kolak blewah dan es nata decoco dengan campuran biji Selasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, Selasih cukup banyak digunakan orang untuk minuman pembuka puasa. Di dunia ilmiah,  sebutan internasional untuk tanaman Selasih adalah Basil.Nama ini diambil dari nama ilmiahnya, Ocimum basilicum Linn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasih termasuk tanaman semak tahunan, dan merupakan herba tegak. Baunya sangat harum, tingginya sekitar 0,5 - 1,5 m. Batangnya berwarna cokelat, berbentuk segi empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daunnya tunggal berhadapan, dan bertangkai yang panjangnya 0,5 - 2 cm. Daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkalnya agak meruncing, permukaannya agak halus dan berbintik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulang daunnya menyirip, dengan tepi bergerigi, serta panjangnya 3,5 - 7,5 cm, lebar 1,5 - 2,5 cm, berwarna hijau tua. Bunga Selasih berwarna putih atau lembayung, kelopak sisi luarnya berambut, berbentuk bulat telur terbalik dengan tepi mengecil sepanjang tabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji Selasih dikenal keras, berwarna cokelat tua, dan bila dimasukkan dalam air akan mengembang. Tanaman ini menyukai tempat lembab dan teduh. Tumbuhan ini tumbuh liar di tepi jalan, atau ditanam di pekarangan dan kebun.&lt;br /&gt;Khasiat Herbal Biji Selasih juga dimanfaatkan karena khasiatnya. Negarañnegara lain seperti India, Cina, Yunani, Filipina, Tanzania, dan Meksiko sudah memanfaatkan tanaman ini sejak ribuan tahun lalu. Pada zaman kerajaan di Prancis dan Italia, bunga selasih dipilih untuk menyatakan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, seluruh bagian herba Selasih, yaitu daun, batang, tangkai, bunga, biji dan minyak atsiri, memiliki efek farmakologis yang mampu merangsang penyerapan (absorbsi), melancarkan sirkulasi darah, meredakan kejang (antispasmodik), peluruh keringat (diaforetik), peluruh kemih (diuretik), menghilangkan rasa sakit (analgetik), antibakterial, antiseptik, antifungi, peluruh kentut (korminatil), perangsang (stimulan), membersihkan racun dan menstimulasi sistem imun Biji Selasih sering digunakan sebagai campuran minuman, seperti es kolang - kaling dan puding. Biji ini digunakan karena segar dan menyejukkan, sangat cocok untuk berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar pengobatan herbal Prof. H. Hembing Wijayakusuma menjelaskan, biji Selasih juga mempunyai khasiat menenangkan (sedative), sehingga sangat bagus untuk mengurangi stres, gelisah, sering gagap dan susah tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berkhasiat untuk gangguan pencernaan, seperti sembelit dan panas dalam. Maka tak heran jika biji selasih digunakan dalam industri minuman penyegar yang kini banyak ditemui.&lt;br /&gt;Daun Daun Selasih diolah menjadi teh untuk menyembuhkan segala jenis batuk, demam, malaria, gangguan pencernaan, penambah nafsu makan dan tak enak badan. Baik pula untuk gangguan pernapasan, mual, nyeri haid, pengobatan paska persalinan, pembersih dan penguat jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun Selasih juga disuling menjadi minyak atsiri sebagai bahan parfum, kosmetika dan pestisida. Minyak atsiri yang paling diperhitungkan di perdagangan dunia adalah hasil produksi dari Indonesia (khususnya Jawa), Prancis, Mesir, dan Bulgaria.&lt;br /&gt;Salah satu jenis Selasih yaitu kemangi. Bagian daun yang masih muda sering dijadikan lalap mentah. Rasanya hangat, segar, dan wangi, berkhasiat menyegarkan badan, meningkatkan stamina, serta mengatasi bau mulut, bau badan, dan meningkatkan produksi ASI (lektagoga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan di Karmanos Cancer Institute, Michigan Amerika Serikat, menemukan bahwa kandungan antioksidan dalam Selasih mampu mencegah pertumbuhan kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penelitian lain, disimpulkan pula bahwa kandungan zat yang sama dalam Selasih (antioksidan) juga bisa mencegah munculnya kanker paru ñ paru.&lt;br /&gt;Perkembangan zaman ternyata membawa cerita menyeramkan di bidang kesehatan. Perubahan kondisi lingkungan, gaya hidup dan pola makan manusia modern, tak disadari telah memicu pertumbuhan sel ñ sel kanker dalam tubuh.&lt;br /&gt;Menurut pengajar di Departemen Radioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Dr dr Soehartati Gondhowiardjo, di Indonesia perkembangan kanker meningkat sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ìSebagai penyebab kematian, dalam waktu 10 tahun ini peringkat kanker naik menjadi 6 dari sebelumnya peringkat 12î, katanya..&lt;br /&gt;Statistik tahun 2010 melaporkan, setidaknya ada 190.000 penderita baru kanker tiap tahun di seluruh dunia, dan seperlimanya akan meninggal. Penelitian epidemologik tentang kanker memperkirakan, di negara berkembang akan terjadi peningkatan 99 persen penderita pada tahun 2010, dibanding tahun 1985&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-3887168935731652835?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/3887168935731652835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/09/selasih-minuman-saat-berbuka-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/3887168935731652835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/3887168935731652835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/09/selasih-minuman-saat-berbuka-puasa.html' title='SELASIH, MINUMAN SAAT BERBUKA'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/TIBOZJg7x8I/AAAAAAAAAZg/a-N-ve8cCCI/s72-c/bunrab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-2790134930196257111</id><published>2010-08-02T07:46:00.004+07:00</published><updated>2010-12-30T11:46:57.725+07:00</updated><title type='text'>PESAWAT ANTARIKSA BERTENAGA MATAHARI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://go2spacenow.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/06/ikaros-space.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 271px;" src="http://go2spacenow.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/06/ikaros-space.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 2 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 21 Mei 2010 lalu, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), atau Lembaga Eksplorasi Antariksa Jepang, berhasil meluncurkan kapal luar angkasa bernama IKAROS (Interplanetary Kite-craft Accelerated by Radiation Of the Sun), menuju Venus. Bagi anda penggemar dunia antariksa, mesti bersiap kebanjiran informasi. Sebab IKAROS akan menjadi pintu gerbang ilmu pengetahuan dunia antariksa di masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKAROS merupakan kapal yang diluncurkan dengan misi pembuktian, bahwa radiasi matahari bisa digunakan sebagai sumber tenaga penggerak kapal luar angkasa. Mesin kapal ini bersifat hybrid, karena pembangkit ion digerakkan sel – sel matahari (solar cells) dalam membran film, yang dikombinasikan dengan pembangkit foton. Dengan demikian, IKAROS merupakan kapal luar angkasa pertama yang memadukan pembangkit foton dengan membran film pembangkit tenaga matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKAROS terdiri dua bagian, bagian utama berbentuk silinder berdiameter 1.6 meter dan tinggi 0.8 meter. Bagian lain berupa membran film berbahan polymida, dengan panjang sisi 14 meter, diagonal 20 meter dan tebal 0.0075 milimeter. Berat keseluruhan kapal ini, termasuk membran adalah 310 kilogram. Pada membran terdapat sel – sel penangkap radiasi matahari (solar cell), pengontrol gerak, sensor observasi dan penyapu debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahapan Peluncuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;IKAROS diluncurkan dari Tanegashima Space Center, bersama Venus Climate Orbiter bernama Akatsuki (Planet - C) dengan kendaraan peluncur H-IIA. Setelah terpisah dari kendaraan peluncur, bagian utama IKAROS (berbentuk silinder) akan berputar dengan kecepatan 20 rpm. Sambil berputar, kapal mulai mengeluarkan empat rangka dari sisi samping silinder, menggunakan tenaga sentrifugal hasil perputaran. Dari rangka itu kemudian keluar membran film yang akan menghubungkan keempat rangka, hingga membentuk seperti layang – layang. Pada proses keluarnya membran, kecepatan perputaran berkurang sebesar 1 - 2 rpm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKAROS membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mengeluarkan rangka dan membran secara sempurna, dan akan mencapai Venus dengan sukses dalam waktu enam bulan setelah membran terbuka. Beberapa saat setelah peluncuran 21 Mei 2010 lalu, kantor pusat JAXA mendapatkan sinyal IKAROS yang tengah berada di Usuda Deep Space Station, dan dalam kondisi stabil. Sistem komunikasi dan peralatan lainnya akan diaktifkan satu per satu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perkembangan Proses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JAXA terus mengeluarkan publikasi resmi, mengabarkan tahap demi tahap perkembangan IKAROS. Pada 3 Juni 2010, kapal ini mulai mengeluarkan satu per satu rangka dari bagian utama kapal. Tanggal 10 Juni, kapal dilaporkan berada di 7.7 juta kilometer dari bumi, dan berhasil melepaskan dua kamera foto. Kamera – kamera itu secara otomatis mengabadikan tahap – tahap perkembangan, termasuk ketika IKAROS berhasil mengeluarkan membran film secara sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 30 Juni, IKAROS menyelesaikan verifikasi operasi awal terhadap peralatan yang digunakan. Selanjutnya, kapal ini memeriksa fungsi sel – sel pembangkit energi matahari (solar cells), tekanan foton dan verifikasi kontrol orbit. Dan tanggal 3 Juli, IKAROS dikonfirmasi telah berhasil menangkap dan menggunakan energi matahari sebagai sumber tenaga penggerak kapal luar angkasa. Ini membuktikan, IKAROS merupakan kapal yang membangkitkan akselerasi paling besar dari tekanan foton, dalam sejarah penerbangan antariksa. Sejauh ini, misi berjalan sukses. Selanjutnya, dengan bersumber tenaga matahari, IKAROS akan terus melayang, dan diperkirakan mencapai Venus pada November 2010.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Misi Selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Misi JAXA selanjutnya akan dilaksanakan akhir 2010, menggunakan kapal lain berdiameter 50 m, dengan pembangkit tenaga dari mesin ion terintegrasi. Tujuan mereka Jupiter dan asteroid Trojan. Osamu Mori sebagai pemimpin proyek IKAROS mengatakan, mereka akan melakukan eksperimen dengan gelombang mikro dan sinar laser. JAXA juga akan melakukan penelitian yang merintis dibangunnya sistem satelit bertenaga matahari dengan biaya rendah, untuk mengatasi problem pemanasan global.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-2790134930196257111?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/2790134930196257111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/08/ikaros-kapal-luar-angkasa-bertenaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2790134930196257111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/2790134930196257111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/08/ikaros-kapal-luar-angkasa-bertenaga.html' title='PESAWAT ANTARIKSA BERTENAGA MATAHARI'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-3587263679508520991</id><published>2010-06-16T07:34:00.003+07:00</published><updated>2010-12-30T11:48:53.253+07:00</updated><title type='text'>WASTE TO ENERGY, SOLUSI PROBLEM SAMPAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sei.aspweb.cz/images/content/Waste-to-energy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 321px;" src="http://sei.aspweb.cz/images/content/Waste-to-energy.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, Senin 14 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI belahan bumi mana pun, sampah selalu jadi permasalahan menjengkelkan. Makin banyak manusia, tumpukan sampah pun meningkat. Muncul permasalahan seperti polusi udara, banjir, tempat pembuangan akhir (TPA) yang kehabisan masa sewa, hingga yang ekstrem seperti bencana longsor TPA Leuwigajah Cimahi pada 21 Februari 2005 yang memakan puluhan korban jiwa. Berbagai upaya dan teknologi telah dilakukan untuk meminimalisasi problem sampah. Namun belum ada yang benar-benar menyelesaikan secara tuntas.&lt;br /&gt;Insinerasi Waste to energy merupakan teknologi yang mengolah sampah menjadi energi listrik lewat proses insinerasi atau pemusnahan sampah lewat pembakaran. Insinerasi disertai pemulihan energi agar memenuhi standar emisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, Amerika Serikat (AS), Jerman, dan banyak negara lain sudah dibangun ratusan instalasi waste to energy. Sebagai contoh, China memiliki 50 instalasi yang berjarak hanya ratusan kilometer dari permukiman penduduk, AS memiliki 90 instalasi yang mengolah 14% sampah negara itu, Prancis bahkan memiliki 130 instalasi. Bagaimana dengan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insinerasi merupakan proses pembakaran material sampah. Diawali penirisan sampah basah di dalam bunker selama beberapa hari. Setelah kandungan air berkurang sekitar 45%, sampah dicacah dan dibakar dalam tungku dengan suhu 900 derajat Celcius. Energi panas yang dihasilkan dari pembakaran digunakan memanaskan air dalam boiler, yang kemudian mengubah air jadi uap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga uap yang dihasilkan akan memutar turbin dan generator, sehingga menghasilkan energi listrik. Uap yang melewati turbin akan kehilangan panas dan disalurkan ke boiler lagi untuk dipanaskan. Proses itu berlangsung berulang-ulang.&lt;br /&gt;Beremisi Rendah Mesin insinerator mampu menekan volume material sampah hingga 96% dan beremisi rendah. Namun masih ada kekhawatiran akan terjadi hujan asam serta kerusakan sumber daya lingkungan akibat proses pembakaran. Permasalahan itu diantisipasi dengan memakai batu kapur pada cerobong asap. Batu kapur menetralisasi kandungan asam pada limbah asap, mencegah agar tak mencapai atmosfer, sehingga tak membahayakan lingkungan.&lt;br /&gt;Limbah insinerasi terbagi menjadi lindi (air kotor) dan bau (NH3-N dan H2S) yang dihasilkan pada awal proses penirisan sampah. Limbah lain adalah abu (bottom ash), debu terbang (fly ash), dan gas buang yang dihasilkan selama pembakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul kekhawatiran akan terbentuk racun dioksin penyebab kanker dan penurunan kecerdasan. Namun itu tak terjadi karena dioksin terurai pada suhu 850-900 derajat Celsius dalam waktu kurang dari dua detik. Dioksin beracun justru dihasilkan dari pembakaran tak sempurna sampah rumah tangga, karena temperaturnya kurang dari 850 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah bau (NH3-N dan H2S) dan gas metana dari proses pembusukan selama sampah ditiriskan akan disalurkan ke ruang bakar (tungku) sehingga gas terbakar dan terurai. Jadi tak ada bau yang dilepas ke udara. Adapun kandungan logam dalam abu hasil pembakaran didaur ulang menjadi bahan pembuatan semen, aspal, dan bahan lain. Karena itulah teknologi waste to energy diklaim menghasilkan polutan 2.500 kali lebih bersih ketimbang asap sebatang rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi listrik yang dihasilkan dari proses insinerasi didistribusikan ke permukiman dan industri. Sebagai gambaran, 1 ton sampah menghasilkan listrik 525 kWh. Di Jerman, proses insinerasi mampu memproduksi 70 MW, dari 675.000 metrik ton sampah per tahun, dengan efisiensi bahan bakar hingga 90%. Di Cleveland, AS, program waste to energy yang dirancang diharapkan bisa memenuhi 6% dari 350.000 MW kebutuhan listrik penduduk per minggu.&lt;br /&gt;Awalnya tujuan utama konsep waste to energy bukan produksi energi listrik, melainkan lebih ke upaya meminimalisasi problem sampah yang selama ini dilematis. Namun bagi bangsa Indonesia, sampah dan listrik merupakan dua persoalan besar yang vital dan mendesak.&lt;br /&gt;Di Indonesia Tak berbeda dari negara lain, Indonesia pun ingin terbebas dari problem sampah yang makin rumit. Berbagai musibah yang terjadi menuntut pemecahan, antara lain dengan merancang strategi pengolahan sampah menjadi energi lewat pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS).&lt;br /&gt;TPA Suwung Bali adalah instalasi pertama di Indonesia yang telah mengadopsi teknologi waste to energy sejak 12 Desember 2008. Disusul Bantar Gebang Bekasi yang direncanakan Juni tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTS Suwung Bali tak melakukan insinerasi atau pembakaran sampah untuk memanaskan boiler, tetapi dengan metode gasifikasi yang terdiri atas tiga proses, yaitu gasification, landfill gas, dan anaerobic digestion. Sampah baru yang kering seperti plastik, kaca, besi, dan bekas bangunan masuk pada proses gasifikasi atau pyrolysis, yaitu pemanasan bersuhu tinggi tanpa oksigen. Landfill gas dilengkapi instalasi khusus pengolahan air sampah, diperuntukkan bagi gunungan sampah lama. Anaerobic digestion adalah penghancuran dengan mikroorganisme untuk sampah organik baru semacam kayu, daun, dan kertas. Proses itu menghasilkan biogas dan kompos. PLTS itu menerima 800 ton sampah per hari dari Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan, dan menghasilkan listrik 10 MW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, proses awal gasifikasi adalah menuang sampah ke beberapa conveyor belt sehingga menghasilkan sampah organik saja. Lalu, sampah organik ditimbun dan ditutup sehingga gas metana (CH4) tidak lepas ke udara. Gas metana disedot dan dimasukkan ke mesin gas sehingga menyisakan solid. Selanjutnya dilakukan proses gasifikasi dan hasilnya untuk memanasi boiler sehingga memperoleh uap yang akan menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik. Sisa sampah yang tak digunakan dalam proses, dijemur dan dijadikan kompos, sehingga tak ada sampah tersisa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-3587263679508520991?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/3587263679508520991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/06/waste-to-energy-solusi-problema-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/3587263679508520991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/3587263679508520991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/06/waste-to-energy-solusi-problema-sampah.html' title='WASTE TO ENERGY, SOLUSI PROBLEM SAMPAH'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-1435054151019469219</id><published>2010-03-29T07:10:00.002+07:00</published><updated>2010-03-29T08:51:33.606+07:00</updated><title type='text'>SEHAT DAN AWET MUDA DENGAN AIR HEKSAGONAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S7AHmf0kpII/AAAAAAAAAU8/6E041uX2FA4/s1600/aquatechnology.net.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 277px; height: 301px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S7AHmf0kpII/AAAAAAAAAU8/6E041uX2FA4/s400/aquatechnology.net.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453867506704098434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di harian Suara Merdeka, 29 Maret 2010&lt;br /&gt;Selama ini keseharian masyarakat tidak lepas dari konsumsi air mineral kemasan. Lalu muncul varian baru, Air Oksigen, dengan rasa berbeda dan terkesan agak aneh bagi yang pertama kali mencicipi. Teknologi ini bekerja dengan mengikat molekul oksigen pada molekul air biasa. Selanjutnya, air yang sudah ditempeli oksigen dikemas dalam keadaan mampat bertekanan. Proses ini menghasilkan oksigen berkadar 80 ppm (8 mg oksigen per 100 g air). Namun, air beroksigen tidak bisa disimpan lama, karena oksigen dapat menembus keluar kemasan plastik (polimer) yang berpori halus, sehingga air beroksigen berubah menjadi air biasa walaupun dalam botol tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk ini menawarkan manfaat yang lebih berkhasiat, karena kandungan oksigen terlarut dalam air memberikan dampak positif bagi kesehatan. Air beroksigen mampu meningkatkan suplai oksigen, melarutkan zat gizi, dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Selain itu, produk ini juga merangsang kelangsungan hidup sel, mengatur suhu tubuh sehingga dapat melarutkan bahan berbahaya dan zat buangan ke luar tubuh. Efektivitas berbagai fungsi tersebut dipengaruhi kualitas air bersangkutan, kondisi kesehatan tubuh, interaksi dengan zat gizi lain, antibiotik dan obat - obatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Heksagonal&lt;br /&gt;Kini, muncul teknologi lebih baru di bidang pemurnian air, yaitu Air Heksagonal. Perbedaan utama air biasa dan heksagonal terletak pada formasi kelompok molekul H2O, akibat sejumlah gaya yang bekerja sehingga memungkinkan molekul H2O membentuk formasi tertentu. Pada air biasa termasuk air beroksigen, lima molekul H2O berkelompok membentuk formasi pentagonal, selanjutnya kelompok - kelompok tersebut membentuk rangkaian berupa air yang kita konsumsi sehari – hari. Pada air heksagonal, enam molekul H2O berkelompok membentuk formasi heksagonal (segi enam). Ini terjadi karena air dipengaruhi magnet dan radiasi elektrik tertentu (gelombang panjang infra merah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air heksagonal membentuk kelompok kecil dan stabil. Menguntungkan bagi tubuh karena lebih mudah masuk ke dalam sel, mengaktifkan proses metabolisme sel, membantu melindungi inti sel dari sisa metabolisme, meningkatkan kandungan oksigen dan daya serap terhadap zat gizi dan menghasilkan lebih banyak energi. Selain itu, juga lebih efektif melarutkan dan membuang sisa metabolisme berupa racun.&lt;br /&gt;Tubuh manusia mengandung 70% cairan yang terdiri tiga komposisi : air heksagonal (62%), air pentagonal (24%) dan air tetrahedral (14%). Satu sama lain terikat membentuk rantai. Penurunan volume air heksagonal dalam tubuh hingga 50 – 60% bisa menyebabkan kematian. Bahan pengawet dan pewarna makanan, antibiotik, logam berat pada ikan tercemar, residu pestisida pada buah dan sayuran, radiasi, alkohol, stres serta depresi dapat merusak air heksagonal, dan meningkatkan volume air pentagonal dalam tubuh. Bahkan, faktor - faktor tersebut bisa langsung memicu terbentuknya sel kanker. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Air heksagonal sesungguhnya bisa ditemui pada air dingin (air es), air terjun dan aliran sungai yang masih segar, alami dan mengandung banyak larutan oksigen, dengan struktur molekul kecil dan sedikit alkalin. Adalah Dr. Mu Shik Jhon, ahli struktur air asal Korea Selatan, yang pertama kali melakukan penelitian tentang ini. Dr. Jhon melakukan riset terhadap penduduk Himalaya, Pakistan Utara, dan Okinawa yang dikenal memiliki harapan hidup tinggi (awet muda). Ternyata, setiap hari mereka mengkonsumsi air heksagonal yang ukuran molekulnya kecil, sekitar 70 - 80 Hz (air biasa, besar molekulnya 100 Hz lebih). Dibutuhkan waktu hingga 40 tahun bagi Dr. Jhon mengembangkan teknologi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya Air Heksagonal &lt;br /&gt;Dalam bentuk es, setiap enam molekul air ‘bergandengan tangan’ dalam ikatan hidrogen, membentuk suatu watercluster yang berstruktur cincin segi enam (heksagonal). Pembuatan air heksagonal membutuhkan campur tangan energi yang dipaksakan, agar molekul air bergandengan tangan. Misalnya energi magnetik, sinar infra merah, atau getaran yang bisa berdampak dilepaskannya banyak radikal bebas, sehingga membentuk struktur heksagonal. Perlu diketahui, molekul air memiliki sifat - sifat elektrik dan magnetik. &lt;br /&gt;Karena berbentuk segi enam, di antara enam molekul itu terdapat ruang kosong yang dimensinya lebih besar dari molekul air itu sendiri. Itu sebabnya ketika membeku, air memuai karena memakan ruang lebih besar. Di ruang kosong ini, molekul oksigen terjebak dan tak bisa meloloskan diri. Hasilnya, struktur air heksagonal mengandung oksigen lebih banyak dibanding air biasa.&lt;br /&gt;Jika suhu air dinaikkan, oksigen terlarut akan mengecil. Sebagai gambaran, pada suhu 30°C, kelarutan oksigen akan turun separuh dibanding pada es. Kenaikan suhu membuat gerakan molekul air lebih cepat, sehingga menghancurkan struktur heksagonal dan melepaskan oksigen yang terperangkap. Itu sebabnya air es lebih segar dari air hangat, karen air es mengandung oksigen lebih banyak dari air hangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar terbentuk air heksagonal, dibutuhkan kondisi – kondisi sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Air bersih, dengan jumlah oksigen terlarut lebih dari maksimum.&lt;br /&gt;- Jumlah mineral esensial harus cukup, terutama Ca2+ sebagai agen pembuat formasi&lt;br /&gt; heksagonal yang terlarut dalam air.&lt;br /&gt;- pH sekitar 7,1 - 7,4 &lt;br /&gt;- Suhu air normal mendekati dingin. &lt;br /&gt;- Selanjutnya air diionisasi menggunakan energi fisik dan elektromagnetik, dikombinasi tembakan gelombang sinar infra merah.&lt;br /&gt;Kondisi – kondisi itulah yang menjadi prinsip dasar diproduksinya alat pembuat air heksagonal, yang kini banyak dijual dengan bandrol mencapai jutaan rupiah, sehingga belum semua kalangan bisa menikmati manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ragam dan variasinya, namun intinya, alat ini bekerja mengubah struktur air pentagonal menjadi heksagonal lewat proses ionisasi, menggunakan energi fisik yang menjadikan air berputar membentuk pusaran. Pusaran air dihasilkan dari magnet yang terdapat dalam alat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal, air heksagonal bisa terurai selama masa penyimpanan atau saat dipasarkan dalam kemasan siap minum. Disarankan, air heksagonal diminum kurang dari 20 menit sejak disiapkan, atau disimpan dalam lemari es bersuhu 8°C, serta terhindar dari cahaya matahari langsung. Selama masa penyimpanan, sangat mungkin air heksagonal berubah menjadi air biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, air heksagonal telah berhasil menarik perhatian masyarakat hingga mendatangkan konsumen. Namun di sisi lain, sejumlah ahli masih meragukan kredibilitas teori Dr. Jhon. Seperti Dr. Paul Shin, peneliti California State University Northridge. Penelitiannya membandingkan air heksagonal dengan Air Ultra Murni menggunakan eksperimen NMR. Dr. Shin menyimpulkan, kedua jenis air tersebut identik memiliki lebar garis 170-NMR. Dia menambahkan, walaupun diuji dengan garam atau vitamin C, tetap tidak memberikan hasil berbeda, bahkan urine pun memiliki lebar garis yang sama dengan air heksagonal. Sementara itu Stephen Lower, mantan staf Simon Fraser University, Vancouver, Canada, menyayangkan maraknya penipuan yang mengatasnamakan air heksagonal. Penipuan itu merusak reputasi Dr. Mu Shik Jhon sebagai ilmuwan sejati. Lower berpendapat, tidak mungkin peneliti sekaliber Dr. Jhon menyebarkan junk science.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan Dr. Jhon meninggal pada tahun 2004 silam, sehingga tidak sempat memberikan sanggahan atau klarifikasi tentang sikap skeptis terhadap teknologi air heksagonal yang telah ditelitinya selama puluhan tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-1435054151019469219?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/1435054151019469219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/03/sehat-dan-awet-muda-dengan-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/1435054151019469219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/1435054151019469219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/03/sehat-dan-awet-muda-dengan-air.html' title='SEHAT DAN AWET MUDA DENGAN AIR HEKSAGONAL'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S7AHmf0kpII/AAAAAAAAAU8/6E041uX2FA4/s72-c/aquatechnology.net.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-3867076007070004184</id><published>2010-02-08T08:01:00.004+07:00</published><updated>2010-02-08T08:28:59.113+07:00</updated><title type='text'>LEBIH HEMAT DENGAN PRINTING ON DEMAND</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S29jZNE9_XI/AAAAAAAAAQk/lzoKBc4WwQM/s1600-h/Untitled-1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 374px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S29jZNE9_XI/AAAAAAAAAQk/lzoKBc4WwQM/s400/Untitled-1+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435672559917858162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S29iw31GADI/AAAAAAAAAQc/V9__BjB7exc/s1600-h/ebm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S29iw31GADI/AAAAAAAAAQc/V9__BjB7exc/s400/ebm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435671867019362354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian Suara Merdeka, 8 Februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi baru di bidang percetakan kini telah hadir. Teknologi itu bernama Printing on Demand (POD), yang memungkinkan mencetak buku dengan jumlah eksemplar sesuai kebutuhan. Sebenarnya, teknologi ini sudah didemonstrasikan pertama kali oleh perusahaan Ingram/Lighting Print Inc, pada pameran buku di Amerika sekitar Juni 1998, namun gaungnya baru terdengar di Indonesia beberapa tahun terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan mesin offset yang mencetak 3000 eksemplar sekali cetak guna mendapatkan nilai ekonomis, POD memungkinkan mencetak bahkan hanya 1 eksemplar. Karena POD menggunakan sistem digital printing yang tidak memerlukan film dan pelat cetakan, seperti halnya offset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mesin offset, proses mencetak buku membutuhkan waktu berhari - hari, mulai pembuatan film, pelat cetakan, memilah hasil cetakan, merapikan halaman, melipat, menjilid, dan kontrol akhir. Sebaliknya, dengan POD, file di komputer bisa langsung dicetak, dengan halaman yang sudah urut, berikut sampul bukunya. Cukup siapkan naskah yang sudah tertata halaman dan ukuran kertasnya, simpan dalam format PDF, lalu dicetak. Bisa ditunggu, hanya butuh beberapa jam hingga maksimal 1 hari, tergantung banyak eksemplar yang dicetak. Jika terdapat kesalahan redaksional pada detik – detik terakhir, tinggal diedit saja lalu dicetak, seperti mencetak dengan printer biasa. Sementara dengan mesin offset, kesalahan redaksional berarti harus mengganti film dan pelat baru.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi POD merupakan angin segar bagi penulis yang naskahnya berkali – kali ditolak penerbit besar. Mereka bisa mencetak buku dengan jumlah eksemplar sesuai kemampuan kantung, lalu coba dititipkan ke toko buku, atau dijual sendiri lewat jaringan online maupun offline. Tinggal ketik rapi, beri ilustrasi sampul, simpan dalam format PDF, kirim atau bawa ke penerbit yang telah memiliki mesin POD, dan jadilah buku. Bagi penerbit besar, teknologi ini bisa membantu mencetak ulang buku yang lambat oplahnya namun masih banyak dicari. Selain itu, juga digunakan untuk mempromosikan buku baru. Mencetak awal dalam jumlah sedikit, melihat reaksi pasar, baru dicetak dalam jumlah besar. Penerbit kecil yang tidak mampu menerbitkan dalam jumlah besar juga telah banyak memanfaatkan POD, karena selain besarnya biaya, mereka juga mempertimbangkan penyerapan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencetak dengan POD mengurangi resiko kerugian hasil cetakan yang kurang bagus, karena dengan offset selalu ada tinta yang kurang sempurna. Dengan POD, tidak ada buku atau kertas terbuang, sangat efisien dan menguntungkan karena tidak perlu pusing dengan biaya penyimpanan dan stok menumpuk di gudang, akibat ‘kutukan 3000 eksemplar’. Tenaga kerja yang dibutuhkan pun jauh lebih sedikit dibanding offset. POD memang terasa manfaatnya untuk tiras kecil, untuk tiras besar, sistem offset masih lebih ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis, sistem kerjasama dengan penerbit bermesin POD lebih praktis dibanding penerbit offset. Yang menjadi poin kesepakatan adalah ukuran buku, jenis kertas, desain sampul dan tata letak. Biaya desain sampul dan tata letak dibayar setelah kontrak ditandatangani. Persetujuan kerja sama dapat dilakukan via pos - el. Pembayaran sudah termasuk dummy (proofread) dan ongkos kirim. Setelah itu, penulis hanya mengeluarkan biaya produksi sesuai jumlah yang diinginkan, ditambah ongkos kirim. Pengerjaan buku dimulai setelah pembayaran uang muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut secara umum prosedur menerbitkan buku dengan POD :&lt;br /&gt;1. Penulis mengirim atau membawa naskah dalam format PDF ke penerbit &lt;br /&gt;2. Penerbit mengirimkan Surat Perjanjian Kerjasama ke penulis&lt;br /&gt;3. Setelah surat disetujui kedua pihak, penulis membayar biaya desain dan tata letak &lt;br /&gt;4. Lakukan diskusi online atau offline dengan desainer tentang desain dan tata letak&lt;br /&gt;5. Setelah dicapai kesepakatan, penerbit mengirimkan dummy (proof read) untuk diperiksa penulis. Biasanya penulis mempunyai jatah 2 – 3 dummy. Dari situ sudah bisa diketahui harga produksi per buku &lt;br /&gt;6. Penulis mengirimkan surat permohonan cetak buku serta jumlah eksemplar yang diinginkan &lt;br /&gt;7. Penulis mengirimkan biaya produksi + royalti penerbit + ongkos kirim &lt;br /&gt;8. Penerbit mengirimkan buku ke penulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-3867076007070004184?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/3867076007070004184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/02/lebih-hemat-dengan-printing-on-demand.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/3867076007070004184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/3867076007070004184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/02/lebih-hemat-dengan-printing-on-demand.html' title='LEBIH HEMAT DENGAN PRINTING ON DEMAND'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S29jZNE9_XI/AAAAAAAAAQk/lzoKBc4WwQM/s72-c/Untitled-1+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-9029876651535212568</id><published>2010-01-13T17:38:00.004+07:00</published><updated>2010-12-30T11:48:16.915+07:00</updated><title type='text'>MERINTIS LAHIRNYA JOHAR TRADE CENTER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S1ajlT4FH_I/AAAAAAAAAPM/ncmWrdNM8D4/s1600-h/IMG_0513.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S1ajlT4FH_I/AAAAAAAAAPM/ncmWrdNM8D4/s400/IMG_0513.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428706262227689458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian Suara Merdeka, 13 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak nyaman melihat pasar Johar dalam kondisi sumpek dan meluber hingga badan jalan seperti yang sekarang terjadi. Sebagai salah satu ikon kota Semarang, seharusnya pasar yang terletak di jalan Agus Salim ini bisa tampil lebih cantik, bersih dan teratur. Sehingga pedagang dan pembeli pun bisa beraktivitas berjualan dan berbelanja dengan nyaman. Para pengguna jalan. pun tidak merasa terganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ada baiknya konsep pasar yang selesai dibangun tahun 1939 ini agak diperluas, menjadi pasar tradisional sekaligus modern. Kita bukan berbicara tentang renovasi bangunan. Tapi lebih kepada penertiban tata letak kios, dan bagaimana caranya membuat Johar terlihat lebih cantik, bersih dan rapi, seperti predikat yang pernah disandangnya, sebagai pasar tercantik seAsia Tenggara. Sehingga tidak sekedar menjadi ikon, namun juga bisa menarik perhatian pengunjung luar kota, sebagai rujukan tempat wisata belanja murah meriah dan berkualitas di Semarang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, barangkali kita boleh menilik pada Pasar Baru Bandung. Seperti halnya Johar, pasar yang terletak di jalan Otto Iskandardinata (Otista) ini juga dibangun pada masa kolonial Belanda, di tahun 1896. Pasar ini juga salah satu ikon kota Bandung. Awalnya pasar ini juga tradisional, namun dalam perkembangannya telah terjadi beberapa kali renovasi. Sejak tahun 2004, pasar ini berubah menjadi Pasar Baru Trade Center dengan konsep tradisional modern, modern namun tidak kehilangan nilai tradisionalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri 12 lantai, lantai 1 - 5 untuk perniagaan sandang, lantai 6 untuk food court, basement 1 dan 2 untuk pasar tradisional. Sedangkan lantai lainnya untuk mushola dan parkir. Ketika menyambanginya, terlihat suasana teratur, rapi, tidak semrawut, tidak kumuh, tidak sumpek dan tidak menjorok ke badan jalan, namun ramai dan meriah layaknya pasar tradisional.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang 3.000 pedagang bernaung di Pasar Baru. Berbagai produk dijual dengan harga variatif, dari yang murah sampai mahal. Transaksi yang terjadi dalam satu hari bisa mencapai Rp 1 miliar. Rata - rata pedagang menghasilkan omzet Rp 3 - 5 juta per hari. Saat ini, Pasar Baru selalu menjadi tujuan andalan pengunjung luar kota yang ingin berbelanja barang murah namun berkualitas bagus. Maka tidak heran jika pasar ini terlihat penuh sesak dan padat saat akhir pekan dan liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Johar, ketika Pemkot Bandung akan mengubah konsep Pasar Baru, banyak protes dilayangkan berbagai pihak, termasuk pedagang yang takut kehilangan pembeli. Namun semua itu bisa diselesaikan dengan baik. Kenyataannya, memang pasar ini sekarang telah kehilangan bentuk asli dan jiwa budayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak ingin itu terjadi pada pasar Johar. Maka, untuk pasar Johar perlu diaplikasikan konsep yang agak berbeda. Yaitu dengan memanfaatkan bekas bangunan Matahari Departemen Store yang terletak di seberangnya. Bangunan itu bisa dijadikan kepanjangan tangan, sebagai Johar Trade Center, dengan membangun jembatan penghubung agar lalu lintas jalan Agus Salim tidak terganggu. Jadi, tercipta keterpaduan di antara dua bangunan ini. Sehingga nantinya akan dikenal dua macam Johar; Pasar Johar yang berkonsep tradisional dan Johar Trade Center (JTC) yang berkonsep tradisional modern. Dengan demikian, nilai budaya dan tradisional tetap terjaga, namun kerapihan dan keteraturan pun terwujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ini bukan wacana yang mudah diimplementasikan, apalagi menyangkut biaya dan faktor pedagang yang takut kehilangan pembeli jika tempat usahanya dipindah. Namun tentunya bisa dilakukan kerjasama dengan investor, lewat pemaparan potensi besar yang dimiliki. Pedagang pun bisa diajak berdiskusi, bagaimana caranya bangunan JTC nantinya bisa lebih akomodatif, tanpa harus kehilangan pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Johar, Masjid Agung Semarang dan pertokoan Kauman bagaikan macan yang butuh digugah, disadarkan dan dibukakan matanya, guna menggiatkan sektor pariwisata Semarang. Karena sebenarnya kualitas, keindahan serta nilai historisnya sangat kental dan tidak kalah dengan kota – kota lain, namun sayangnya sekarang ini masih tertutup kekumuhan dan kesemrawutan yang semakin berlarut dan menumpuk, sehingga terkesan sulit diubah. Padahal, jika kawasan ini maju, ujung – ujungnya akan mendongkrak pendapatan daerah dan pedagang juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, jika masyarakat umum Semarang memiliki semangat dan mau menerima perubahan ke arah lebih maju, segala perbedaan pendapat tentang pengelolaan kawasan ini dapat diselesaikan dengan cepat, dan segera bisa diambil keputusan langkah selanjutnya, sehingga kondisi bersih, nyaman dan rapi bisa segera diwujudkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-9029876651535212568?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/9029876651535212568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/01/mewacanakan-johar-trade-center.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/9029876651535212568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/9029876651535212568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2010/01/mewacanakan-johar-trade-center.html' title='MERINTIS LAHIRNYA JOHAR TRADE CENTER'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/S1ajlT4FH_I/AAAAAAAAAPM/ncmWrdNM8D4/s72-c/IMG_0513.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-522131990821775362</id><published>2009-12-21T06:14:00.005+07:00</published><updated>2009-12-21T06:49:05.528+07:00</updated><title type='text'>NEGERI TANPA SENYUM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://fliippy.exteen.com/images/smile-less.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 500px;" src="http://fliippy.exteen.com/images/smile-less.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerpen Arswendo Wirawan. &lt;br /&gt;Dimuat di harian Solopos Minggu, 20 Desember 2009&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Sekilas, wajah – wajah ini tidak berbeda dengan wajah – wajah lain. Bentuknya yang beberapa lonjong, beberapa persegi dan beberapa bulat. Sebagian beralis tebal dan sebagian lagi tipis. Ada yang berkumis, yang berjenggot pun ada. Beberapa berpipi tembem dan beberapa berpipi kempot. Mata besar, mata sipit, mata biru, dan mata hitam. Sebagian memiliki hidung pesek, sebagian lagi mancung, serta beberapa bulat. Mulut – mulut mereka pun tidak berbeda dengan manusia lain di dunia ini. Ada yang berbibir tebal, ada juga yang tipis, ada yang tebal di atas, ada yang tebal di bawah. Sama sekali tidak ada perbedaan – perbedaan yang berarti. &lt;br /&gt;Namun, ketika kemudian aku mendekat dan bercengkerama dengan mereka, baru kusadari, wajah – wajah ini memang berbeda. Wajah – wajah ini begitu kuat karakternya. Biasanya, orang – orang dengan wajah seperti ini memiliki karakter yang khas. Jika dia periang, maka wajahnya terlihat ceria dan membuat orang lain merasakan keriaan yang dia rasakan. Orang yang selalu menangis, entah karena bahagia atau sedih, memiliki wajah yang sendu dengan kelopak mata yang hampir menutupi mata. Jika seseorang itu pemarah, maka wajah – wajah seperti inilah yang akan kita temui, garang, tidak ramah, menatap dengan tajam, bibir terkatup rapat, geraham atas dan bawah saling menggigit – gigit sehingga dari luar terlihat tonjolan otot – otot pipi, mempertegas sifat orang tersebut.&lt;br /&gt; Terus terang, melihat wajah – wajah seperti ini selalu membuatku begidik, apalagi jika harus berurusan dengan mereka. Bagiku, wajah – wajah seperti ini akan selalu siap membunuhku dengan sadis dan tanpa ampun, namun dilakukan dengan tenang, sehingga seolah – olah tidak ada penyesalan atas apa yang baru saja dilakukan, lalu meninggalkanku begitu saja di semak – semak kehabisan darah.&lt;br /&gt; Namun ternyata aku salah. Orang – orang ini tidak segarang yang kubayangkan, mereka tidak sekejam yang kutakutkan. Justru sebaliknya, mereka orang – orang yang ramah, baik, dan selalu menyambut tamu – tamu mereka dengan hangat. Seperti yang kualami ini, dalam perjalanan panjangku berkelana, aku harus singgah di negeri orang – orang berwajah seram ini untuk beristirahat. Secangkir kopi panas dan beberapa potong gorengan di warung tegal menambah kehangatan yang mereka ciptakan. Awalnya aku heran dengan apa yang kulihat, karena ini benar – benar pertama kali aku alami, sesuatu yang absurd dan khayali, sesuatu yang tidak masuk akal, namun nyata terjadi di depan mata. Bukan sihir bukan sulap, bukan mimpi bukan khayalan. &lt;br /&gt; Wajah – wajah ini tersenyum, namun tidak seperti biasanya orang tersenyum. Wajah – wajah ini tertawa, namun mulut mereka tidak selayaknya orang tertawa. Memang terdengar suara mereka sedang tertawa, namun ekspresi mereka tidak sewajarnya orang yang sedang tertawa. Bagaimana mungkin ini terjadi ?. Aku ingin ikut tertawa tentang gurauan – gurauan yang mereka lontarkan, namun aku tidak bisa. Aku masih merasa aneh dengan apa yang kulihat. &lt;br /&gt; Rupanya reaksiku itu membuat mereka berhenti tertawa. Timbul suasana canggung yang tidak nyaman. Aku merasa tidak enak, seharusnya aku ikut tertawa atas gurauan mereka tadi. &lt;br /&gt;“Saya minta maaf bapak – bapak…..”, ucapku kemudian.&lt;br /&gt;“Tidak perlu minta maaf nak, ini sudah sering terjadi. Ketika para perantau mampir beristirahat dalam perjalanan mereka, mereka selalu menunjukkan wajah aneh di depan kami, layaknya kami ini orang – orang aneh. Yah, memang kami aneh, tapi inilah kami. Kami tidak tahu apakah ini kutukan. Yang kami tahu Tuhan tidak pernah menciptakan makhluknya dengan sia – sia, pasti ada penjelasan mengapa Tuhan menciptakan kami seperti ini”.&lt;br /&gt;“Maaf, apakah orang tua serta kakek dan nenek bapak juga seperti ini ?. Emm…maksud saya…”. &lt;br /&gt;“Ya…”, ucapanku terpotong. “Semenjak dikenal peradaban manusia, kami memang seperti ini. Turun – temurun kami tidak pernah keluar dari negeri ini, karena kami pasti akan jadi bahan guyonan dan ejekan. Kami tidak menyesali keadaan kami. Kami tidak kecewa karena tidak leluasa bergaul dengan dunia luar”.&lt;br /&gt;“Kalau saya boleh tahu, adakah cerita dari orang tua bapak – bapak sekalian, yang menyebutkan penyebab keadaan ini ?”, tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Ya, memang ada penyebabnya. Konon, negeri kami dahulu kala adalah negeri yang sejahtera, penduduknya selalu bahagia, hidup tenteram, saling mencintai satu sama lain dan tidak ada kekurangan sesuatu apapun. Namun tak disangka – sangka, kebahagiaan itu rupanya menyimpan bom waktu tersembunyi yang tidak bisa dijinakkan lagi. Kebahagiaan itu telah dikotori ulah orang – orang penting yang seharusnya melindungi mereka, menyediakan keadilan bagi mereka, dan menjadi pengemban amanat mereka. Rakyat menyimpan kekecewaan yang teramat besar atas tindak penyelewengan dan kecurangan yang dilakukan orang – orang penting itu. Harapan besar yang disandarkan ternyata tidak dijaga sebagaimana mestinya. Menelikung hak rakyat, bermain mata dengan orang – orang berduit, dan yang terparah, bermain Kethoprak dengan lakon “Gĕgĕr Cicak lan Boyo”, sebuah usaha saling meniadakan demi tujuan yang mencurigakan, sementara “Sang Sutradara” tertawa ngakak menyaksikan itu semua, dari negeri ‘Entah Dimana’. &lt;br /&gt;Dan terjadi percobaan intimidasi terhadap suara massa, sebuah wawancara omong kosong yang sepertinya hanya bertujuan mengolok – olok, dan tidak mengandung esensi apapun. Reaksi yang tidak sigap terhadap permasalahan – permasalahan itu menambah kekecewaan rakyat. Penyelewengan dan penyalahgunaan yang semakin sering terjadi dan membukit, telah menguras habis kesabaran rakyat, dan akhirnya tidak bisa tertahan lagi. Satu per satu muncul aksi – aksi ketidakpuasan, terjadi konflik di mana – mana, perang saudara semakin meluas, nyawa – nyawa dihabisi, darah – darah berceceran, kekerasan digunakan sebagai sarana legalitas mengekspresikan perasaan yang terpasung. Tidak peduli anak tidak peduli bapak, jika hati menjadi lega maka membunuh adalah hak asasi. Perbedaan pendapat berarti musuh, dan musuh harus dipenggal. Kebakaran, bom, desing mesiu, dan pedang beradu, sudah menjadi sarapan pagi. &lt;br /&gt;Intinya, negeri kami ini benar – benar berkabung. Bapak mati, ibu mati, anak mati, saudara mati. Yang tersisa hanyalah air mata, duka dan kesedihan. Kabarnya, keadaan ini berlangsung hampir selama – lamanya, tahun berganti tahun, abad berganti abad. Tidak pernah lagi terdengar tawa bahagia, tidak pernah lagi terlihat senyum gembira, tidak ada lagi dendang ceria, tidak ada lagi puisi cinta. Yang ada hanya wajah – wajah seperti kami ini. Mereka tidak peduli apakah matahari sedang terbit atau tenggelam, mereka tidak peduli hujan sedang turun, bulan sedang purnama, bintang kerlap – kerlip, pelangi sedang melengkung. Begitu nelangsanya jiwa mereka sehingga tidak mampu merasakan keindahan – keindahan yang masih muncul di negeri yang merintih ini. Hingga keadaan negeri yang semakin membaik pun tidak bisa menghapus duka yang telah terpatri itu. Barangkali kenangan kelabu itu tidak akan pernah terkelupas, mendarah daging, hingga terwarisi pada generasi – generasi di bawah mereka, termasuk kami sekarang ini”, sang bapak menjelaskan.&lt;br /&gt;“Tapi bapak, bukankah masa itu telah terlalu lama berlalu, beratus – ratus tahun yang lalu, negeri bapak ini pun saya lihat sekarang sangat subur dan makmur, kehidupan di kota juga semarak dan meriah, bahkan saya mendengar musik ceria di pintu gerbang negeri ini……”.&lt;br /&gt;“Yah memang benar, walaupun kami tidak pernah merasakan kepedihan masa lalu itu, tapi keadaan kami ini seolah – olah menjadi gen turun – temurun, agar kami selalu teringat penderitaan yang nenek moyang kami pernah alami dulu, masa – masa kelam negeri ini. Kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi di negeri kami ini”.&lt;br /&gt; Kini aku mengerti, penderitaan para leluhurlah yang menyebabkan keadaan ini. Tentunya terlintas di benak mereka, seandainya peristiwa masa lalu itu tidak pernah terjadi. Seandainya orang – orang penting itu tidak melakukan perbuatan – perbuatan itu, sehingga membuat perjalanan sejarah menjadi seperti ini ?. Atau mereka tidak perlu menyalahkan nenek moyang, namun sebaliknya, mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita masa lalu itu ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai&lt;br /&gt;Semarang, 19 November 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-522131990821775362?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/522131990821775362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/12/negeri-tanpa-senyum.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/522131990821775362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/522131990821775362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/12/negeri-tanpa-senyum.html' title='NEGERI TANPA SENYUM'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-1932653535383470188</id><published>2009-10-31T07:45:00.007+07:00</published><updated>2009-12-21T06:59:25.086+07:00</updated><title type='text'>SEBERKAS CAHAYA PAGI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Sy658onKO-I/AAAAAAAAAJ0/IivE3BHXBA0/s1600-h/sertifikat+rohto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Sy658onKO-I/AAAAAAAAAJ0/IivE3BHXBA0/s320/sertifikat+rohto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417471853118241762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerpen Arswendo Wirawan&lt;br /&gt;Pemenang Favorit Lomba Menulis Cerpen Remaja Rohto 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru tergeletak lemas di sebuah Instalasi Gawat Darurat. Matanya terpejam, selang infus menjulur di tubuhnya. Detak jantungnya tidak teratur, kadang ada namun lemah, dan terkadang hilang beberapa saat. Sang ibu dengan setia mendampingi di samping ranjang, meratapi nasib Heru yang malang. Tak berhenti dia membaca doa – doa serta Surat Yasin, berharap kesadaran Heru segera kembali. Namun di sela – sela lafal doa, terdengar isak tangis ibu Heru yang terdengar begitu menyayat. Berkali – kali dia menciumi kening Heru dengan penuh kasih sayang. Sang ayah mencoba menghibur, memberikan pengertian supaya istrinya bersabar dan tabah.&lt;br /&gt; Kemudian dokter yang merawat Heru datang memeriksa perkembangan kondisi Heru. Dia memeriksa denyut nadi, mata, serta luka memar yang melingkar di leher Heru. Ekspresi wajah dokter menunjukkan seribu satu makna. Dia tidak tersenyum dan juga tidak menunjukkan tanda – tanda khawatir. Mengangguk – angguk namun terkadang juga menggeleng – geleng.&lt;br /&gt;“Bagaimana keadaan anak saya, Dok ?”, tanya sang ayah.&lt;br /&gt;“Denyut nadinya membaik, namun belum bisa menunjukkan adanya perkembangan kesadaran. Nanti malam saya akan memeriksanya lagi, bapak dan ibu saya harap tidak berhenti berharap”.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Bu, Heru berangkat dulu”, pamit Heru dengan wajah muram, beberapa hari yang lalu. Sang ibu sangat mengerti ekspresi wajah Heru yang seperti itu. Penyebabnya sama seperti bulan – bulan yang lalu. Heru merasa malu karena sudah lebih lima bulan belum membayar SPP. Teman – teman di sekolah selalu menyindir dan mengejeknya, menyebutnya anak teladan, yang maksudnya adalah ‘contoh sukses siswa yang menunggak SPP’. Heru memang anak pintar dan berprestasi, namun di lain sisi Heru pun terancam tidak bisa melanjutkan sekolah karena menunggak SPP. &lt;br /&gt; Begitu pun kali ini, teman – teman mengejeknya lagi ketika Bapak Wali Kelas memberikan himbauan agar anak – anak tidak telat membayar SPP. Heru hanya bisa tertunduk diam, dia tidak sanggup melihat tatapan mata teman – temannya, dia sudah bisa membaca pikiran mereka di balik tatapan itu. Heru bisa mendengar cemoohan walaupun mulut mereka terkunci. Heru juga tidak sanggup melihat ke arah Bapak Wali Kelas, dia hanya bisa pasrah ketika beliau menyebut namanya. Heru tidak tahu lagi, alasan apa yang harus dia sampaikan kepadanya kali ini. Kenyatannya memang dia belum bisa membayar. Ayahnya yang penjual rokok, serta ibunya yang penjual gorengan memang tidak mampu membayar uang SPP Heru. Heru sendiri kerap menitipkan gorengan – gorengan ke kantin sekolah utnuk dijualkan. Dan sepulang sekolah, Heru langsung pergi ke pasar, bukan untuk berbelanja, tapi bekerja sebagai tukang semir sepatu.   &lt;br /&gt;“Heru, jam istirahat nanti kamu diminta menemui Bapak Kepala Sekolah di ruangannya”, Bapak Wali Kelas menyampaikan kabar.&lt;br /&gt; Di ruang Kepala Sekolah Heru menerima sepucuk surat untuk orang tuanya. Dia tidak tahu persis apa isinya, tapi pasti berhubungan dengan uang SPP. Ketika sedang mendengarkan nasehat Bapak Kepala Sekolah, Heru sempat melihat ke jendela, teman – temannya sedang mencuri – curi mengintipnya. &lt;br /&gt;“Setelah ini mereka pasti mengejekku lagi”, batin Heru.&lt;br /&gt;“Bayar dong, emangnya ini sekolahan Nenekmu !. Hari gini mana ada yang gratisan !”, terbayang kalimat – kalimat itu di kepala Heru, sembari masih mendengarkan nasehat Bapak Kepala Sekolah. &lt;br /&gt; Sebenarnya tidak semua teman Heru berlaku jahat dan mencemooh Heru seperti itu. Masih ada teman – teman yang justru bersimpati pada Heru, pada kesulitan yang dialami Heru. Bahkan mereka pernah mengumpulkan iuran dari uang jajan mereka sendiri, agar Heru bisa melunasi SPP yang belum terbayar. Tidak jarang pula guru - guru Heru menyelipkan selembar uang lima atau sepuluh ribuan di kantong seragam Heru, karena mereka juga bersimpati kepadanya. &lt;br /&gt; Jika ingin, tentunya mudah saja bagi Bapak Kepala Sekolah mendepak Heru dari sekolah. Tapi beliau selalu teringat pada prestasi yang penah ditorehkan Heru bagi keharuman nama sekolah itu. Ya, Heru pernah menjadi juara pertama lomba pidato Bahasa Inggris pelajar SMP dan SMA tingkat nasional. Prestasi inilah yang membuat nama sekolah ini menjadi melambung, hingga mendapatkan penghargaan dari Bapak Presiden. Selain itu, karena Heru tergolong murid yang pandai. Nilai akademiknya tidak pernah mengecewakan, bahkan boleh dikatakan terbaik di sekolahnya. Heru telah menjadi panutan bagi teman – temannya yang berkekurangan secara ekonomi, namun memiliki semagat yang besar untuk mencari ilmu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Dari kamarnya, Heru bisa melihat ayahnya ketika membaca surat dari Bapak Kepala Sekolah tadi. Dari ekspresi wajahnya, Heru bisa melihat adanya kesedihan.&lt;br /&gt;“Pak, Heru mau berhenti sekolah”, kata Heru ketika ayahnya selesai membaca surat itu.&lt;br /&gt;“Jangan Heru, kamu tidak boleh berhenti sekolah. Kamu harus tetap sekolah setinggi – tingginya, biar kamu jadi orang pintar, biar kamu tidak hidup susah seperti bapak sekarang ini. Biar kamu bisa jadi insinyur seperti yang kamu mau. Jangan Heru, kamu tidak boleh berhenti sekolah”.&lt;br /&gt;“Tapi Heru malu, Pak”, suaranya bergetar. Air mata mulai meleleh dari matanya.&lt;br /&gt;“Bapak mengerti nak, bapak juga sedang berusaha pinjam uang kesana – kemari. Yang penting kamu belajar yang rajin, simak baik - baik pelajaran yang diberikan gurumu. Jangan hiraukan ejekan teman – temanmu. Kamu mesti sabar ya nak, jangan terpancing emosi. Masalah SPP biar bapak yang mikir, kamu jangan ikut – ikutan mikir. Pokoknya kamu harus tetap sekolah”.&lt;br /&gt;“Kamu bantu doa supaya bapak sama ibu bisa dapat uang pinjaman ya, Nak”, ibunya menambahi.&lt;br /&gt;“Sebenernya bapak nggak paham, katanya pendidikan zaman sekarang gratis, yang namanya gratis kan artinya tidak bayar to ?. Tapi kenyatannya kita tetap harus bayar, yang katanya untuk Uang Pagar, untuk Buku Paket, untuk Uang Pembangunan. Lha kalau begitu yang gratis apanya. Apakah karena pendaftarannya tidak bayar, itu yang disebut sekolah gratis ?”. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Heru berangkat dulu, Bu”, masih dengan wajah yang muram, keesokan harinya.&lt;br /&gt;“Hati – hati ya, Nak. Ingat pesan bapakmu tadi malam, kamu jangan ikut mikir soal SPP, tugasmu cuma belajar dan jadi anak pintar. Jangan hiraukan ejekan teman – temanmu, waktu jam istirahat lebih baik kamu ke perpustakaan saja, biar nggak dengar ejekan teman – temanmu itu”.&lt;br /&gt;“Ya Bu, bapak mana, Bu ?”.&lt;br /&gt;“Bapak sudah berangkat pagi – pagi sekali, mau ke rumah pakdemu, dulu bapakmu pernah ditawari pekerjaan yang lumayan gedhe bayarannya. Kamu doakan semoga bapak dapet pekerjaan itu ya”.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Hari ini Heru minta izin pulang sekolah lebih cepat. Dia mengeluh sakit perut dan pusing – pusing. Namun rupanya itu hanyalah dalih semata. Heru ingin cepat pulang karena dia ingin segera melakukan sesuatu. Sesuatu hal yang telah merasuki pikirannya beberapa hari ini. Namun sebuah suara di hatinya melarang dirinya melakukan itu. “Pikirkan bagaimana nasib bapak dan ibumu jika kau tetap melakukan itu”, begitu kira – kira suara itu berbicara. Ketika sampai di rumah, ibu Heru belum pulang dari berjualan gorengan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Ya ampun Heruuuu….Heruuuuu anakkuuuuu…..!. Ya Allah Gustiiiii……, apa yang kamu lakukan naaaaak…..!. Tolooooooong……toloooooong…… toloooooong……”. Ketika ibu pulang, dia mendapati Heru tengah tergantung kaku, masih dengan seragam putih birunya. Seutas tali jemuran yang terikat di ventilasi di atas pintu kamarnya, mencekik kuat leher Heru. Tubuhnya terbujur kaku dan dingin, matanya memutih dan lidahnya terjulur.&lt;br /&gt; Para tetangga mulai berdatangan ketika ibu Heru menangis meronta – ronta di lantai. Dengan cepat mereka berusaha menurunkan Heru dari gantungan. Mereka kemudian mencoba memeriksa Heru, ternyata jantungnya masih berdenyut. Segeralah Heru dibawa ke rumah sakit, dengan harapan masih bisa diselamatkan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Demi Tuhan, inikah wajah pendidikan negeri ini ?. Anak – anak yang semestinya memiliki hak menimba ilmu sebanyak – banyaknya, dipaksa ikut merasakan penderitaan orang tuanya akibat kemiskinan. Hal ini tidak seharusnya terjadi pada mereka, karena tidak semua anak memiliki mental yang kuat sehingga sanggup menanggung beban kemiskinan keluarga. Heru adalah contoh anak yang belum memiliki mental yang kuat dalam menghadapi kenyataan hidupnya. Ketika dia merasa tidak sanggup lagi menerima ejekan dan cemoohan teman – temannya, maka dia pikir bunuh diri adalah satu – satunya jalan keluar yang masuk akal. &lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, seorang tetangga Heru juga ditemukan gantung diri di rumahnya, karena dinyatakan tidak lulus UAN SMP, padahal dia termasuk anak pintar di sekolahnya. Mungkinkah Heru menjadikan tetangganya itu sebuah role model, sebuah contoh, sehingga dia menirunya ketika dirasa tidak sanggup lagi menerima pahitnya kenyataan hidup ?. Tugas Heru, dan juga anak – anak lain, hanyalah belajar, bukan yang lain. Kewajiban mereka hanyalah berangkat ke sekolah, menerima pelajaran dan berinteraksi dengan teman – teman. Mereka tidak boleh memikirkan berapa harga buku pelajaran yang harus mereka miliki, mereka tidak boleh tahu berapa harga bolpen dan pensil yang mereka pakai. Itu bukan tugas mereka, itu bukan kewajiban mereka, belum saatnya. Yang perlu mereka tahu adalah, dengan rajin belajar mereka akan menjadi orang pintar.  &lt;br /&gt; Sekolah gratis adalah gagasan yang brilian, namun bila pelaksanaannya tidak merata, dan masih ada oknum – oknum penjahat di sekolah yang menarik uang dengan dalih Iuran atau Sumbangan Pembangunan, atau Uang Pagar dan sejenisnya, maka berapa nyawa lagi yang harus hilang akibat menanggung biaya SPP. Berapa lagi anak – anak yang akan mengikuti jejak Heru, dan korban – korban lainnya. Hal ini tidak boleh terjadi lagi.  &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Heru masih terpejam tak sadarkan diri. Semenjak diperiksa dokter tadi siang, belum ada perubahan apapun yang berarti. Kecemasan masih terlihat di wajah bapak dan ibu Heru. Mereka benar – benar tidak tahu apa yang harus diperbuat. Sudah dua hari Heru tak sadarkan diri di rumah sakit ini, sementara semakin lama dia di sini, akan semakin besar biaya yang harus ditanggung. Tunggakan SPP yang lebih dari lima bulan saja belum lagi terbayarkan, sekarang mereka mesti mencari uang untuk membiayai perawatan Heru. Dari mana mereka bisa mendapatkan uang itu. Benar – benar berat permasalahan yang tengah mereka hadapi, ketabahan dan kesabaran mereka sedang diuji. Namun yang terpenting bagi mereka adalah keselamatan Heru.  &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Pintu kamar Heru diketuk, seorang perempuan paruh baya yang tak dikenal datang menjenguk. Perempuan itu mengetahui kejadian yang dialami Heru dari tayangan televisi. Ya benar, kemarin bapak dan ibu Heru memang diwawancarai oleh beberapa stasiun televisi tentang kejadian ini, dan perempuan paruh baya itu adalah salah satu pemirsa yang tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban orang tua Heru. &lt;br /&gt; Ini adalah harapan. Bantuan yang mereka terima ini adalah harapan bahwa Heru akan sembuh. Ternyata, orang lain yang tidak mereka kenal pun merasa prihatin, dan dengan sukarela memberikan bantuan. Orang tua Heru tidak boleh putus asa dengan apa yang sedang mereka hadapi. Tetap berjuang demi hidup, berdoa dan memasrahkan segalanya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin….., terima kasih Tuhan, terima kasih atas rezeki yang Engkau limpahkan untuk kami. Berikan kesembuhan bagi Heru putra kami. Bimbinglah dia kepada masa depan yang lebih baik, wujudkan apa yang menjadi cita – citanya. Amien”, ibu Heru memanjatkan doanya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Semua ini bukanlah salah siapa – siapa. Bukan salah Heru, Heru hanyalah korban keadaan. Orang tua Heru tidak bisa disalahkan karena hidup dalam kemiskinan. Sekolah juga tidak bisa disalahkan karena menetapkan SPP yang tidak mampu dibayar oleh orang tua Heru. Lalu, apakah pantas menjatuhkan vonis bersalah kepada teman – teman yang mengejek Heru, yang notabene mereka hanyalah anak – anak yang baru beranjak remaja, yang masih labil dan belum bisa memilah dan mengontrol ucapan – ucapan yang boleh dan tidak boleh diucapkan kepada orang lain secara dewasa. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Mata Heru terbuka ketika sinar mentari menembus jendela Rumah Sakit, lembut menyentuh kelopak matanya. Tangannya bergerak – gerak, detak jantungnya mulai stabil, mulutnya mulai berusaha bersuara. Horee, Heru telah kembali !. Terpancar kebahagiaan tiada tara di wajah orang tuanya. Di ruang perawatan ini, telah berkumpul teman – teman Heru, termasuk mereka yang selama ini mencemooh dirinya. Dengan ditemani Bapak Kepala Sekolah, mereka ingin menjenguk Heru, dan sekaligus meminta maaf atas perbuatan mereka selama ini. Ya, namanya juga anak remaja, masih perlu banyak bimbingan agar terhindar dari perbuatan – perbuatan buruk, dan lebih memilih melakukan hal – hal yang benar.&lt;br /&gt; Semoga ini bisa menjadi suntikan motivasi baru bagi Heru dalam menjalani hari – harinya sebagai seorang pelajar. Semoga saja tidak ada dendam di dada Heru kepada teman – temannya itu. Dan semoga dia bisa belajar, bahwa apa yang telah dilakukannya itu adalah perbuatan yang salah. Semoga di masa yang akan datang, pendidikan dan perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih baik, sehingga tidak perlu lagi terjadi peristiwa seperti ini. Semoga tidak ada Heru – Heru lain yang menjadi korban.  &lt;br /&gt;Ayo Heru, bersemangatlah !. Sejuta impian menantimu !. Berkaryalah !. Raih cita – citamu demi masa depan yang lebih baik, seperti harapan orang tuamu, dan juga harapan para orang tua yang menginginkan anak – anaknya bersekolah sampai ke jenjang yang paling tinggi !. Kamu adalah harapan bangsa. Generasimu adalah generasi penerus bangsa !. Songsong hari esok yang cerah, secerah berkas cahaya pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELESAI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-1932653535383470188?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/1932653535383470188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/10/seberkas-cahaya-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/1932653535383470188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/1932653535383470188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/10/seberkas-cahaya-pagi.html' title='SEBERKAS CAHAYA PAGI'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Sy658onKO-I/AAAAAAAAAJ0/IivE3BHXBA0/s72-c/sertifikat+rohto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-9086047505053493132</id><published>2009-08-23T09:26:00.005+07:00</published><updated>2009-08-31T07:06:29.148+07:00</updated><title type='text'>MENYAMBANGI PASAR RAKYAT KALIBANTENG</title><content type='html'>(Dimuat di Harian Suara Merdeka, 30 Agustus 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap hari Minggu, ada pemandangan berbeda terlihat di ruas jalan Abdurrahman Saleh Semarang. Pemandangan yang hanya bisa disaksikan dari sekitar jam 6 hingga jam 8 pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari depan Museum Ronggowarsito hingga depan kantor Pegadaian, ditemui banyak gelaran dagangan seperti halnya di seputaran Simpang Lima. Kiri dan kanan ruas jalan dipadati berbagai barang kebutuhan rumah tangga sehari – hari. Mulai dari mainan anak – anak, pakaian, makanan ringan, ember, pot dan banyak jenis barang lain, dengan harga yang menyenangkan. Bahkan, para orang tua juga bisa mengajak anak – anak mereka mengendarai Andhong dengan rute Museum Ronggowarsito - Jalan Sri Rejeki Utara - Jalan WR. Supratman - Jalan Pamularsih - lalu kembali ke Museum. Cukup dengan Rp. 5000, dijamin suasana Minggu pagi menjadi meriah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar rakyat ini rupanya mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Terbukti banyak sekali yang datang menyambangi. Ada yang memang dengan sengaja pagi – pagi ke sini, masih mengenakan piyama dan cuci muka seadanya, bersama suami sambil menggendong anak. Ada pula yang menyempatkan mampir sepulang berolah raga. Namun ada pula yang sekedar nongkrong sambil menikmati suasana. Bahkan ada yang datang dari tempat yang agak jauh sehingga perlu mengendarai kendaraan bermotor. Mau tidak mau tempat – tempat parkir pun bermunculan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang pedagang, antusias pengunjung yang berbelanja membuat dirinya mendapatkan tambahan penghasilan yang lumayan, selain juga berjualan di kios atau toko. Dia juga menambahkan, sejak dibuka pertama kali sekitar empat tahun lalu, hingga kini semakin banyak pedagang yang datang. Beberapa dari mereka adalah para korban PHK. Awalnya, pasar rakyat ini hanya menempati area pinggir jalan di depan Museum Ronggowarsito, berhadapan langsung dengan bunderan Kalibanteng. Namun kini meluas hingga ke Jalan Abdurrahman Saleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang juga datang dari berbagai tempat. Ada yang dari dalam kota Semarang, ada pula yang dari Gunung Pati, Kebumen bahkan Padang Sumatra Barat. Mereka bersedia datang dari jauh berjualan di sini karena potensinya besar. Mereka berharap lokasi ini bisa terus ramai dikunjungi seperti halnya di Simpang Lima. Itung – itung membantu pemerintah mengurangi kepadatan di Simpang Lima, meski tidak banyak. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Wajah Kalibanteng menjadi berbeda dengan hadirnya pasar rakyat ini. Jika selama ini warga sekitar sudah dihibur dengan tontonan pesawat yang sedang Take Off dan Landing di Bandara Ahmad Yani, Pasar Rakyat Kalibanteng menjadi hiburan tambahan bagi masyarakat di hari Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SpCqVCBK1XI/AAAAAAAAAH8/vdYZs9o1PSQ/s1600-h/IMG_0250.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SpCqVCBK1XI/AAAAAAAAAH8/vdYZs9o1PSQ/s320/IMG_0250.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372981633748751730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SpCq2SoXDmI/AAAAAAAAAIE/hfFfCPubfPg/s1600-h/IMG_0252.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SpCq2SoXDmI/AAAAAAAAAIE/hfFfCPubfPg/s320/IMG_0252.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372982205143780962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SpCrba5S7GI/AAAAAAAAAIM/3X2FZXQcGY0/s1600-h/IMG_0251.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SpCrba5S7GI/AAAAAAAAAIM/3X2FZXQcGY0/s320/IMG_0251.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372982843017456738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-9086047505053493132?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/9086047505053493132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/08/menyambangi-pasar-rakyat-kalibanteng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/9086047505053493132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/9086047505053493132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/08/menyambangi-pasar-rakyat-kalibanteng.html' title='MENYAMBANGI PASAR RAKYAT KALIBANTENG'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SpCqVCBK1XI/AAAAAAAAAH8/vdYZs9o1PSQ/s72-c/IMG_0250.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-4459607088876053997</id><published>2009-06-28T11:45:00.007+07:00</published><updated>2009-07-05T09:53:17.508+07:00</updated><title type='text'>MENGADOPSI KONSEP CITY WALK UNTUK KOTA SEMARANG</title><content type='html'>(Dimuat di Harian Suara Merdeka, 5 Juli 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda warga Kota Semarang dan sekitarnya, masih ingatkah dengan City Walk Kota Lama Semarang ?. Pada medio Agustus 2007 lalu Pemkot Semarang punya hajatan besar bertajuk Semarang Pesona Asia (SPA). Saat itu tersiar kabar kota Semarang mempunyai sebuah Ciwalk atau City Walk yang berlokasi di Jl Merak, sepanjang kurang lebih 400 meter, yang terletak di sisi selatan Polder Tawang. Dimulai dari ujung barat laut, tempat Tugu Reclame Kiost peninggalan Belanda terletak, hingga perempatan Jl Cendrawasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciwalk yang diusulkan Bappeda dengan mengambil anggaran APBN 2007 sebesar Rp 1 miliar ini menyuguhkan sajian utama berupa wisata kuliner dan tempat untuk berjalan – jalan atau sekedar duduk – duduk di sepanjang bibir kolam polder..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekarang bagaimana kabarnya City Walk Kota Lama Semarang ?. Masih adakah gerangan dirinya ?. Tidak berapa lama setelah berakhirnya hajatan SPA, Ciwalk itu ternyata telah kembali pada habitatnya semula, sebagai ruas jalan biasa dengan sisa – sisa keindahan yang dua tahun lalu dipersiapkan untuk gelaran SPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menunjukkan konsep yang dianut oleh tiga City Walk di kota Bandung, yang sukses dan ramai dikunjungi tidak hanya oleh warga Bandung dan sekitarnya saja, tapi juga oleh warga Jakarta di setiap akhir pekan, yaitu Cihampelas Walk (Ciwalk), Parijs van Java (PVJ) dan Braga City Walk (BCW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya menganut konsep mal yang dilengkapi area terbuka dalam satu kawasan yang sama. Konkritnya begini, selain bangunan mal seperti mal pada umumnya, tepat di sebelahnya juga terdapat ruas jalan dengan atap terbuka bagi pejalan kaki, di mana di sebelah kanan dan kiri ruas jalan itu terdapat etalase - etalase toko dan juga beberapa kafe dan resto. Jadi masyarakat memiliki dua tujuan sekaligus ketika menyambangi kawasan Ciwalk itu. Ingin berbelanja atau sekedar Eye Shopping di bagian mal-nya, lalu dilanjutkan berjalan – jalan atau duduk – duduk dan ngobrol – ngobrol santai bersama teman – teman, dikelilingi taman – taman hijau yang sejuk oleh semilir angin, ditemani secangkir teh atau kopi hangat dan camilan - camilan ringan, sambil menikmati indahnya udara sore, atau bahkan makan malam di salah satu Terrace Cafe yang tersedia di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandigkan dengan Ciwalk Kota Lama, orang akan lebih memilih Warung Semawis di Kampung Pecinan Semarang, yang memiliki konsep serupa, namun dengan suasana yang lebih khas dengan ciri budaya negeri Cina-nya, sehingga gregetnya lebih terasa. Itu sebabnya Ciwalk Kota Lama tidak bertahan lama. Akan lebih bermanfaat jika gedung - gedung di kawasan Kota Lama difungsikan sebagai sentra kuliner khusus kalangan menengah ke atas, seperti yang telah dipelopori Restoran Ikan Bakar Cianjur, dan terbukti sukses menarik pengunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah Semarang memiliki ruang untuk konsep Ciwalk seperti yang dimiliki kota Bandung ?. Bukan hanya ruang, tapi kota Semarang memiliki potensi yang sangat besar untuk hal ini. Saya pribadi berharap Mal Paragon City yang sedang dalam tahap pembangunan, bisa menjadi jawabannya. Kawasan DP Mal pun sebenarnya juga berpotensi untuk rancangan Ciwalk seperti itu, jika seandainya bangunan Rukan Pemuda Mas dan tempat parkirnya diganti dengan taman hijau tempat orang bisa duduk – duduk santai. Sri Ratu Pemuda juga bisa dibuat seperti itu. Dan juga kawasan - kawasan lain yang sekiranya memungkinkan. Kita berharap konsep ini bisa diadopsi oleh para pemilik usaha, investor dan juga Pemkot Semarang, dalam usaha pengembangan dan peningkatan kualitas pariwisata kota Semarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya sudah ada dan terbukti berhasil. Tidak ada salahnya jika konsep itu dicoba diaplikasikan di kota Semarang ini. Warga Semarang pasti akan menyambutnya dengan riang gembira. Semarang akan dibanjiri para wisatawan luar  kota, tidak hanya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta saja, bahkan juga mungkin dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Semarang tidak lagi hanya sebagai kota transit untuk sekedar membeli Loenpia, Wingko Babat dan Bandeng Presto saja, tapi menjadi kota tujuan utama pariwisata Jawa Tengah. Semoga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb13JiBIxI/AAAAAAAAAHA/A9KLiz1Sx-4/s1600-h/ba3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb13JiBIxI/AAAAAAAAAHA/A9KLiz1Sx-4/s400/ba3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352235534976623378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb2OIZjStI/AAAAAAAAAHI/8E4K4sl8pRA/s1600-h/ba4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb2OIZjStI/AAAAAAAAAHI/8E4K4sl8pRA/s400/ba4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352235929809668818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb28yLp0-I/AAAAAAAAAHY/5qjvLnYCjew/s1600-h/PARIJS+VAN+JAVA.+bandung+2007.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb28yLp0-I/AAAAAAAAAHY/5qjvLnYCjew/s400/PARIJS+VAN+JAVA.+bandung+2007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352236731299648482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb3SVvQ_VI/AAAAAAAAAHg/4DW-Ava6xLs/s1600-h/BCW.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb3SVvQ_VI/AAAAAAAAAHg/4DW-Ava6xLs/s400/BCW.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352237101621509458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-4459607088876053997?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/4459607088876053997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/06/mengadopsi-konsep-city-walk-untuk-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/4459607088876053997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/4459607088876053997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/06/mengadopsi-konsep-city-walk-untuk-kota.html' title='MENGADOPSI KONSEP CITY WALK UNTUK KOTA SEMARANG'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/Skb13JiBIxI/AAAAAAAAAHA/A9KLiz1Sx-4/s72-c/ba3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-915507567988784459</id><published>2009-05-31T10:23:00.004+07:00</published><updated>2009-06-08T13:05:35.937+07:00</updated><title type='text'>"LASKAR PELANGI" A LA ADNAN KATINO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SiyqFU2-h2I/AAAAAAAAAGo/Nf-8ihS89Z4/s1600-h/menggapai+matahari+kecil.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SiyqFU2-h2I/AAAAAAAAAGo/Nf-8ihS89Z4/s400/menggapai+matahari+kecil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344833866257303394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi Novel. Dimuat di harian Suara Merdeka, 31 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     : Menggapai Matahari, Perjalanan Panjang Menjemput Asa&lt;br /&gt;Pengarang : Adnan Katino&lt;br /&gt;Tahun     : Juni, 2008&lt;br /&gt;Penerbit  : Hikam Pustaka, Yogyakarta &lt;br /&gt;Halaman   : 392 halaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEL ini memiliki tema dan pelajaran hidup yang hampir mirip dengan novel Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi. Sangat inspiratif dan luar biasa. Sebagai pengarang, Adnan Katino mencoba menyampaikan pesan, berbagai penderitaan dan kesengsaraan hidup pasti mampu diselesaikan, jika kita tetap tawakkal, bersabar, berdoa, terus berjuang dan berusaha, demi mewujudkan keinginan untuk keluar dari penderitaan. Selain itu, sebuah tekad yang sudah bulat dan kuat terpatri di dalam dada, tidak akan pernah bisa dihancurkan dan dihalangi oleh apa pun. Termasuk oleh kondisi kemiskinan dan kekurangan. Yang dibutuhkan hanyalah keyakinan yang mantap bahwa Allah pasti akan membantu mewujudkan tekad itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya diawali dengan latar kehidupan sebuah keluarga miskin di pedalaman hutan Sumatra Utara. Seorang bayi yang kemudian diberi nama Adnan, lahir tanpa disaksikan oleh ayah tercintanya. Ya, ketika itu Kamirun, ayah Adnan, sedang bekerja sebagai buruh panen padi di dusun sebelah, yang jaraknya sekitar satu hari berjalan kaki. Umi, ibundanya, ketika melahirkan Adnan pun, tidak ada yang membantu. Sebab saat itu Ani, kakak tertua Adnan, sedang mencari bantuan tetangga terdekat yang berjarak satu kilometer dari rumahnya. Kedua kakak Adnan di rumah pun tidak mampu berbuat apa – apa karena masih balita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pulang bersama Nenek Sapari, Ani mendapati ibundanya sedang kepayahan mengerahkan tenaga yang tersisa. Merebus air untuk membersihkan darah – darah di tubuh Adnan mungil dengan air hangat. Padahal, dia baru saja melahirkan, tentu terbayang di benak kita betapa besar tenaga yang dibutuhkan untuk sebuah persalinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran keharuan semacam itulah yang akan mampu menggugah empati pembaca. Kita pun akan memutuskan untuk tidak berhenti membacanya sampai halaman terakhir. Sebab, apa yang diceritakan pada halaman – halaman awal, masih akan terus berlanjut pada halaman – halaman berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab - bab selanjutnya diceritakan masa kanak – kanak Adnan yang dititipkan oleh orang tuanya kepada kerabat yang kaya. Sebab, orang tua dan kakak – kakaknya mesti pindah mencari ladang garapan baru yang lebih menghasilkan. Itu karena sawah yang mereka garap sekarang hasilnya masih belum mampu mencukupi kebutuhan sehari – hari. Apalagi melunasi utang – utang yang makin menumpuk. Di dalam keluarga itu Adnan tidak dianggap sebagai layaknya kerabat. Dia diperlakukan kasar dan mengalami penderitaan demi penderitaan akibat tugas – tugas harian yang diberikan pamannya, yang terlalu berat dilakukan oleh bocah seumur Adnan kala itu. Tiap pagi sebelum berangkat sekolah dia diharuskan membersihkan halaman, lalu mencari talas di sawah pinggir hutan sebagai bahan pakan itik. Tidak berhenti sampai di situ, dia pun diharuskan memasak dan mengolah talas itu menjadi pakan itik. Jadilah setiap pagi dia terlambat masuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanyalah sebagian kecil dari potret perjuangan dan keharuan panjang dari seorang Adnan Katino untuk menggapai matahari. Berawal pada suatu malam ketika di rumah seorang warga yang baru saja membeli sebuah televisi, para warga berdatangan untuk mencari tahu seperti apa sih bentuk televisi itu. Terutama Adnan kecil yang begitu terkesima terhadap sebuah kotak yang mampu mengeluarkan gambar dan suara itu. Terlebih lagi ketika acaranya menyiarkan film yang bercerita tentang perjuangan seorang anak desa, yang bercita – cita mencari kesuksesan di Jakarta. Adnan begitu terbius terhadap tokoh utama film itu. Dia merasakan tokoh itu sebagai dirinya. Perlahan – lahan film itu mampu menumbuhkan benih – benih semangat perjuangan untuk mengubah nasibnya, keluar dari kemiskinan yang tak pernah berhenti mengalir di dalam darah keluarganya. Dan film itu pulalah yang kemudian menjadi amunisi utama bagi Adnan kecil untuk terus bersekolah dan berprestasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel yang tokoh utamanya adalah pengarangnya sendiri ini juga menceritakan kecerdasan seorang Adnan yang selalu menjadi juara satu di kelasnya, dengan nilai rapor yang sempurna. Semenjak SD pun dia sudah mengenyam pendidikan pesantren, tidak pernah berhenti hingga pada akhir pendidikannya di tingkat perguruan tinggi, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan panjangnya berlanjut ketika dia memutuskan bersekolah di Madrasah ‘Aliyah Al Falah Kediri, dan Pondok Pesantren Darul Falah Kediri. Sepertinya penderitaan tak hendak menjauh dari Adnan. Di Kediri pun dia masih harus bekerja keras demi memasukkan sesuap nasi pengganjal perut, dan juga untuk membayar sekolahnya yang sudah menunggak beberapa bulan. Maka bekerjalah dia menjadi cutat, istilah untuk orang yang bekerja menaikkan pasir ke dalam truk di lokasi penambangan pasir. Bahkan, akibat kelelahan sekolah dan bekerja, Adnan pernah batuk darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dinyatakan lulus, Adnan bertekad untuk kuliah. Walaupun sadar tidak memiliki biaya, dia yakin Allah akan menolongnya. Allah akan merestui tekad besarnya untuk menjadi orang sukses demi menaikkan derajat keluarganya. Dengan perjuangan yang lagi – lagi dipenuhi penderitaan, pada akhirnya dia berhasil kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membiayai kuliahnya, dia bekerja sebagai pelukis kaligrafi di Pasar Sekaten dan acara – acara pengajian akbar di sekitar Yogya. Bahkan bekerja pula sebagai penjaga masjid di sebuah kompleks Angkatan Udara. Di Yogya Adnan juga sempat sakit malaria yang hampir merenggut nyawanya. Dia lalu memohon kepada Allah, “Kalaupun Engkau tetap akan mengambil nyawaku, kumohon jangan di sini. Aku ingin mati dalam dekapan hangat ibu.” (halaman 285)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan waktu, walaupun hanya mendapat sedikit uang, dia masih mampu membantu adiknya, Sugeng, yang menyusul ke Yogya untuk melanjutkan sekolah pula. Jadilah kedua kakak - beradik ini berjuang demi mewujudkan tekad mengubah nasib. Hingga pada akhirnya Adnan dinyatakan lulus menjadi seorang sarjana, dan Sugeng berhasil menjadi anggota Bintara TNI. Sebuah adegan mengharukan dituliskan pada akhir paragraf novel ini : &lt;br /&gt;….. setelah menerima foto itu, bapak berkeliling kampung sambil sesenggukan, tubuh bergetar dan pipi yang basah oleh air mata. Setiap orang yang ditemuinya disodori foto itu, lalu dengan terbata – bata bapak berkata, “Lihat, mereka ini anakku…., mereka anakku….”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekuatan novel ini terletak pada adegan – adegan keharuan dan perjuangan hidup yang membuat nafas seolah – olah berhenti. Contohnya ketika tiga ayam kesayangan Adnan yang diamanatkan ayahnya untuk dipelihara, dipotong oleh pamannya tanpa permisi :&lt;br /&gt;Di lubang sampah itu berserak seonggok bulu ayam yang masih basah. Corak warna bulu itu mengingatkan aku pada tiga makhluk sahabatku yang tadi tidak muncul ketika kupanggil. Semakin kuamati, aku semakin yakin kalau bulu itu adalah bulu yang dicabut dari ayam kesayanganku. Seketika itu air mataku mengalir deras. Tetapi suara tangisku tertahan di tenggorokan selaksa gumpalan sekam menyumbat nafasku.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya ketika Adnan membayarkan utang orang tuanya dengan uang hasil jerih payahnya bekerja menjadi buruh tanam padi :&lt;br /&gt; “Begini saja, aku punya uang, jadi biar aku yang bayar”, kataku.&lt;br /&gt; “Nan, uang itu kan buat ongkos kau ke pesantren”, kata ibu sembari terisak.&lt;br /&gt; “Nggak apa – apa bu, sisanya juga masih cuikup kok”.&lt;br /&gt; “Terus nanti di sana kau makan apa ?”.&lt;br /&gt; “Insya Allah ada bu”.&lt;br /&gt; Menyaksikan semua itu bapak hanya tertunduk dengan mata berkaca- kaca.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian pula ketika sekarung beras hasil panen yang diantar langsung oleh ayah Adnan jauh – jauh dari kampung, raib begitu saja dicuri orang. Padahal sang ayah rela tidak makan seharian karena kehabisan uang untuk ongkos kendaraan umum :&lt;br /&gt;Aku penasaran, kuangkat dan…. karung itu benar – benar telah kosong. Badanku lunglai, seakan tulang belulangku tak mampu lagi menopangnya. Hasil jerih payah bapak dan ibu yang dengan susah payah diantar kepadaku, sekarang raib tak bersisa. Sampai kapanpun aku tidak rela, cucuran peluh bapak dan ibu untuk mempersembahkan semua itu padaku yang tak mungkin bisa kulupakan. Aku tertunduk lemas di sudut gubuk. Air bening sekali lagi mengalir di pipiku. &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Meskipun secara keseluruhan novel ini sangat bagus, inspiratif dan menyentuh perasaan, namun ada beberapa hal yang sedikit mengusik kenyamanan membacanya. Di awal – awal cerita tidak digambarkan secara detail latar lokasi serta keterangan waktu kejadian. Hal itu membuat pembaca bertanya – tanya : tahun berapa tepatnya Adnan lahir. Di kabupaten atau kecamatan mana tepatnya dia tinggal. Tahun berapa Adnan meninggalkan kampungnya untuk melanjutkan sekolah ke Kediri. Kapan tepatnya dia kuliah di Yogya dengan uang SPP per semester cuma Rp. 150.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adnan Katino telah berhasil membuat pembaca penasaran. Karena pembaca masih ingin mengetahui apa yang terjadi selanjutnya setelah dia lulus dari perguruan tinggi. Masih banyak cerita keharuan dan perjuangan hidup yang bisa dieksplorasi dan diperbanyak lagi. Jika Laskar Pelangi berhasil menarik perhatian produser untuk menggarap filmnya, maka Menggapai Matahari pun layak mendapatkan kesempatan yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat direkomendasikan bagi para– pelajar untuk membaca novel ini. Mereka yang memiliki cita – cita tinggi dan tekad yang kuat, namun terhambat oleh kondisi kekurangan dan kemiskinan. Ketika memiliki sebuah harapan pasti selalu ada jalan untuk meraihnya, dengan tidak lupa untuk selalu beribadah dan berdoa, berusaha, bersabar dan berserah diri pada Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-915507567988784459?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/915507567988784459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/05/laskar-pelangi-la-adnan-katino.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/915507567988784459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/915507567988784459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/05/laskar-pelangi-la-adnan-katino.html' title='&quot;LASKAR PELANGI&quot; A LA ADNAN KATINO'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mygXYS3WsCg/SiyqFU2-h2I/AAAAAAAAAGo/Nf-8ihS89Z4/s72-c/menggapai+matahari+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8592205768946834587.post-6835216544502060210</id><published>2009-05-13T07:35:00.004+07:00</published><updated>2009-06-22T07:57:23.374+07:00</updated><title type='text'>AKU NGGAK SENGAJA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.legaljuice.com/butt%20crack%20keg%20beer%20dispenser%20container.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 450px;" src="http://www.legaljuice.com/butt%20crack%20keg%20beer%20dispenser%20container.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerpen. (Dimuat di harian Solopos, 25 Juli 2004)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di sebuah toko buku….&lt;br /&gt;“Eh, sorry”.&lt;br /&gt;“Kurang ajar !. Kamu sengaja ya ! Mau curi – curi kesempatan ya !”.&lt;br /&gt;“Enak aja. Siapa yang mau curi – curi kesempatan?”.&lt;br /&gt;“Buktinya kamu nyolek pantatku !”.&lt;br /&gt;“Aku nggak nyolek. Aku mau ngambil buku itu tapi nggak sengaja kena pantatmu”.&lt;br /&gt;“Alaaah alasan !. Muka seperti kamu emang muka – muka mesum”.&lt;br /&gt;“Hei, jangan sembarangan ya kalo ngomong !!”.&lt;br /&gt;“Emangnya kenapa, kamu mau pukul aku ?. Pukul kalo berani !. Udah nyolek masih mau mukul juga ?”.&lt;br /&gt;“Dasar cerewet. Awas kamu… tak sobek – sobek mulutmu nanti !”.&lt;br /&gt;“E…e…e… ada apa ini, kok ribut – ribut ?”, seorang satpam datang.&lt;br /&gt;“Dia nyolek pantat saya, pak satpam”.&lt;br /&gt;“Bohong pak !. Saya nggak ada maksud, saya nggak sengaja”.&lt;br /&gt;“Iya, tapi kan sama aja. Artinya tangan kamu sudah menyentuh pantatku !. Sama aja kan?”.&lt;br /&gt;“Lain dong !. Saya kan nggak sengaja. Kalo disengaja, rasanya lebih nikmat. Kalo nggak disengaja, nggak kerasa apa – apa”, kata si pemuda&lt;br /&gt;“Benar begitu…. eh siapa namamu ?”, tanya pak satpam kepada pemuda itu.&lt;br /&gt;“Jolobiyo, pak”.&lt;br /&gt;“Benar begitu nak Jolobiyo?”. &lt;br /&gt;“Saya nggak bohong pak satpam. Coba deh bapak buktiin sendiri”.&lt;br /&gt;Sesaat kemudian…&lt;br /&gt;“Kok pak satpam ikut – ikutan nyolek pantat saya sih?”, protes perempuan itu.&lt;br /&gt;“Eh… enggak… saya cuma mau buktiin, bener nggak omongan si Jolobiyo ini”.&lt;br /&gt;“Gimana pak ?”, tanya Jolobiyo kemudian.&lt;br /&gt;“Kamu betul anak muda. Rasanya memang lain”.&lt;br /&gt;“Lho, bagaimana urusannya ini ?. Saya malah dua kali dicolek. Gimana sih ?”.&lt;br /&gt;“Mbak…. siapa namnya tadi?”, tanya pak satpam.&lt;br /&gt;“Paula”.&lt;br /&gt;“Mbak Pau, mas Jolobiyo ini nggak salah, soalnya dia nggak sengaja, dan dia nggak merasakan nikmat apa – apa”.&lt;br /&gt;“Berarti pak satpam dong yang salah ?”.&lt;br /&gt;“O nggak bisa. Saya kan penegak hukum di sini. Saya nggak bisa disalahkan. Justru tugas saya mencari siapa yang salah untuk selanjutnya dihukum”.&lt;br /&gt;“Tapi pak satpam tadi udah nyolek pantat saya”.&lt;br /&gt;“Itu hanyalah cara saya untuk mencari pembuktian. Itu bukan kesalahan”.&lt;br /&gt;“Terus gimana dong ?”.&lt;br /&gt;“Begini saja. Kalian berdua berdamai saja. Mbak Pau balas saja nyolek pantat Jolobiyo ini”.&lt;br /&gt;“Ah nggak mau. Pantatnya tepos”.&lt;br /&gt;“Enak aja main balas. Aku nggak mau dicolek sama perempuan ini !”.&lt;br /&gt;“Terus gimana dong ?”.&lt;br /&gt;“Ask the audience1). Kita tanya pengunjung toko buku ini yang sedari tadi sudah melihat ribut – ribut ini. Bagaimana bapak – bapak, ibu – ibu ?”, pak satpam berusaha mencari jalan tengah.&lt;br /&gt;“Setujuuu !”.&lt;br /&gt;“Colek !”.&lt;br /&gt;“Cium !”.&lt;br /&gt;“Jambak !”.&lt;br /&gt;“Tampar !”.&lt;br /&gt;“Masukin penjara !”.&lt;br /&gt;“Telanjangin !”.&lt;br /&gt;“Bilangin ke ibunya !”.&lt;br /&gt;“Pelecehan !”.&lt;br /&gt;“Hidup emansipasi !”.&lt;br /&gt;“Merdeka !”.&lt;br /&gt;“Sunat !”.&lt;br /&gt;“Campur sari !”.&lt;br /&gt;“Astaghfirullah !”.&lt;br /&gt;“Pak, bukunya dibayar dulu!”.&lt;br /&gt;“Aku ra melu – melu lho !”.&lt;br /&gt;“Stooooooooooopppp !!!”.&lt;br /&gt;Suasana hening…&lt;br /&gt;“Kalian apa – apaan sih ?. Dimintain pendapat malah ribut sendiri – sendiri !”.&lt;br /&gt;“Kita nggak bisa pake cara ini pak satpam”, kata Jolobiyo.&lt;br /&gt;“Lalu ?”.&lt;br /&gt;“Phone a friend2)”.&lt;br /&gt;“Ok, boleh kita coba. Anak muda, kamu mau telpon siapa?”.&lt;br /&gt;“Kakek saya”.&lt;br /&gt;“Kenapa ?”.&lt;br /&gt;“Dulu dia juga pernah mengalami masalah seperti ini”.&lt;br /&gt;“Ok. Mbak Pau, mau nelpon siapa ?”.&lt;br /&gt;“Komnas HAM”.&lt;br /&gt;“Kenapa ?”.&lt;br /&gt;“Saya sudah dirugikan”.&lt;br /&gt;“Ok. Kita mulai. Kamu duluan Jolobiyo. Waktu anda 60 detik dari… sekarang”.&lt;br /&gt;Sesaat kemudian…&lt;br /&gt;“Hallo eyang, saya lagi ada masalah nih. Saya nggak sengaja nyolek pantat cewek, dan sekarang dia marah sama saya. Gimana dong, saya mesti gimana nih. Padahal saya kan nggak sengaja“.&lt;br /&gt;“Ceweknya seksi nggak ?”.&lt;br /&gt;“Ya, lumayan sih”.&lt;br /&gt;“Kamu tadi nyolek  yang sebelah kiri atau kanan?”.&lt;br /&gt;“Kayaknya sebelah kiri deh”.&lt;br /&gt;“Kalo gitu, sekarang colek aja yang sebelah kanan, beres kan?”.&lt;br /&gt;“Aduh, eyang gimana sih, kok malah begitu ?. Ya udah deh, makasih banget eyang”.&lt;br /&gt;“Cukup, waktu habis !. Sekarang giliran mbak Pau. Silahkan mbak, waktu anda 60 detik dari… sekarang”.&lt;br /&gt;Sesaat kemudian…&lt;br /&gt;“Gimana mbak…?”.&lt;br /&gt;“Aduh, tulalit, telponnya lagi rusak”.&lt;br /&gt;“Kalo gitu kita ke pilihan yang terakhir. Fifty fifty3)”.&lt;br /&gt;“Apa pilihannya pak satpam?”.&lt;br /&gt;“Jolobiyo, kamu harus mau dicolek sama mbak Pau atau… kalau nggak mau, kamu mesti masuk penjara!”.&lt;br /&gt;“Apa ?!. Aku nggak mau !. Enak banget dia nyolek pantat saya”.&lt;br /&gt;“Aku juga nggak mau nyolek pantat dia. Pantatnya tepos. Nggak adil dong. Lihat nih pantatku, semok kan ?”.&lt;br /&gt;“Ya udah, terserah kalian. Pilihannya cuma itu”.&lt;br /&gt;“Ok lah. Nih, silahkan”, Jolobiyo menyodorkan pantatnya untuk dicolek.&lt;br /&gt;Sesaat kemudian…&lt;br /&gt;“Pak satpam lihat tuh, dia menikmati nyolek pantatku”.&lt;br /&gt;“Alaaah, kamu juga menikmati dicolek sama dia. Naaah, beres kan. Sekarang salaman, masalah sudah selesai”.&lt;br /&gt;“Cium… cium… cium… !”.&lt;br /&gt;“Sosor !”.&lt;br /&gt;“Peluk !”.&lt;br /&gt;“Gendong !”.&lt;br /&gt;“Pangku !”.&lt;br /&gt;“Geret !”.&lt;br /&gt;“Pulangnya anterin !”.&lt;br /&gt;“Minum es teh !”.&lt;br /&gt;“Campur sari !”.&lt;br /&gt;“Aku melu… aku melu !”.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah !”.&lt;br /&gt;“Mulih… mulih, acarane wis bar !”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Salah satu alternatif dalam menjawab pertanyaan pada kuis Who Wants to be a Millionaire. Penonton diperbolehkan membantu memilihkan jawaban yang tepat melalui alat yang telah disediakan. &lt;br /&gt;2) Salah satu alternatif dalam menjawab pertanyaan pada kuis Who Wants to be a Millionaire. Peserta diberi kesempatan menghubungi sesorang yang ada di rumah untuk membantu memilihkan jawaban yang tepat.&lt;br /&gt;3) Salah satu alternative dalam menjawab pertanyaan pada kuis Who Wants to be a Millionaire. Dua pilihan jawaban dihilangkan untuk mempermudah peserta memilih jawaban yang tepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8592205768946834587-6835216544502060210?l=arswendo-wirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/feeds/6835216544502060210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/05/terima-kasih_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/6835216544502060210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8592205768946834587/posts/default/6835216544502060210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arswendo-wirawan.blogspot.com/2009/05/terima-kasih_13.html' title='AKU NGGAK SENGAJA'/><author><name>arswendo wirawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
